Jumat, 28 Oktober 2011

Dennis Wahyudianto (105120400111057)

Development and Underdevelopment
               
Sampai saat ini, mayoritas masyarakat masih menganggap bahwa kesuksesan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari tahap-tahap suksesi tingkatan yang diperenalkan oleh capitalism dan bagi negara-negara yang underdevelopment saat ini, mereka dianggap masih di tingkatan tradisional , yang sudah ditinggalkan oleh negara-negara yang sudah berkembang pada masa lalu. Begitu juga dengan pemahaman yang dibangun dimana untuk mencapai kemapanan pembangunan, suatu negara harus menyatukan pandangan terhadap modal, institusi dan nilai norma mereka dengan negara-negara kapitalis nasional dan internasional . Ternyata pemahaman kontemporer saat ini dapat melihat bahwa adanya kontradiksi jika ditelisik secara sejarah . Seperti , negara maju (metropolis) tidak pernah melewati fase underdevelopment ,walaupun pernah terdapat di posisi undevelopment, ataupun negara berkembang (satelite) dapat meningkatkan pembangunan ekonominya hanya dengan terlepas atau independent dari ikatan atau difusi dengan negara-negara metropolis.
                Terdapat tiga teori kontemporer yang muncul dari studi kasus yang berkisar tentang pembangunan negara berkembang, dengan Amerika Latin sebagai objek penelitannya (Brasil, Chili dan Argentina dalam artikel ini), antara lain :
  1. Berbeda dengan pembangunan negara-negara metropolis yang ada di dunia ini , dimana mereka tidak mendapat status satellite, pembangunan negara ataupun subordinat metropole terbatasi dan terbatasi oleh status satellite.a
  2. Negara satellite ternyata mengalami perkembangan ekonomi dan perkembangan industri yang sangat pesat justru disaat hubungan yang dibangun antara negara satellite  dengan negara metropolis dalam keadaan terlemah
  3. Negara-negara yang saat ini menjadi negara terbelakang dalam hal pembangunan negaranya ternyata merupakan negara-negara yang mempunyai hubungan terdekat dengan negara metropolis  pada masa lampau
Semua hipotesis dan penelitian memberi kesan bahwa the global extension and unity of the capitalist system memonopoli sturuktur sistem internasional dan juga pembangunan suatu negara melalui sejarah dan pengecapan status yang ditanamkan secara konsisten daripada melihat perkembangan industri kapitalis yang berkembang di negara underdeveloped itu sendiri.


The End Developpment , or  a New Beginning ?
                
Studi Pembangunan merupakan salah satu dari “benteng”  modernisme dalam ilmu sosial.  Dimana setiap teoritis mempunyai pemaknaan yag berbeda tujuan dari pembangunan dan juga beberapa permasalahan dalam isi dan hal yang diinginkan untuk didapatkan. Dalam teoritis yang meyakini “postdevelopment” , tujuan pembangunan lebih dekat kepada modernisasi  dimana dikontrol oleh negara-negara Barat dan aliansi nasional di negara-negara berkembang. Jadi , bisa dipastikan bahwa             kesejahteraan manusia bukanlah hakiki tujuan pembangunan , tetapi  penguasaan kontrol dan dominasi manusialah tujuan sebenarnya. Seperti halnya industri, pada dasarnya setiap pembangunan mengklaim bahwa perindustrian adalah indicator utama untuk membentuk suatu pembangunan dalam suatu negara, tetapi akhirnya menjadi dominasi terhadap manusianya sendiri dengan menjadikan manusia sebagai budak dengan label “buruh”, sehingga hal ini berkaitan dengan statement yang sudah diutarakan sebelumnya.

$0D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar