Tampilkan postingan dengan label Minggu II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minggu II. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

Briansyah S.P 105120400111044 0



Masa depan negra berkembang merupakan suatu isu sentral Ekonomi politik sehubungan arus perubahan global, hubungan utara-selatan, persoalan dependensi dan interdependensi, pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup dan ekosistem serta lain-lain persoalan menyangkut eksistensi tatanan ekonomi internasional yang acapkali mengombang ambingkan di awang-awang objek negar-negara. Sementara itu pada sisi lain negara berkembang dijadikan subjek penting yang berpengaruh karena menyangkut mayoritas penduduk dunia, pasar potensial dan tempat dimana para kapitalis mencari makan.
Sehingga berkaitan dengan hal tersbut, kita perlu sedikit mengulas pembangunan ekonomi ini untuk tetap mengingatkan kesejarahannya yang kelak menjadi parameter transformasi dunia khususnya bagi dunia ketiga.

Ada lima teori pertumbuhan yang dikemukakan oleh Rostow yaitu :
  1. Teori Tradisional.  Teori sosial tradisional ini adaah salah satu struktural dalam pembangunan yang menggunakan keterbatasan fungsi produksi. Konsep dari teori tradisional ini, bagaimana, didalamnya tidak aa rasa statis dan teori ini tidak diluar pertumbuhan dari pengeluaran.
  2. Pra kondisi lepas landas. Pada kondisi periode ini dimana terjadi proses dari transisi, yang mana periode tersebut, prakondisi lepas landas sedang dikembangkan. Butuh waktu untuk transisi dari kebutuhan sosial tradisional untuk mengeksplorasi pengetahuan modern, dan sebagainya. Prakondisi lepas landas ini secara inisial dikembangkan, dimulai pada Eropa Barat dari kurang lebih awal abad ke delapanbelas dengan produksi baru di bidang agrikultur dan industri.
  3. Lepas landas. Pada tahap yang ketiga ini, pembatas tua dan halangan to melakukan pertumbuhan telah hilang. Tujuan utama dari kondisi adalah membuat kemajuan ekonomi dengan aktivitas modern, ekspansi, dan untuk mendominasi masyarakat.
  4. Sikap kedewasaan. Pada tahap ini sikap kedewasaan untuk mengarahkan pertumbuhan sektor ekonomi. Sekitar 10-20 persen pendapatan nasional pada tahap ini diinvestasikan. Masyarakat membuat produksi menjadi efisien dengan segala modernisitas yang telah ada, menyeimbangkan diri dari serangan baru, nilai lama dan institusi.
  5. Konsumsi tinggi. Dalam fase ini dimana masyarakat memimpin sektor dengan menjadi masa konsumsi yang tinggi.maka sektor utamaa bergerak menuju konsumsi yang tahan lama.










Selengkapnya...

diana ratry/105120400111050 0

Minggu ke II
“What does development mean”
Penelitian membuktikan bahwa 1.9 juta oang termiskin di dunia bertambah miskin setiap tahunnya. Apakah yang salah dengan pembangunan dunia yang sekarang? Yang pertama, adalah ketidakberpihakan pasar kepada orang miskin. Pasar dan industri seakan-akan bekerja hanya untuk orang-orang kaya.  Kedua, ketidakmungkinan bagi negara berkembang untuk mencapai standar hidup yang sama dengan negara-negara maju. Dikarenakan jika negara berkembang mencapai sandar hidup yang sama dengan negara maju, sumber daya alam yang dihabiskan akan berkali-kali lipat dari apa yang dikonsumsi sekarang. Ini berarti bahwa pembangunan jenis konvensiona tidak akan berhasil untuk negara dunia ketiga. Hal yang paling mendasar adalah kepemilikan modal. Negara kaya yang memiliki banyak modal dengan mudah membangun inrastrukturnya, meningkatkan industrinya, menyediakan layanan kesehatan yang memadai, dan lainnya. Suatu hal yang susah dipenuhi oleh negara berkembang yang minim akan modal (dalam hal ini modal adalah uang, bukan sumber daya alam).
Berbagai pertanyaan muncul tentang pembangunan. Pembangunan seperti apa yang kita inginkan? Apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai pembangunan yang ideal? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Ironisnya hampir semua negara dunia ketiga memiliki segala suatu untuk mencapai pembangunan yang dimaksud. Mereka mempunyai cukup sumber daya untuk menghasilkan makanan, minuman, tinggal di rumah yang layak, memakai pakaian dan sepatu yang layak, dan sebagainya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki dengan efektif dan efisien

