Tampilkan postingan dengan label Minggu VI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minggu VI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

The End of Development, or a New Beginning? 0

Tulisan ini menjelaskan diskursus antara akhir dari pembangunan dengan awal dari pembangunan itu sendiri. Negara – negara yang telah maju merupakan pemimpin atas pembangunan yang berdasarkan kapitalisme, namun peran itu diduga menurun akibat dari populasi – populasi di negara lain yang menjadi model dari pembangunan saat ini. Hal ini berawal dari sistem pembangunan sebelum abad 20 hingga akhir abad 20.

Sebelum abad 20, pembangunan negara – negara diprioritaskan kepada kepentingan nasional, di mana setiap negara menginginkan negaranya lebih unggul dari negara lain terkait masalah ekonomi. Pada awal abad 20 hingga saat ini, paradigma pembangunan bergeser, yakni dari level negara menjadi level individu yang artinya aktor dari pembangunan tidak lagi hanya negara, tetapi juga individu. Kesamaan model pembangunan masih tetap sama, yakni peningkatan kualitas hidup manusia.

Tulisan ini juga membahas mengenai postdevelopment yang masih berhubungan dengan modernisasi. Postdevelopment ini dipengaruhi oleh poststrukturalisme dimana, krisis Asia pada tahun 1997 menjadi titik tolak bagi teori-teori pembangunan neoklasik. Postdevelopment berhubungan dengan pergerakan – pergerakan antiglobalisasi yang pada akhirnya memberikan wacana ulang terhadap tujuan pembangunan.

Selengkapnya...

Jumat, 28 Oktober 2011

Linda Octaviani Buanan K. / 105120407111014 0



Minggu 6
The End of Development, or the New Beginning?

Masyarakat memerlukan pembangunan. Salah satu dari teori pembangunan adalah teori post-development. Teori post-development mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan berkaitan erat dengan modernisasi, yang memerlukan perluasan kontrol dari dunia barat dan sekutunya di negara-negara berkembang. Dengan kata lain tujuan dari pembangunan bukanlah human development melainkan kendali oleh manusia dan penghapusan dominasi. Teori ini juga membuat beberapa klaim yang menarik, bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan peningkatan taraf hidup melainkan peralihan dari ekonomi yang sebelumnya bersifat informal ke dalam jaringan sirkulasi komoditas. Dalam teori ini negara dianggap semena-mena. Yaitu akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Post-development sendiri tidak menciptakan sebuah teori pembangunan, mereka hanya mengkritisi teori pembangunan sekarang. Post development meyakini adanya suatu new beginning dari pembangunan karena pembangunan pada dasarnya tidak pernah berakhir hanya berubah sesuai interpretasi masing-masing.

        
 Minggu 5

Ada yang beranggapan bahwa apa yang terjadi pada sebuah negara berkembang merupakan suatu efek yang ditimbulkan dari hubungan yang terjadi antara negara berkembang dengan negara-negara maju. Hubungan tersebut mengakibatkan munculnya istilah ‘metropolis satellite structure’. Istilah ini sendiri dimaksudkan kepada negara-negara maju yang disebut dengan metropolis dan juga negara-negara berkembang yang disebut satellite. Seperti yang kita ketahui, sekarang ini semakin banyak pengeksploitasian yang dilakukan oleh negara maju terhadap negara berkembang, yang merupakan praktek dari kapitalisme yang dilakukan oleh negara metropolis.

Kapitalisme sendiri adalah suatu paham yang berkonsentrasi pada kebebasan pasar yang tentu saja akan mempengaruhi struktur pembangunan dan politik. Sistem ini tampaknya cukup bagus karena akan meningkatkan daya saing perekonomian suatu negara dan akan membawa keuntungan ekonomi yang besar terhadap pembangunan suatu negara, namun disisi lain kapitalisme juga akan membawa kerugian bagi negara-negara berkembang, hal ini disebabkan adanya ketertinggalan teknologi pengolahan sumber daya yang ada, beberapa peneliti berpendapat bahwa negara-negara maju hanya memanfaatkan negara-negara berkembang sebagai sumber dari bahan mentah yang dari industri yang dimiliki negara maju, jadi bisa dianggap bahwa kapitalisme justru menghambat pembangunan bagi negara-negara berkembang karena mereka hanya di manfaatkan bagi kemajuan negara maju. Selengkapnya...

