Tampilkan postingan dengan label Minggu III. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minggu III. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

Briansyah S.P 105120400111044 0



Masa depan negra berkembang merupakan suatu isu sentral Ekonomi politik sehubungan arus perubahan global, hubungan utara-selatan, persoalan dependensi dan interdependensi, pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup dan ekosistem serta lain-lain persoalan menyangkut eksistensi tatanan ekonomi internasional yang acapkali mengombang ambingkan di awang-awang objek negar-negara. Sementara itu pada sisi lain negara berkembang dijadikan subjek penting yang berpengaruh karena menyangkut mayoritas penduduk dunia, pasar potensial dan tempat dimana para kapitalis mencari makan.
Sehingga berkaitan dengan hal tersbut, kita perlu sedikit mengulas pembangunan ekonomi ini untuk tetap mengingatkan kesejarahannya yang kelak menjadi parameter transformasi dunia khususnya bagi dunia ketiga.

Ada lima teori pertumbuhan yang dikemukakan oleh Rostow yaitu :
  1. Teori Tradisional.  Teori sosial tradisional ini adaah salah satu struktural dalam pembangunan yang menggunakan keterbatasan fungsi produksi. Konsep dari teori tradisional ini, bagaimana, didalamnya tidak aa rasa statis dan teori ini tidak diluar pertumbuhan dari pengeluaran.
  2. Pra kondisi lepas landas. Pada kondisi periode ini dimana terjadi proses dari transisi, yang mana periode tersebut, prakondisi lepas landas sedang dikembangkan. Butuh waktu untuk transisi dari kebutuhan sosial tradisional untuk mengeksplorasi pengetahuan modern, dan sebagainya. Prakondisi lepas landas ini secara inisial dikembangkan, dimulai pada Eropa Barat dari kurang lebih awal abad ke delapanbelas dengan produksi baru di bidang agrikultur dan industri.
  3. Lepas landas. Pada tahap yang ketiga ini, pembatas tua dan halangan to melakukan pertumbuhan telah hilang. Tujuan utama dari kondisi adalah membuat kemajuan ekonomi dengan aktivitas modern, ekspansi, dan untuk mendominasi masyarakat.
  4. Sikap kedewasaan. Pada tahap ini sikap kedewasaan untuk mengarahkan pertumbuhan sektor ekonomi. Sekitar 10-20 persen pendapatan nasional pada tahap ini diinvestasikan. Masyarakat membuat produksi menjadi efisien dengan segala modernisitas yang telah ada, menyeimbangkan diri dari serangan baru, nilai lama dan institusi.
  5. Konsumsi tinggi. Dalam fase ini dimana masyarakat memimpin sektor dengan menjadi masa konsumsi yang tinggi.maka sektor utamaa bergerak menuju konsumsi yang tahan lama.










Selengkapnya...

diana ratry/105120400111050 0

Minggu ke II
“What does development mean”
Penelitian membuktikan bahwa 1.9 juta oang termiskin di dunia bertambah miskin setiap tahunnya. Apakah yang salah dengan pembangunan dunia yang sekarang? Yang pertama, adalah ketidakberpihakan pasar kepada orang miskin. Pasar dan industri seakan-akan bekerja hanya untuk orang-orang kaya.  Kedua, ketidakmungkinan bagi negara berkembang untuk mencapai standar hidup yang sama dengan negara-negara maju. Dikarenakan jika negara berkembang mencapai sandar hidup yang sama dengan negara maju, sumber daya alam yang dihabiskan akan berkali-kali lipat dari apa yang dikonsumsi sekarang. Ini berarti bahwa pembangunan jenis konvensiona tidak akan berhasil untuk negara dunia ketiga. Hal yang paling mendasar adalah kepemilikan modal. Negara kaya yang memiliki banyak modal dengan mudah membangun inrastrukturnya, meningkatkan industrinya, menyediakan layanan kesehatan yang memadai, dan lainnya. Suatu hal yang susah dipenuhi oleh negara berkembang yang minim akan modal (dalam hal ini modal adalah uang, bukan sumber daya alam).
Berbagai pertanyaan muncul tentang pembangunan. Pembangunan seperti apa yang kita inginkan? Apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai pembangunan yang ideal? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Ironisnya hampir semua negara dunia ketiga memiliki segala suatu untuk mencapai pembangunan yang dimaksud. Mereka mempunyai cukup sumber daya untuk menghasilkan makanan, minuman, tinggal di rumah yang layak, memakai pakaian dan sepatu yang layak, dan sebagainya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki dengan efektif dan efisien