Minggu ke III
“Teori Pertumbuhan Rostow”
Rostow mengatakan bahwa ada 5 tahapan dalam pembangunan, yaitu traditional society, precondition for take off, take-off, the drive to maturity, dan yang teakhir adalah high mass consumption. Teori dari Rostow banyak dilirik oleh negara-negara yang merencanakan untuk menaikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Bagi Rostow, teknologi, tabungan, jiwa kewirausahaan,  dan sistem politik yang benar adalah kunci dalam kemajuan. Namun walaupun teori Rostow ini sangat berpengaruh, teori ini mendapat kritikan karena seakan-akan negara miskin menjadi kurang berkembang dikarenakan hanya oleh masalah internal.
Tahap pertama dari pertumbuhan adalah traditional society alias masyarakat yang masih tradisional. Salah satu ciri masyarakat tradisional adalah fungsi produksinya yang masih terbatas dengan cara berpikir yang masih sederhana serta teknologi yang belum tergolong tinggi. Kedua adalah tahap precondition for take-off  yaitu masa transisi dalam persiapan untuk menerima teknologi yang lebih maju. Ketiga adalah tahapan take-off yaitu tahapan dimana industri industri sudah mulai berkembang dan teknologi sudah dapat dikatakan cukup maju. Teknologi di bidang pertanian pun sudah mengalami pekembangan, sehingga sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang penting. Keempat adalah tahap the drive to maturity, di level ini pembangunan meluas ke bidang-bidang lainnya, serta penggunaan teknologi tinggi yang semakin meluas. Tahapan kelima adalah the age of mass consumption yaitu tahap dimana sektor jasa menjadi sektor yang dominan.

Selengkapnya...

RAYHANA SAHIDAH AKISA - 105120401111036 0


Minggu ke 2
Goldsmith membahas pembangunan sebagai proses "pengambilalihan milik bersama". Kekuatan pasar menghasilkan pembangunan yang tak layak dan juga pembangunan disini tidak disesuaikan dengan ekosistem yang ada. Di era globalisasi ini, kekuatan pasar disini memiliki kebebasan yang makin pesat untuk menentukan urusan ekonomi dan sosial terutama didalam pembangunan masalah yang timbul juga dengan teori pembangunan konvensional dan praktek yaitu “mustahil bagi orang-orang dunia ketiga untuk berada dalam posisi naik ke standar khas hidup negara-negara kaya. Konsepsi undimensional pembanguan ini melemparkan pembangunan sebagai jalur tunggal dari negara-negara terbelakang ke negara yang lebih maju. Faktor dasar yang mendasari dimensi adalah uang atau modal.
 Ekonomi pembangunan konvensional tidak dapat membuat rasa istilah “ cukup berkembang “ dan tidak dapat memahami bahwa setiap  kawasan bisa menjadi lebih dikembangkan. Society Conserver berpendapat panjang lebar bahwa kita dapat dengan mudah melakukan hal-hal (jika kita ingin), dan bahwa kita harus melakukannya jika kita ingin mencapai suatu tatanan dunia yang berkelanjutan. Kunci untuk memahami konsepsi alternatif pembangunan terletak pada konsep reorganisasi. Dalam masyarakat alternatif yang disebut sumber daya manusia, fisik dan biologis pra-ada dan memadai telah direorganisasi untuk memungkinkan orang untuk datang bersama-sama untuk menyediakan sendiri kondisi yang diperlukan dan sistem untuk memenuhi persyaratan untuk pengembangan yang memuaskan. Jurang menjadi jelas ketika kita bertanya pertanyaan seperti, "Pengembangan dari apa?" Dan "Apa yang harus kita kembangkan?" Ekonom konvensional mengambil begitu saja bahwa satu-satunya jawaban yang mungkin adalah "Apapun akan menghasilkan GNP yang lebih, apapun akan memaksimalkan produksi untuk dijual, apa pun  untuk memaksimalkan keuntungan dari mereka dengan modal". . Pembangunan hanya bisa mengenai proses yang lambat mendapatkan produksi yang lebih akan dijual, lebih banyak modal investasi, infrastruktur yang lebih dibangun, menghasilkan lebih banyak dan barang yang diekspor, yakni sekitar beringsut sepanjang dimensi moneter, dan satu-satunya cara untuk mempercepat pembentukan modal lebih banyak untuk mendorong mereka dengan modal dan semangat kewirausahaan untuk melakukan bisnis yang lebih, yaitu, untuk menghasilkan lebih "kekayaan". Dengan demikian keyakinan yang mendasari unidimensional melegitimasi penjarahan. Apa yang tidak pernah diakui adalah bahwa ini bukan teori pembangunan, hanya teori perkembangan kapitalis.
Minggu ke 3
W.Walt Rostow mengemukakan lima  tahap pembangunan, antara lain :
1.      the traditional society
·         Keadaan ekonomi pada masa itu  masih dalam keadaan stagnan dan pendapatan per kapita yang masih rendah
·         Masyarakat didalamnya masih melakukan produksi dengan fungsi produksi yang terbatas pada perkembangan teknologi mereka yang baru mencapai tingkatan pre-newtonian
·         Cara berpikir yang masih belum berkembang.
·         Pertanian masih menjadi mata pencaharian utama
2.       the preconditions for take off
·         Masyarakat mengalami transisi karena teknologi dan budaya mereka telah cukup berkembang
·         Tingkat orang menabung dan menginvestasikan apa yang mereka punya meningkat
3.       the take-off
·         Masyarakat telah berkembang dan menerima perubahan besar dalam hal politik serta ekonomi sehingga siap menerima modernisasi.
·         Industrialisasi yang meningkat di setiap daerah yang beriringan dengan sector pertanian yang menurun, inovasi teknologi yang berkembang pesat, mulainya perumbuhan sector manufaktur.
4.      the drive of maturity
·         Masyarakat mulai memproduksi barang-barang yang sebelumnya belum diproduksi
·         Industri-industri baru berkembang dengan cepat
·         Pembangunan meluas ke sector-sektor baru dan dalam hal investasi dan tabungan, tahap ini mengalami peningkatan sekitar 10-20 persen dari pendapatan nasional
5.       the age of high mass-consumption
·         Kebutuhan masyarakat akan beralih ke arah consumen goods and service
·         Ekonomi telah mencapai kematangan hingga tingkat konsumsi dari masyarakat pun semakin bertambah hingga mencapai tingkat yang sangat tinggi
·         Didominasi bidang jasa, karena dapat terlihat pada masa ini proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa, meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa yang ditawarkan , dan peningkatan pembelajaan untuk jasa-jasa yang bersifat mendatangkan kemakmuran.
Selengkapnya...