Dennis Wahyudianto (105120400111057) 0

Development and Underdevelopment
               
Sampai saat ini, mayoritas masyarakat masih menganggap bahwa kesuksesan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari tahap-tahap suksesi tingkatan yang diperenalkan oleh capitalism dan bagi negara-negara yang underdevelopment saat ini, mereka dianggap masih di tingkatan tradisional , yang sudah ditinggalkan oleh negara-negara yang sudah berkembang pada masa lalu. Begitu juga dengan pemahaman yang dibangun dimana untuk mencapai kemapanan pembangunan, suatu negara harus menyatukan pandangan terhadap modal, institusi dan nilai norma mereka dengan negara-negara kapitalis nasional dan internasional . Ternyata pemahaman kontemporer saat ini dapat melihat bahwa adanya kontradiksi jika ditelisik secara sejarah . Seperti , negara maju (metropolis) tidak pernah melewati fase underdevelopment ,walaupun pernah terdapat di posisi undevelopment, ataupun negara berkembang (satelite) dapat meningkatkan pembangunan ekonominya hanya dengan terlepas atau independent dari ikatan atau difusi dengan negara-negara metropolis.
                Terdapat tiga teori kontemporer yang muncul dari studi kasus yang berkisar tentang pembangunan negara berkembang, dengan Amerika Latin sebagai objek penelitannya (Brasil, Chili dan Argentina dalam artikel ini), antara lain :
  1. Berbeda dengan pembangunan negara-negara metropolis yang ada di dunia ini , dimana mereka tidak mendapat status satellite, pembangunan negara ataupun subordinat metropole terbatasi dan terbatasi oleh status satellite.a
  2. Negara satellite ternyata mengalami perkembangan ekonomi dan perkembangan industri yang sangat pesat justru disaat hubungan yang dibangun antara negara satellite  dengan negara metropolis dalam keadaan terlemah
  3. Negara-negara yang saat ini menjadi negara terbelakang dalam hal pembangunan negaranya ternyata merupakan negara-negara yang mempunyai hubungan terdekat dengan negara metropolis  pada masa lampau
Semua hipotesis dan penelitian memberi kesan bahwa the global extension and unity of the capitalist system memonopoli sturuktur sistem internasional dan juga pembangunan suatu negara melalui sejarah dan pengecapan status yang ditanamkan secara konsisten daripada melihat perkembangan industri kapitalis yang berkembang di negara underdeveloped itu sendiri.


The End Developpment , or  a New Beginning ?
                
Studi Pembangunan merupakan salah satu dari “benteng”  modernisme dalam ilmu sosial.  Dimana setiap teoritis mempunyai pemaknaan yag berbeda tujuan dari pembangunan dan juga beberapa permasalahan dalam isi dan hal yang diinginkan untuk didapatkan. Dalam teoritis yang meyakini “postdevelopment” , tujuan pembangunan lebih dekat kepada modernisasi  dimana dikontrol oleh negara-negara Barat dan aliansi nasional di negara-negara berkembang. Jadi , bisa dipastikan bahwa             kesejahteraan manusia bukanlah hakiki tujuan pembangunan , tetapi  penguasaan kontrol dan dominasi manusialah tujuan sebenarnya. Seperti halnya industri, pada dasarnya setiap pembangunan mengklaim bahwa perindustrian adalah indicator utama untuk membentuk suatu pembangunan dalam suatu negara, tetapi akhirnya menjadi dominasi terhadap manusianya sendiri dengan menjadikan manusia sebagai budak dengan label “buruh”, sehingga hal ini berkaitan dengan statement yang sudah diutarakan sebelumnya.

$0D

Selengkapnya...

Jumat, 21 Oktober 2011

DEVELOPMENT 0

Perdebatan antara kapitalisme dan development
Untuk memahami hubungan antara kapitalisme dan development pada saru sisi dan antara imperialism dan development pada sisi lainnya yaitu berkonsentrai pada bentuk analisis secara historis yang memakai perjuangan kelas pada poin local. Kontradiksi antara kapitalisme dan pusat revolusi di tempat dunia periphery dalam system kapitalis yang berdasarkan pada penggabungan imperialism dan kapitalisme.
Amir saman membagi 3 teori yang menjelaskan teori keterbelakangan.:
Pengumpulan primitive, spesialisasi internasional, dan tidak sepadannya tingkat penghasilan antar negara.

            Pembangunan semakin berkembang setelah Perang Dunia II berakhir. Institisi yang turut membantu proses pembangunan ini diantaranya ialah World Bank, IMF, yang diciptakan untuk melakukan pekerjaan ini.  Pada waktu itu pembangunan ditandai dengan adanya proses industrialisasi yang sangat pesat.


Selengkapnya...

irfan taufiq al f / 105120400111022 0

            Minggu 5
kapitalisme adalah suatu paham yang berkonsentrasi pada kebebasan pasar yang tentu saja akan mempengaruhi struktur pembangunan dan politik. sistem ini tampaknya cukup bagus karena akan meningkatkan daya saing perekonomian suatu negara dan akan membawa keuntungan ekonomi yang besar terhadap pembangunan suatu negara, namun disisi lain kapitalisme juga akan membawa kerugian bagi negara - negara periferi, hal ini disebabkan adanya ketertinggalan teknologi pengolahan sumber daya yang ada, beberapa peneliti berpendapat bahwa negara - negara core hanya memanfaatkan negara - negara periferi sebagai sumber dari bahan mentah yang dari industri yang dimiliki negara core, jadi bisa dianggap bahwa kapitalisme justru menghambat pembangunan bagi negara - negara periferi karena mereka hanya di manfaatkan bagi kemajuan negara core..
                selain membutuhkan bahan mentah yang didapat dari negara periferi, negara core juga membutuhkan pasar untuk pemasaran hasil – hasil industri yang mereka lakukan, hal ini tentu saja untuk memaksimalkan keuntungan mereka, oleh beberapa negara seperti singapura ataupun malaysia pemasaran hasil industri oleh negara – negara core tersebut bisa mendatangkan keuntungan bagi negara periferi tersebut, namun bagi negara lain hal tersebut justru akan menambah ketergantungan negara periferi terhadap negara core, karena sistem ekonomi negara tersebut sudah dikuasai oleh negara core.
Selengkapnya...

Minggu Ke-5 Perdebatan Kapitalisme dan Pembangunan; (Teori-teori Samir Amin dan Bill warren)Kapitalisme dan Imperialisme Hubungan antara kapitalism 0

Kapitalisme dan Imperialisme


Hubungan antara kapitalisme dan pembangunan, antara lain, sebuah titik pusat sengketa dalam debat terakhir antara Samir Amir dan para pengikut dari Bill Warren. Pertanyaan kapitalisme iya atau tidak, telah mempromosikan pembangunan, pada kenyataannya, implicity atau explicity, menduduki banyak literatur marxis yang berhubungan dengan masalah-masalah sistem dunia kontemporer, ketergantungan dan terkait pembangunan.

Namun pertanyaan itu tampaknya didasarkan pada kebingungan. Untuk fakta bahwa kapitalisme, sebagai modus produksi, telah maju kekuatan-kekuatan produksi sampai pada batas yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang sangat berbeda dari pertanyaan apakah kapitalisme atau imperialism tidak menyebar pada skala dunia?.

Kapitalisme berarti mode produksi yang didasarkan pada eksploitasi tenaga kerja oleh modal dan imperialisme berarti proses dimana suatu pembagian kerja internasional dibuat melalui perpanjangan kondisi akumulasi kapitalis pada skala dunia. Dengan demikian fakta bahwa kapitalisme adalah modus progresif produksi tidak selalu mengecualikan kemungkinan menyebabkan keterbelakangan imperialsm.

Imperialisme dapat menimbulkan keterbelakangan yang justru menghambat pembangunan.


Menurut Samir Amin


Amin Mengatakan bahwa seseorang dapat menemukan tiga teori yang berbeda yang menjelaskan keterbelakangan: akumulasi primitif, spesialisasi internasional, dan ketidaksetaraan dalam tingkat upah antara negara. Meskipun berkumpul di titik-titik tertentu, mereka sebenarnya terpisah dan demikian dengan alternatif penjelasan.

Amin menghubungkan tiga penjelasan dengan cara berikut ketika ia menyebutkan bahwa:

Bentuk yang berbeda antara masa lalu, sekarang, dan mungkin akan datang.Dari spesialisasi yang tidak setara yang merupakan mekanisme akumulasi primitif yang menguntungkan pusat. Ini adalah mekanisme yang, menemukan ekspresi dalam meningkatkan perbedaan dalam upah tenaga kerja, pengabdian dan penonjolan keterbelakangan. (Amin, 1976; 190-91).

Menurut Amin, munculnya monopoli pada akhir abad ke-19 menciptakan kondisi untuk upah tingkat menengah yang meningkat bersama-sama dengan produktivitas,sementara upah di tingkat pinggiran tetap rendah. Sampai kemudian pertukaran adalah sama, kemudian terjadi pertukaran yang tidak seimbang yang dimulai karena perbedaan dalam tingkat upah (Amin, 1976: 187-88).

Kemudian Pentingnya 'spesialisasi internasional' dalam teori Amin juga tidak begitu jelas. Menurut Amin, spesialisasi Internasional dimulai ketika kapitalisme menjadi sistem dunia dan ini ternyata hasil dari Revolusi industri (Amin).


Akumulasi Autosentris


Teori utama yang menjelaskan baik 'akumulasi primitif' dan 'spesialisasi internasional' adalah ketidaksetaraan dalam tingkat upah dan dalam kerangka teori ini Amin sudah cukup dalam untuk menjelaskan perbedaan antara pusat dan pinggiran. Masalah utama dalam proses akumulasi kapitalis adalah kontradiksi antara kapasitas untuk memproduksi dan mengkonsumsi kapasitas. Oleh karena itu hubungan penting dalam sistem ini adalah bahwa antara produksi barang modal dan produksi barang-barang konsumsi, yang pada gilirannya disediakan oleh luasnya pasar internal.


Sementara kapitalisme sentral ditandai oleh akumulasi autocentric, dalam karakteristik utama artikulasi pinggiran 'dari proses akumulasi di pusat keberadaan suatu hubungan obyektif antara harga dari tenaga kerja dan tingkat perkembangan kekuatan produktif, sama sekali tidak ada. Perbedaan antara pusat dan pinggiran dalam terms dari perilaku dan upah juga memiliki implikasi lain. 'Akumulasi Autocentric memberikan modus kapitalis di pusat sistem kecenderungan untuk menjadi eksklusif, yaitu, untuk menghancurkan semua mode pra-kapitalis (77).Amin tidak dapat membedakan antara pusat dan pinggiran melalui konsep akumulasi autocentric. Konsep akumulasi autosentris seharusnya untuk mendefinisikan kapitalisme metropolitan,yang hanya berlaku untuk tahap kapitalisme monopoli. Pada gilirannya, yang berarti bahwa dalam fase kapitalisme politan kompetitif untuk menjelaskan perkembangan ekonomi metropolitan, dalam fase kompetitif, yang secara teoritis tidak dapat dibedakan dari ekonomi perifery.


Developmentalisme


Konsepsi masyarakat ideal dikembangkan juga secara samar. Hal ini menjadi ideal karena ketika pembangunan menjadi perhatian utama, Pembangunan negara-negara memberikan 'model' dimana perbedaan harus adil. Dengan pengaturan standar kapitalisme metropolitan, Tingkat pinggiran seharusnya untuk menampilkan distorsi tertentu (Smith).
Bagaimana 'sistem' dalam masyarakat kapitalis maju adalah evaluasi politik
yang tetap jelas dengan hasil bahwa kesimpulan politik anti-kapitalisme dalam cita-cita pembangunan menghasilkan kebingungan.

Perspektif developmentist dan visi kelas kapitalisme kurang tercermin dalam kesimpulan politik Amin.Konsep akumulasi autocentric menyiratkan bahwa rumus untuk pembangunan ini adalah resolusi kontradiksi dan sikap Amin untuk kasus sosialisme: teori ini menyatakan bahwa ada perbedaan mendasar antara model akumulasi mandiri dan model penjelasan periphery,sistem kapitalis ... itu termasuk prospek kapitalisme, dan otonom di pinggiran. Ini menegaskan bahwa sosialis dengan sistem ini memerlukan obyektifitas.(Amin). Evaluasi developmentist kapitalisme tentu merupakan hasil dalam kerangka ahistoris yang mengecualikan periodesasi teoritis yang bermakna dari ekonomi dunia dan pembagian kerja internasional, yang berdasarkan pada konsep perjuangan kelas.