Minggu ke III
“Teori Pertumbuhan Rostow”
Rostow mengatakan bahwa ada 5 tahapan dalam pembangunan, yaitu traditional society, precondition for take off, take-off, the drive to maturity, dan yang teakhir adalah high mass consumption. Teori dari Rostow banyak dilirik oleh negara-negara yang merencanakan untuk menaikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Bagi Rostow, teknologi, tabungan, jiwa kewirausahaan,  dan sistem politik yang benar adalah kunci dalam kemajuan. Namun walaupun teori Rostow ini sangat berpengaruh, teori ini mendapat kritikan karena seakan-akan negara miskin menjadi kurang berkembang dikarenakan hanya oleh masalah internal.
Tahap pertama dari pertumbuhan adalah traditional society alias masyarakat yang masih tradisional. Salah satu ciri masyarakat tradisional adalah fungsi produksinya yang masih terbatas dengan cara berpikir yang masih sederhana serta teknologi yang belum tergolong tinggi. Kedua adalah tahap precondition for take-off  yaitu masa transisi dalam persiapan untuk menerima teknologi yang lebih maju. Ketiga adalah tahapan take-off yaitu tahapan dimana industri industri sudah mulai berkembang dan teknologi sudah dapat dikatakan cukup maju. Teknologi di bidang pertanian pun sudah mengalami pekembangan, sehingga sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang penting. Keempat adalah tahap the drive to maturity, di level ini pembangunan meluas ke bidang-bidang lainnya, serta penggunaan teknologi tinggi yang semakin meluas. Tahapan kelima adalah the age of mass consumption yaitu tahap dimana sektor jasa menjadi sektor yang dominan.

Selengkapnya...

RAYHANA SAHIDAH AKISA - 105120401111036 0


Minggu ke 2
Goldsmith membahas pembangunan sebagai proses "pengambilalihan milik bersama". Kekuatan pasar menghasilkan pembangunan yang tak layak dan juga pembangunan disini tidak disesuaikan dengan ekosistem yang ada. Di era globalisasi ini, kekuatan pasar disini memiliki kebebasan yang makin pesat untuk menentukan urusan ekonomi dan sosial terutama didalam pembangunan masalah yang timbul juga dengan teori pembangunan konvensional dan praktek yaitu “mustahil bagi orang-orang dunia ketiga untuk berada dalam posisi naik ke standar khas hidup negara-negara kaya. Konsepsi undimensional pembanguan ini melemparkan pembangunan sebagai jalur tunggal dari negara-negara terbelakang ke negara yang lebih maju. Faktor dasar yang mendasari dimensi adalah uang atau modal.
 Ekonomi pembangunan konvensional tidak dapat membuat rasa istilah “ cukup berkembang “ dan tidak dapat memahami bahwa setiap  kawasan bisa menjadi lebih dikembangkan. Society Conserver berpendapat panjang lebar bahwa kita dapat dengan mudah melakukan hal-hal (jika kita ingin), dan bahwa kita harus melakukannya jika kita ingin mencapai suatu tatanan dunia yang berkelanjutan. Kunci untuk memahami konsepsi alternatif pembangunan terletak pada konsep reorganisasi. Dalam masyarakat alternatif yang disebut sumber daya manusia, fisik dan biologis pra-ada dan memadai telah direorganisasi untuk memungkinkan orang untuk datang bersama-sama untuk menyediakan sendiri kondisi yang diperlukan dan sistem untuk memenuhi persyaratan untuk pengembangan yang memuaskan. Jurang menjadi jelas ketika kita bertanya pertanyaan seperti, "Pengembangan dari apa?" Dan "Apa yang harus kita kembangkan?" Ekonom konvensional mengambil begitu saja bahwa satu-satunya jawaban yang mungkin adalah "Apapun akan menghasilkan GNP yang lebih, apapun akan memaksimalkan produksi untuk dijual, apa pun  untuk memaksimalkan keuntungan dari mereka dengan modal". . Pembangunan hanya bisa mengenai proses yang lambat mendapatkan produksi yang lebih akan dijual, lebih banyak modal investasi, infrastruktur yang lebih dibangun, menghasilkan lebih banyak dan barang yang diekspor, yakni sekitar beringsut sepanjang dimensi moneter, dan satu-satunya cara untuk mempercepat pembentukan modal lebih banyak untuk mendorong mereka dengan modal dan semangat kewirausahaan untuk melakukan bisnis yang lebih, yaitu, untuk menghasilkan lebih "kekayaan". Dengan demikian keyakinan yang mendasari unidimensional melegitimasi penjarahan. Apa yang tidak pernah diakui adalah bahwa ini bukan teori pembangunan, hanya teori perkembangan kapitalis.
Minggu ke 3
W.Walt Rostow mengemukakan lima  tahap pembangunan, antara lain :
1.      the traditional society
·         Keadaan ekonomi pada masa itu  masih dalam keadaan stagnan dan pendapatan per kapita yang masih rendah
·         Masyarakat didalamnya masih melakukan produksi dengan fungsi produksi yang terbatas pada perkembangan teknologi mereka yang baru mencapai tingkatan pre-newtonian
·         Cara berpikir yang masih belum berkembang.
·         Pertanian masih menjadi mata pencaharian utama
2.       the preconditions for take off
·         Masyarakat mengalami transisi karena teknologi dan budaya mereka telah cukup berkembang
·         Tingkat orang menabung dan menginvestasikan apa yang mereka punya meningkat
3.       the take-off
·         Masyarakat telah berkembang dan menerima perubahan besar dalam hal politik serta ekonomi sehingga siap menerima modernisasi.
·         Industrialisasi yang meningkat di setiap daerah yang beriringan dengan sector pertanian yang menurun, inovasi teknologi yang berkembang pesat, mulainya perumbuhan sector manufaktur.
4.      the drive of maturity
·         Masyarakat mulai memproduksi barang-barang yang sebelumnya belum diproduksi
·         Industri-industri baru berkembang dengan cepat
·         Pembangunan meluas ke sector-sektor baru dan dalam hal investasi dan tabungan, tahap ini mengalami peningkatan sekitar 10-20 persen dari pendapatan nasional
5.       the age of high mass-consumption
·         Kebutuhan masyarakat akan beralih ke arah consumen goods and service
·         Ekonomi telah mencapai kematangan hingga tingkat konsumsi dari masyarakat pun semakin bertambah hingga mencapai tingkat yang sangat tinggi
·         Didominasi bidang jasa, karena dapat terlihat pada masa ini proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa, meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa yang ditawarkan , dan peningkatan pembelajaan untuk jasa-jasa yang bersifat mendatangkan kemakmuran.
Selengkapnya...

galih andrian rakasiwi(105120401111002)MINGGU III 0

Teori pertumbuhan ekonomi

Rostow menjelaskan bagaimana perubahan social dalam lima tahapan pembangunan ekonomi terjadi yaitu :

1. Tahap masyarakat tradisional dimana pada saat ini masih mengandalkan pertanian yang didukung dengan teknologi seadanya.masih menggunakan cara barter.

2. Prakondisi tinggal landas dimana banyaknya bermuculan industri dan pertanian mulai sedikit ditinggalkan karena industri lebih menjanjikan

3. Masyarkat tinggal landas bercirikan industry telah banyak meningkat dengan pesat dan ketenagakerjaan mulai diperhatikan

4. Masyarakat pematangan pertumbuhan dimana pertumbuhan ekonomi mulai meningkat dan industri didukung dengan teknologi yang lebih baik

5. Masyarakat modern yang dicita-cita kan yakni masyarakat industry yang merupakan masyarakat konsumtif tinggi

Selengkapnya...

Sam Horry Bio (105 120 403 111 004) 0

MINGGU KE 2 :

WHAT DOES DEVELOPMENT MEAN ?

Menurut pandangan saya dari sumber bacaan dari Ted Trainer, basically, para kritisi dan adanya campur tangan dari UN menyatakan bahwa tidak adanya hasil yang memuaskan dari teori-teori pembangunan yang dipakai selama 20 tahun. Ada 2 faktor yang membuat teori pembangunan ini menjadi tidak relevan dan banyak kritikan sana-sini. yang pertama adalah perusahaan industri hanya menciptakan sebuah produk yang hanya bisa dinikmati masyarakat kaya, kemudian yang kedua adalah hal yang mustahil adalah ketika negara-negara ketiga yang pada waktu itu harus menaikkan standar hidup mereka sama seperti negara maju.

Jadi sejarahnya, negara berkembang identik dengan negara miskin dan negara maju identik dengan standar living of cost nya yang tinggi. Menurut Trainer dalam teorinya yang berjudul "in the conserver society" agar terjadi kesinambungan masyarakat diantara masing-masing negara, harus terjadi sebuah perkumpulan antara si kaya dan si miskin walaupun hal ini terdengar tidak menarik. Sebab pada intinya, konsepsi dari pembangunan yang konvensional itu sendiri salah satunya adalah semua kebutuhan pada waktu luang masyarakat haruslah terpenuhi. hal ini menunjukkan bahwa semua kegiatan ekonomi pada masing-masing negara haruslah sejahtera. namun, ada bantahan teori dari "sufficient development" mereka menganggap pembangunan sudah merasa cukup dengan adanya kebutuhan pokok yang terpenuhi (air,makanan dsb) mereka merasa konsepsi pembangunan yang konvensional terlalu jauh dari hal kecukupan, mereka terlalu memaksa standar tinggi hidup demi kemajuan pembangunan. Konsepsi ini sama dengan teori landakh yang menyatakan bahwa pembangunan yang konvensional telah merusak ekologi dan menghasilkan kapitalisme.

REVIEW MATERI 3 :
5 TAHAP DARI PERTUMBUHAN EKONOMI W.W. Rostow

Ada 5 tahapan dimensi ekonomi menurut Rostow yaitu :
Masyarakat tradisional :
pada tahapan ini semua keterbatasan produksi menjadi kendala bagi masyarakat tradisional ,seperti kehilangan sumber daya alam dan juga teknologi yang belum ada. jadi semuanya masih serba orisinil dan belum ada sumber daya yang bisa diaplikasikan.

Pra-masyarakat lepas landas :
Pada tahapan ini dimulainyalah transisi dari masyarakat tradisional ke masyarakat lepas landas. Ilmu-ilmu sudah mulai muncul. Rasa nasionalis dan kepemilikkan sudah mulai terasa. Adanya keinginan untuk bermobilisasi dari masyarakat menjadi salah satu ciri masa-masa ini.

Masyarakat lepas landas :
pada masa ini semua kegiatan ekonomi modern mendominasi sudah mendominasi masyarakat. Adanya pertumbuhan yang stabil dan perubahan sistem ekonomi kuno menjadi modern (investasi dsj). hal ini terjadi pada masa di negara Britania Raya kepada 2 dekade setelah tahun 1783.

Masyarakat menuju kedewasaan :
Pada masa ini masyarakat mulai melakukan ekspor dan impor. Semua industri dan teknologi digalakkan demi memproduksi apapun.
The Age Mass High Consumption :
Ini adalah masa yang juga disebut post-maturity stage. Semua serba alat,mesin,dan teknologi demi mencapai produktivitas yang baik. masa ini terjadi sudah pada abad 20.

Beyond Consumption :
Dalam beyond consumption ini, semua sudah tercapai outcome yang varian. masyarakat bisa menikmati semua hasilnya.

Jadi pada intinya, semua tahapan produksi dan modernialisasi benar-benar terjadi dalam dunia. Tidak ada yang instan langsung jadi. Semua tahap produksi dan teknologi tumbuh. Secara politis, struktur internasional juga tumbuh dari masa tradisional (rentan kolonial ) hingga tercapai masyarakat mandiri dan berkonsumsi secara utuh dari masing-masing negaranya.







Selengkapnya...

Gusti Rafangga R.105120400111016. Minggu III 0

Menurut ahli ekonomi W. W. Rostow pembangunan dibagi menjadi 5 tahap Tahap Tradisional society Cara produksinya masih primitiv dan kehidpan masih dipengaruhi dengan pemikiran-pemikiran tidak rasional. Steknologi dan sains modern beloum tersedia. Pembangunan dilkukan menuju masyarakat industrial Tahap Preconditions for Take-Off Tahap ini menyediakan suatu transisi dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern dengan meningkatkan tabungan pada sektor produktif Tahap Take off Tahap ini diciri-cirikan dengan banyaknya sektor-sektor industri dari imbas keuntungan yang diperoleh dari tabungan pada tahap Preconditions for Take-Off Tahap Drive to maturity Pada tahap ini mulai muncul produksi-produksi modern. Adanya tujuan untuk menyeimbangkan nilai tradisional dan modern unutuk mendukung proses pertumbuhan. Dan masyarakat mulai memproduksi sendiri barang-barang yang tidak bisa mereka ciptakan dulunya Tahap Age of High Mass-Consumption Pada tahap ini ada suatu pergeseran menuju consumen goods and service. Dimana teknologi jadi lebih meningkat dan konsumsi pada kebutuhan pokok juga meningkat. Selengkapnya...