galih andrian rakasiwi(105120401111002)MINGGU II 0

Minggu ke dua( apa itu pembangunan)

Pembangunan merupakan salah satu bentuk dari propaganda. dimana dengan adanya pembangunan maka akan terjadi suatu perubahan yang mengarah pada terciptanya kemajuan,kemakmuran dan kesejahteraan.dan arti secara umum yaitu adanya kemajuan dari segala bidang baik itu ekonomi,politik,teknologi dan budaya.tetapi yang paling diutamakan ialah aspek ekonomi.pembangunan sampai saat ini pun masih diperdebatkan.pembangunan memiliki makna pada orang yang menggunakan kata tersebut dan untuk kepentingan apa.

Pembangunan hanya diperuntukkan bagi Negara dunia ketiga karena diyakini pembangunan akan membawa harapan baru untuk memecahkan masalah-masalah kemiskinan dan keterbelakangan bagi Negara-negara dunia ketiga.pembangunan apakah hanya alat kaum kapitalis yang hanya ingin mengambil keuntungan selama berlangsungnya proses pembangunan tersebut.pembangunan identik sekali dengan perubahan social.yang pastinya pembangunan banyak sekali diterapkan di negara-negara yang sedang berkembang

Selengkapnya...

Sam Horry Bio (105 120 403 111 004) 0

MINGGU KE 2 :

WHAT DOES DEVELOPMENT MEAN ?

Menurut pandangan saya dari sumber bacaan dari Ted Trainer, basically, para kritisi dan adanya campur tangan dari UN menyatakan bahwa tidak adanya hasil yang memuaskan dari teori-teori pembangunan yang dipakai selama 20 tahun. Ada 2 faktor yang membuat teori pembangunan ini menjadi tidak relevan dan banyak kritikan sana-sini. yang pertama adalah perusahaan industri hanya menciptakan sebuah produk yang hanya bisa dinikmati masyarakat kaya, kemudian yang kedua adalah hal yang mustahil adalah ketika negara-negara ketiga yang pada waktu itu harus menaikkan standar hidup mereka sama seperti negara maju.

Jadi sejarahnya, negara berkembang identik dengan negara miskin dan negara maju identik dengan standar living of cost nya yang tinggi. Menurut Trainer dalam teorinya yang berjudul "in the conserver society" agar terjadi kesinambungan masyarakat diantara masing-masing negara, harus terjadi sebuah perkumpulan antara si kaya dan si miskin walaupun hal ini terdengar tidak menarik. Sebab pada intinya, konsepsi dari pembangunan yang konvensional itu sendiri salah satunya adalah semua kebutuhan pada waktu luang masyarakat haruslah terpenuhi. hal ini menunjukkan bahwa semua kegiatan ekonomi pada masing-masing negara haruslah sejahtera. namun, ada bantahan teori dari "sufficient development" mereka menganggap pembangunan sudah merasa cukup dengan adanya kebutuhan pokok yang terpenuhi (air,makanan dsb) mereka merasa konsepsi pembangunan yang konvensional terlalu jauh dari hal kecukupan, mereka terlalu memaksa standar tinggi hidup demi kemajuan pembangunan. Konsepsi ini sama dengan teori landakh yang menyatakan bahwa pembangunan yang konvensional telah merusak ekologi dan menghasilkan kapitalisme.

REVIEW MATERI 3 :
5 TAHAP DARI PERTUMBUHAN EKONOMI W.W. Rostow

Ada 5 tahapan dimensi ekonomi menurut Rostow yaitu :
Masyarakat tradisional :
pada tahapan ini semua keterbatasan produksi menjadi kendala bagi masyarakat tradisional ,seperti kehilangan sumber daya alam dan juga teknologi yang belum ada. jadi semuanya masih serba orisinil dan belum ada sumber daya yang bisa diaplikasikan.

Pra-masyarakat lepas landas :
Pada tahapan ini dimulainyalah transisi dari masyarakat tradisional ke masyarakat lepas landas. Ilmu-ilmu sudah mulai muncul. Rasa nasionalis dan kepemilikkan sudah mulai terasa. Adanya keinginan untuk bermobilisasi dari masyarakat menjadi salah satu ciri masa-masa ini.

Masyarakat lepas landas :
pada masa ini semua kegiatan ekonomi modern mendominasi sudah mendominasi masyarakat. Adanya pertumbuhan yang stabil dan perubahan sistem ekonomi kuno menjadi modern (investasi dsj). hal ini terjadi pada masa di negara Britania Raya kepada 2 dekade setelah tahun 1783.

Masyarakat menuju kedewasaan :
Pada masa ini masyarakat mulai melakukan ekspor dan impor. Semua industri dan teknologi digalakkan demi memproduksi apapun.
The Age Mass High Consumption :
Ini adalah masa yang juga disebut post-maturity stage. Semua serba alat,mesin,dan teknologi demi mencapai produktivitas yang baik. masa ini terjadi sudah pada abad 20.

Beyond Consumption :
Dalam beyond consumption ini, semua sudah tercapai outcome yang varian. masyarakat bisa menikmati semua hasilnya.

Jadi pada intinya, semua tahapan produksi dan modernialisasi benar-benar terjadi dalam dunia. Tidak ada yang instan langsung jadi. Semua tahap produksi dan teknologi tumbuh. Secara politis, struktur internasional juga tumbuh dari masa tradisional (rentan kolonial ) hingga tercapai masyarakat mandiri dan berkonsumsi secara utuh dari masing-masing negaranya.







Selengkapnya...

Putut Dipa / 105120400111010 0

Review Materi Minggu II

Pembangunan baik dalam teori dan praktek sangat tidak memuaskan. Di sisi praktek pembangunan tidak hanya tetap tapi semakin memburuk. Data dari PBB menekankan bahwa 1,6 milyar orang termiskin, sepertiga dari populasi dunia, semakin miskin dalam hal ekonomi konvensional. Faktor yang menyebabkan hal ini antara lain: distribusi sumber daya yang tidak merata dan sulitnya dan bahkan hampir mustahil negara bagian III untuk bisa berkembang.

Negara-negara maju dapat membeli lebih banyak, mereka memiliki lebih banyak kekayaan, lebih banyak modal, dan dengan demikian dapat mengkonsumsi lebih, membangun infrastruktur, membayar lebih untuk kesehatan dan kesejahteraan. Sedangkan negara dunia III yang tidak memiliki banyak modal tidak bisa berharap untuk melakukan banyak hal.Pada dasarnya permasalah negara dunia III hanya masalah manajemen dan pengelolaan sumber daya. Hampir setiap wilayah Dunia Ketiga memiliki sumber daya untuk memungkinkan semua orang untuk makan dengan baik, minum air bersih dan aman, tinggal di rumah yang memadai, menggunakan alas kaki dan pakaian dasar yang baik dan mebel. Tapi itu tergantung pada warga negara itu apakah mampu mengatur sumber daya lokal mereka untuk menghasilkan apa yang mereka butuhkan melalui teknologi yang relatif sederhana. Sebagian besar dari mereka dapat dicapai hanya dengan mengorganisir untuk menempatkan tenaga kerja yang ada dan keterampilan untuk bekerja pada lahan yang ada dan sumber daya lainnya.

Untuk mencapai kesejahteraan sebenarnya tidak diperlukan pembangunan signifikan. Sebagai contoh di daerah Ladakh yang masih mengandalkan produksi mereka padat karya, namun kecepatan kerja dan kehidupan pada umumnya adalah santai, dengan banyak waktu untuk upacara dan perayaan keagamaan. Tidak ada yang terisolasi atau kesepian, mereka tidak membuang tapi mendaur ulang segalanya, mereka tidak memiliki kepentingan dalam kekuasaan, dominasi atau kompetisi. Mereka sangat sadar akan ketergantungan mereka pada alam, mereka multiskilled dan praktis, dan mereka hidup sederhana. Tidak ada kejahatan dan tidak ada kemiskinan dan tidak ada masalah narkoba dan tidak ada gangguan sosial. Di atas semua mereka adalah orang-orang terkenal bahagia.

Review Materi Minggu III

Lima tahap perkembangan masyarakat ( W. W. Rostow ):

1. The Traditional Society, masyarakt masih menggunakan fungsi produksi yang terbatas karena menyesuaikan dengan tekonologi pada masa itu. Masyarakat pada tahap ini juga belum mengetahui tentang hukum ilmu alam. Konsep klan juga masih kuat dalam bidang politik.

2. Pre – condition take off, pada masa ini industri-industri pertambangan mulai berdiri. Masyarakt mulai mengenal penggunaan modal dalam pertanian dan perlunya pendanaan asing. Masyarakat mulai mengenal sistem ekonomi yang lebih baik.

3. The Take Off, pada tahap ini terjadi pergeseran basis ekonomi dari pertanian menuju industry akibat meningkatnya fungsi dari teknologi. Tingkat masyarakat dalam menabung juga semakin bertambah.

4. The drive to maturity, mulai ada diversifikasi produksi dan pembangunan di sektor-sektor baru.

5. The age of high mass-consumption, adalah tahapan tertinggi dari masyarakat sosial dimana sektor utama akan bergeser ke arah barang dan jasa. Masyarakat mulai menjadi konsumtif sehingga meningkatkan produksi jasa.

Selengkapnya...

Ivory Kraska Taruna / 105120403111010 0

WEEK 2What Does Development Mean?


Apakah Arti dari pembangunan? Pembangunan yang diharapkan menjadi pengangkat derajat negara dunia ketiga justru memiliki sesuatu yang tak mendukung terjadinya pembangunan negara dunia ketiga itu sendiri dengan diterapkannya undimensional conception. Undimensional conception merupakan sebuah pemikiran dimana pembangunan hanya difokuskan pada cara bagaimana suatu negara dunia ketiga menjadi lebih maju dari tingkatan sebelumnya hanya dengan melihat dari upaya meningkatkan tingkat roduksi dan konsumsi. Di satu hal pembangunan yang dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan dalam bidang pasar malah menyebabkan ketimpangan antara yang miskin dengan yang kaya semakin besar disamping perubahan ekosistem yang terjadi akibat meningkatnya kegiatan produksi dan pengolahan SDA. Selain itu, poin-pon yang dijanjikan oleh pembangunan dengan cara tersebut dirasa terlalu susah untuk dicapai dalam tujuan peningkatan standar hidup negara dunia ketiga menjadi standar hidup negara maju. Pembangunan yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah, malah menciptakan masalah tersendiri bagi pemikir pembangunan tersebut dimana tercipta suatu perdebatan antara konsep alternatif dengan konsep konvensional tentang pembangunan. Terlepas dari perdebatan itu, pembangunan dirasa teah menjadi sesuatu yang merebut, bukan memberi. Pembangunan malah mendapat kritik dari para marxis karena malah menyebabkan ketergantungan baru dalam negara dunia ketiga.