Menurut Bill Warren

Pandangan Bill Warren, Dalam arti paradoks, bukan merupakan kritik neo-Marxisme, karena gagal memutuskan hubungan dengan kerangka yang sama 'developmentist'. Sementara Amin mencoba membuat perbedaan antara pusat dan pinggiran tanpa sukses, warren tampaknya tidak mengakui perbedaan tersebut. Oleh karena itu, sementara argumen Amin adalah kritik developmentist kapitalisme, yang warren merupakan pertahanan developmentist yang pada titik tertentu cenderung menjadi permintaan maaf atas kapitalisme. Tujuan utama Warren adalah untuk menghidupkan kembali perspektif Marxis klasik pada kapitalisme, yaitu misi historis yang terakhir untuk mengembangkan kekuatan produksi.

Bahkan Warren mengatakan bahwa serangan formiddle tentang kecenderungan nasionalis dalam neo-marxisme.

Bantahan Teori Ketergantungan : Industrialisasi di Negara Pinggiran.

Dimana Bill warren menunjukkan bahwa proses industrialisasi memungkinkan pertumbuhan ekonomi di Dunia Ketiga. Pendapat Warren mendapat dukungan dari Fernado Henrique Cardoso dan Peter Evans dimana mereka meyakini bahwa pembangunan dan industrialisasi memang terjadi di negara pinggiran. Pada akhirnya melahirkan apa yang disebut oleh Peter Evans sebagai Aliansi Tripel, yaitu kerjasama antara:

(1) Modal asing,

(2) pemerintah di negara pinggiran yang bersangkutan

(3)borjuasi lokal. Modal asing, melalui perusahaan-perusahaan multinasional raksasa, melakukan investasi di negara pinggiran tersebut.

Kapitalisme dan sosialisme tidak dianggap sebagai mode produksi yang memiliki relevansi kelas, tetapi lebih sebagai sistem ekonomi yang memungkinkan untuk pengembangan lebih atau kurang. Tidak ada kesimpulan politik bisa tanpa suara dan dapat diandalkan mengacu pada hubungan-hubungan produksi dan kelas. Selain itu, istilah perdebatan adalah ditulis dalam kerangka yang idealis pengalaman direproduksi di seluruh dunia. perspektif seperti gagal untuk melihat bahwa pembangunan tidak identik dengan kepuasan kebutuhan manusia.Kedua penulis, disibukkan dengan hubungan antara kapitalisme dan pembangunan sebagai suatu proses abstrak, mencapai visi kesatuan dari sebuah 'semua atau tidak' politary. Mengenai pembangunan atau keterbelakangan sebagai proses kesatuan merupakan hasil dari pengabaian evolusi hubungan kelas baik di dalam maupun di seluruh negara. Hal ini langsung cocok untuk konsepsi umum pembangunan atau keterbelakangan sebagai proses pusat-determinated.


Selengkapnya...

gusti rafangga 105120400111016 0


Minggu 6

Masyarakat mencari pembangunan karena hal itu sangat diperlukan, dan karena hal itu penting maka masyarakat mencarinya. Teori postdevelopment mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan berkaitan erat dengan modernisasi, yang memerlukan perluasan kontrol dari dunia barat dan sekutunya di negara-negara berkembang. Dengan kata lain tujuan dari pembangunan bukanlah human development melainkan kendali oleh manusia dan penghapusan dominasi. Teori ini juga membuat beberapa klaim yang menarik, bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan peningkatan taraf hidup melainkan peralihan dari ekonomi yang sebelumnya bersifat informal ke dalam jaringan sirkulasi komoditas.

Postdevelopment sendiri tidak menciptakan sebuah teori pembangunan, mereka hanya mengkritisi teori pembangunan sekarang. Post development menyakini adanya suatu new beginning dari pembangunan karena pembangunan pada dasarnya tidak pernah berakhir hanya berubah sesuai interpretasi masing-masing.
Selengkapnya...

Yogie Siswo S / 105120401111022 0

Review Minggu ke 5
Development of Underdevelopment (Andre Gunder Frank)

Andre Gunder Frank menganggap teori Modernisasi memiliki kekurangan karena ia hanya memberikan penjelasan tentang faktor internal sebagai penyebab utama dari keterbelakangan di negara Dunia Ketiga. Teori Modernisasi mengesampingkan faktor eksternal yang juga tidak kalah penting dalam memberikan andil keterbelakangan di negara Dunia Ketiga. Negara Barat tidak pernah merasakan kolonialisasi sebagaimana yang terjadi di negara Dunia Ketiga. Perbedaan ini membawa dampak yang berbeda pada pembangunan yang dilakukan pada dua jenis negara tersebut. Kapitalisme menyebabkan keterbelakangan di negara Dunia Ketiga .

Secara agak radikal, Frank yang menyebutkan bahwa dalam bentuk apapun juga, kapitalisme telah menyebabkan keterbelakangan di negara Dunia Ketiga, terutama secara politis. Frank secara tegas menyatakan bahwa keterbelakangan di negara berkembang adalah karena dampak pembangunan yang terjadi di negara maju. Salah satu bukti dari pendapat ini adalah dengan melihat pembentukan kota atau negara satelit oleh negara maju di kawasan Dunia Ketiga. Kota atau negara satelit ini pada masa kolonial berfungsi sebagai wilayah yang memfasilitasi proses pengambilan surplus ekonomi dari negara satelit ke negara maju. Kota-kota ini dipimpin atau diawasi oleh petugas yang memiliki otoritas penuh dari negara maju, sehingga mampu memlakukan determinasi kebijakan yang sangat luas kepada birokrat di negara Dunia Ketiga.

Review Minggu ke 6
The End of Development, or a New Beginning?

Muncul Kritik terhadap teori pembangunan yang ada, kritik yang ada ini muncul dari kalangan Post Development. Dimana mana Post Development menganggap bahwa pembangunan yang terjadi sangat berpusat pada negara-negara maju dan untung kepentingan negara-negara maju. Kemudian muncul suatu pernyataan dari kaumpost Development ini bahwa pembangunan tidak selalu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pembangunan pada dasarnya tidak akan pernah bisa berhenti, hanya berubah bagaimana dan bentuk pembangunan itu.
Selengkapnya...

RAYHANA SAHIDAH AKISA-105120401111036 0

Minggu ke 5

Sistem kapitalisme yang semakin berkembang tak menciptakan suatu perkembangan pembangunan bagi negara dunia ketiga, malah yang tercipta adalah suatu struktur antara negara kapitalis sebagai negara metropolis dengan negara dunia ketiga bagi para negara metropolis . Disini disebutkan bahwa suatu negara berkembang akan sulit untuk mencapai taraf hidup yang sejajar dengan negara maju.eksploitasi dilakikan oleh negara maju terhadap negara berkembang .Hubungan tersebut menimbulkan suatu dependensi yang berujung pada kondisi underdevelopment di negara-negara dunia ketiga . Hal inilah yang dikemukakan Andre Gunder Frank, dalam tulisannya yang berjudul “The Development of Underdevelopment” . Andre Gunder Frank menyatakan bahwa yang layak melakukan pembangunan adalah negara-negara maju, tidak ada kesempatan bagi negara miskin untuk melakukan pembangunan

Minggu ke 6
Di akhir abad kedua puluh, populisme - didorong oleh ketidakpuasan yang populer dari model pembangunan neoklasikal - telah dibuat kemunculan kembali di banyak negara, khususnya di Amerika Latin . Menurut pandangan post-development, pembangunan sendiri tidak bisa dilepaskan dari modernisasi . padangan ini mendapatkan banyak kritik dari teori-teori lain , mereka menyatakan bahwa menyatakan bahwa modernisasi justru dapat menyebabkan kemiskinan. Dalam kenyataannya, teori postdevelopment ini hanyalah memberikan kritik terhadap teori-teori pembangunan yang telah ada .
Selengkapnya...

rio andriawan(105120401111018) 0

Minggu ke 6 The End of Development, or a New Beginning

pembangunan dan segala hal yang terjadi dalam pembangunan dapat dianalisis dengan adanya teori dan alasan, post development berkeyakinan dengan adanya pembangunan di suatu Negara akan meningkatkan standar hidup dari Negara yang melakukan pembangunan.tetapi teori hanya teori yang sangat susah bila di implementasikan teori ini tidak lain merupakan kepanjangan tangan dari system kapitalis., dan merupakan suatu bentuk propaganda dari membangunan yang hanya akan menguntungkan Negara –negara yang telah maju

teori pembanguan akhirnya banyak sekali yang mendapatkan kritikan karena teori pembangunan tidak dapat menuntaskan masalah kemiskinan yang merupakan penghalang utama dalam pembangunan..walupun demikian post development tetap akan diterima sebagai teori pembanguna.