Sebagai suatu masalah baru, pembangunan seharusnya diselesaikan dengan cara mencari solusi yang harus lebih dipertimbangkan dari sebelumnya sehingga solusi yang ada tak menjadi masalah baru. Solusi tersebut adalah untuk memprtimbangkan suatu daerah di Tibet yang bernama Ladakh sebagai acuan pembangunan. Ladakh dipertimbangkan sebagai acuan karena disana pembangunan tak membutuhkan segala hal yang bersifat dipaksakan seperti upaya peningkatan tingkat produksi dan konsumsi. Ladakh selama ini teah memenuhi kebutuhan mereka sendiri dengan tercukupnya sumber daya alam dan ekologi mereka yang terjaga dari pengaruh luar. Mereka terlanjur berpegang pada budaya untuk tidak berlebihan.Mereka hanya berusaha mencukupi kebutuhan mereka yang berkelanjutan dengan tetap menjaga sumber daya yang ada tanpa harus menambah kompleksitas baru seperti untuk meningkatkan daya produksi mereka yang ditujukan untuk daya konsumsi yang bertambah. Masyrakat Ladakh hanya berusaha untuk tetap sederhana dan meakukan pemenuhan kebutuhan dengan mudah dan tidak menambah kebutuhan yang sekiranya suatu hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Dengan begitu mereka bisa dibilang memiliki kualitas hidup yang baik dengan terjaganya kesinambungan ketersediaan sumber daya yang mereka miliki.


WEEK 3 : Teori Pertumbuhan Rostow

W.W Rostow menjelaskan bahwa terdapat 5 tingkatan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tingkatan-tingkatan tersebut adalah seperti berikut dengan penjelasannya. Tingkatan yang pertama adalah Traditional Society dimana masyarakat didalamnya masih melakukan produksi dengan fungsi produksi yang terbatas pada perkembangan teknologi mereka yang baru mencapai tingkatan pre-newtonian serta cara berpikir yang masih belum berkembang. Yang kedua adalah tingkatan Preconditions for Take-off dimana pada tingkatan ini masyarakat mengalami transisi karena teknologi dan budaya mereka telah cukup berkembang. Selain itu masyarakat mulai mengenal perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dengan begitu mereka akan siap menerima perubahan besar dalam hal ekonomi dan nilai-nilai sosial. Tingkatan ketiga adalah The Take-off yang merupakan tahapan dimana masyarakat telah berkembang dan menerima perubahan besar dalam hal politik serta ekonomi sehingga siap menerima modernisasi. Disana pula mulai terjadi ekspansi industrial yang besar. Tingkatan keempat adalah Drive to Maturity dimana pada tahapan ini teknologi telah bersatu dengan industri sehingga industri-industri baru berkembang dengan cepat. Dalam tahapan ini pula sisi ekonomi yang semula hanya berfokus pada industri dan teknologi secara sempit berubah menjadi industri yang lebih terbaharui serta dengan lebih banyak kompleksitas pada teknologi yang diterapkan. Dengan begitu efisiensi dapat dicapai hingga dapat diupayakan untuk mencapai stabiitas serta kematangan dalam ekonomi. Tingkatan yang terakhir atau kelima adalah The Age of High-Mass Consumption. Dalam tahapan yang terakhir ini ekonomi telah mencapai kematangan hingga tingkat konsumsi dari masyarakat pun semakin bertambah hingga mencapai tingkat yang sangat tinggi. Tingkatan ini merupakan tingkat post-maturity dimana melalui proses politik tingkat kesejahteraan dapat lebih ditingkatkan dengan mengalokasikan sumberdaya secara lebih. Kesejahteraan dapat dicapai tak hanya oleh para masyarakat urban tetapi juga masyarakat pekerja serta buruh yang terlatih. Karena pada masa ini telah dicapai kemantapan dalam hal teknologi, maka pertumbuhan ditujukan kepada hal-hal yang bersifat kesejahteraan sosial.
                 Tingkatan yang selanjutnya adalah suatu tingkatan yang belum dapat diprediksikan setelah tercapainya tahap The Age of High-Mass Consumption. Tetapi yang jelas mereka mencapai tingkatan-tingkatan tersbut untuk berkembang dan terus berkembang. Segala tingkatan diatas pun bukan hanya suatu deskripsi dari tingkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tingkatan-tingatan tersebut telah melalui analisa yang berakar pada The Dynamic Theory of Production.

Selengkapnya...