Selengkapnya...

galih andrian rakasiwi(105120401111002) 0

Minggu ke 6 The End of Development, or a New Beginning

pembangunan dan segala hal yang terjadi dalam pembangunan dapat dianalisis dengan adanya teori dan alasan, post development berkeyakinan dengan adanya pembangunan di suatu Negara akan meningkatkan standar hidup dari Negara yang melakukan pembangunan.tetapi teori hanya teori yang sangat susah bila di implementasikan teori ini tidak lain merupakan kepanjangan tangan dari system kapitalis., dan merupakan suatu bentuk propaganda dari membangunan yang hanya akan menguntungkan Negara –negara yang telah maju

teori pembanguan akhirnya banyak sekali yang mendapatkan kritikan karena teori pembangunan tidak dapat menuntaskan masalah kemiskinan yang merupakan penghalang utama dalam pembangunan..walupun demikian post development tetap akan diterima sebagai teori pembanguna.

Selengkapnya...

Giftson Ramos Daniel (105120407111006) B.HI.3 0

The Development of Underdevelopment

Minggu ke-5

Perkembangan ekonomi terjadi dalam sistem kapitalis dan saat ini negara yang terbelakang masih belum bisa berkembang menjadi negara yang berkembang. Negara terbelakang bukanlah negara yang tradisional. Sejarah telah memperlihatkan bahwa negara terbelakang saat ini adalah produk dari sejarah masa lalu. Perspektif sejarah mendasarkan pengalaman masa lalu negara terbelakang membantah bahwa negara terbelakang ,perkembangan ekonominya sekarang bisa terjadi dengan bebas secara terus-menerus.

Fakta berbicara bahwa perkembangan sistem kapitalis telah merembes atau memasuki sektor yang terisolasi yang paling utama secara menyeluruh. Terdapat produk dari sejarah perkembangan sistem kapitalis yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah produk sistem kapitalis modern dalam suatu negara terbelakang. Kita harus menyimpulkan bahwa negara terbelakang tidaklah seharusnya memakai kebiasaan yang kuno untuk kelangsungan hidupnya dan sadar akan adanya kekurangan modal dalam suatu wilayah yang terisolasi dari sejarah dunia. Negara terbelakang masih bisa menghasilkan perkembangan ekonomi, perkembangan tersebut meng kapitalisme negara itu sendiri. Sejarah dan pemahaman yang sama dapat mengarahkan perkembangan teori dan kebijakan yang dihasilkan dari rangkaian hipotesa tentang perkembangan dan negara terbelakang.

Dugaan pertama adalah dimana perbedaan yang jelas antara pertumbuhan atau perkembangan ekonomi dari negara yang metroplis dimana tidak ada komunikasi , dan perkembangan tersebut masih rendah dibandingkan dengan negara yang kaya raya. Dugaan kedua adalah dimana pengalaman telah mengkomunikasikan perkembangan ekonomi dan khususnya industri kapitalis. Wajar bahwa dugaan kedua dimana saat negara kaya memulihkan dirinya dari krisis dan membentuk ulang sistem dagang mereka,. Hipotesis atau dugaan sementara ini pada dasarnya memiliki proses yang terjadi secara dramatis dengan penggabungan ke dalam suatu sistem yang sebelumnya tidak ada komunikasi antar wilayah. Dugaan ketiga berasal dari komunikasi antar negara kaya dimana tiap daerah yang nerupakan terbelakang, memiliki ketergantugan yang erat terhdapa negara yang kaya.

Semua dugaan tersebut menjelaskan bahwa perluasan yang global dan kesatuan dalam sistem kapitalis telah memonopoli struktur dan menyebabkan perkembangan yang tidak merata menghasilkan sakit yang terus menerus daripada sistem kapitalisme industri dalam negara terbelakang.


The End of Development or a new beginning?

Minggu ke-6

Akhir abad ke-20 , populasi dikuasai oleh perasaan tidak puas terhadap neoclassical dalam pertumbuhan atau perkembangan dan telah memunculkan banyak negara terutama di Amerika Latin. Perkembangan atau pertumbuhan mencakup dengan hidup yang layak, dimana realisasi dalam naiknya pendapatan, dimana kesehatan membaik dan perkembangan yang baik dalam bidang pendidikan.

The Emergence of Postdevelopment Thought

Dalam post strukturalis, perkembangan adalah dimana negara itu sendiri berlaku semena – mena. Artinya untuk mencapai tujuan dalam mencapai hidup yang layak, hal tersebut dilakuakan dengan tindakan semena-mena dan ketidakadilan untuk mencapai tujuan tesebut. Faktanya dalam pstdevelopment theories bahwa tujuan dari perkembangan adalah membuat hubungan yang sangat intim dengan modernisasi.Munculnya sifat anti globalisasi tahun 90an dan adanya kritik terhadap globalisasi telah menduduki perkembangan khususnya dalam krisis finansial di Asia. Banyak perkembangan yang tidak menentukan dalam negara berkembang oleh negara berkembang , lebih baik daripada sebelumnya. Tesis yang menyebutkan bahwa perkembangan itu tidak perlu mewailkan ameliorasi dalam memiliki hidup yang layak.

Postdevelopment menjelaskan bahwa kemajuan manusia menjadi lebih baik bukanlah tujuan dari perkembangan atau pertumbuhan melainkan penguasaan dan dominasi manusia. Hal ini benar digambarkan dengan banyak orang yang masuk ke dalam sektor formal membuat otoritas yang berlebihan terhadap territory atau wilayah.

Postdevelopment in Practice

Postdevelopment dapat menawarkan kita semua tentang jalan atau cara yang menarik dalam pandangan dunia.

a.Dilemmas of Development

Mengapa para pelajar pertumbuhan senang dengan fakta yang menyebutkan bahwa jalan kehidupan untuk orang miskin adalah dengan tidak menantang. Oskar spate menyebutkan hal itu adalah hal yang tidak bisa disangkal lagi dalam sejarah perkembangan. Hubungan sosial telah pecah dan industrialisasi memicu urbanisasi yang terus-menerus,hidup yang layak untuk semua tapi minoritas terabaikan. Umpanya,oleh karena itu langkah awal dalam merealisasikan perkembangan adalah mencegah ledakan penduduk sehingga dapat mengurangi kemiskinan.

b.Development and Contentment

Sekarang terdapat cukup banyak fakta-fakta yang menyatakan bahwa pendapatan taelah memicu adanya kesenangan.Antara pendapatan dan kesenangan atau kepuasan, terdapat suatu yang kompleks daripada penyokong itu sendiri. Kepuasan individu telah muncul saat pendapatan individu berkembang secara relatif dalam ekonomi. Kontribusi yang penting dalam postdevelopment adalah membuka birokrasi untuk mempertegas hak-hak individu,komunitas dan budaya.

c.Failure of Development

Terdapat banyak sekali negara yang masih miskin karena negara menyadari kekurangan mereka.Negara lemah disertai dengan tekanan globalisasi melengkapi penekanan kekuasaan oleh subnational units seperti wilayah negara.

The Start of consensus

Di satu sisi membanggakan modernity dan lebarnya pertumbuhan yang mendunia. Di sisi yang lain berpendapat bahwa perkembangan atau pertumbuhan adalah suatu proyek yang gagal yang menerjunkan jutaan orang ke dalam keminskinan saat rusaknya budaya,perbedaan dan otonomi. Pertumbuhan adalah suatu percepatan bagi banyak sektor di dunia dan tanda suatu kemunduran.

The Debate of Modernity

Satu sisi mendukung modernity, karena prestasi atas proses serta institusi, kedaulatan bangsa negara,indsutri dan teknologi. Satu sisi lain menolak dan mengkritik modernity, karena dianggap telah memperbudak manusia dan membuat manusia mengeksploitasi industri.


Selengkapnya...