Rio Andriawan (Pertemuan ke-III) 0


Pertemuan ke-III

Walt W. Rostow , menemukakan teori lima tahap pembangunan ekonomi yang pasti akan dilalui oleh suatu negara yang menjadi syarat pembangunan untuk mencapai “status yang lebih maju”. Lima tahap itu antara lain the traditional society, the preconditions for take off, the take-off, the drive of maturity, and  the age of high mass-consumption. The traditional society (masyarakat tradisional) adalah tahap dimana keadaan ekonomi pada masa itu  masih dalam keadaan stagnan dan pendapatan per kapita yang masih rendah. Ini dikarenakan terbatasnya produktivitas dan terbatasnya akses untuk mendapat teknologi yang modern (era pra-Newtonian). Pertanian masih menjadi mata pencaharian utama sehingga padat akan tenaga kerja dan hasilnya tidak disimpan maupun diperdagangkan , melainkan menjadi barang yang dapat ditukar dengan barang lainnya (sistem barter) ataupun untuk konsumsi pribadi. Ditinjau dari aspek sosial, struktur hierarkis menjadi fondasi sosial dengan kepemilikan lahan oleh penguasa lahan. Koneservatif dan menolak akan perubahan merupakan nilai-nilai yang ada di tahap ini. The preconditions for take off atau tahapan transisional merupakan tahap prakondisi bagi pertumbuhan dipersiapkan. Pada masa ini,sudah dimulai adanya kebutuhan untuk pendanaan asing bagi pertanian. Selain itu, tingkat orang menabung dan menginvestasikan apa yang mereka punya meningkat . Hal lain yang menjadi karakteristik tahapan ini adalah adanya lembaga dan organisasi tingkat nasional dan elit-elit baru dalam kehidupan sosialnya The take off atau tahap lepas landas adalah tahap yang mengindikasikan mulanya proses pertumbuhan ekonomi secara berkesinabungan. Industrialisasi yang meningkat di setiap daerah yang beriringan dengan sector pertanian yang menurun, inovasi teknologi yang berkembang pesat, mulainya perumbuhan sector manufaktur adalah beberapa contoh dimulainya masa lepas landas ini. Revolusi politik yang terjadi menjadi stimulus ekonomi yang mengakibatkan peningkatan pertumbuhan regional. Tabungan dan investasi semakin meningkat dengan melihat laju presentase yang naik sekitar 5-10% dari pendapatan nasional . Semua ini mengakibatkan munculnya pengaturan kelembagaan untuk menunjang efisiensi dalam pengelolaan (semisal sistem perbankan). Tahap keempat adalah the drive to maturity atau tahapan pergerakan menuju kematangan ekonomi. Pada tahap ini, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, diversifikasi industri  dan penggunaan teknologi secara meluas menjadi ciri-ciri dominan yang mengindikasikan adanya pergantian tahap dari tahap sebelumnya. Pembangunan pun meluas ke sector-sektor baru dan dalam hal investasi dan tabungan, tahap ini mengalami peningkatan sekitar 10-20 persen dari pendapatan nasional. Dan Tahap terakhir, yaitu tahap the age of high mass-consumption atau tahap produksi dan konsumsi massal bersifat industri merupakan tahap yang umumnya disebut tahap pembangunan atau development stage. Tahap terakhir ini didominasi bidang jasa, karena dapat terlihat pada masa ini proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa, meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa yang ditawarkan , dan peningkatan pembelajaan untuk jasa-jasa yang bersifat mendatangkan kemakmuran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pembangunan, dalam arti proses, diartikan sebagai modernisasi yakni pergerakan dari masyarakat pertanian berbudaya tradisional ke arah ekonomi yang berfokus pada rasional, industri, dan jasa. Untuk menekankan sifat alami ‘pembangunan’ sebagai sebuah proses, dimana menurut teori rostow secara mendasar bersifat unilinear dan universal, serta dianggap bersifat permanen Rostow pulalah yang membuat distingsi antara sektor tradisional dan sektor kapitalis modern. Frasa-frasa ini terkenal dengan terminologi ‘less developed’, untuk menyebut kondisi suatu negara yang masih mengandalkan sektor tradisional, dan terminologi ’more developed’ untuk menyebut kondisi suatu negara yang sudah mencapai tahap industrialisasi dengan mengandalkan sektor kapitalis modern.
Selengkapnya...

Putut Dipa / 105120400111010 0

Review Materi Minggu II

Pembangunan baik dalam teori dan praktek sangat tidak memuaskan. Di sisi praktek pembangunan tidak hanya tetap tapi semakin memburuk. Data dari PBB menekankan bahwa 1,6 milyar orang termiskin, sepertiga dari populasi dunia, semakin miskin dalam hal ekonomi konvensional. Faktor yang menyebabkan hal ini antara lain: distribusi sumber daya yang tidak merata dan sulitnya dan bahkan hampir mustahil negara bagian III untuk bisa berkembang.

Negara-negara maju dapat membeli lebih banyak, mereka memiliki lebih banyak kekayaan, lebih banyak modal, dan dengan demikian dapat mengkonsumsi lebih, membangun infrastruktur, membayar lebih untuk kesehatan dan kesejahteraan. Sedangkan negara dunia III yang tidak memiliki banyak modal tidak bisa berharap untuk melakukan banyak hal.Pada dasarnya permasalah negara dunia III hanya masalah manajemen dan pengelolaan sumber daya. Hampir setiap wilayah Dunia Ketiga memiliki sumber daya untuk memungkinkan semua orang untuk makan dengan baik, minum air bersih dan aman, tinggal di rumah yang memadai, menggunakan alas kaki dan pakaian dasar yang baik dan mebel. Tapi itu tergantung pada warga negara itu apakah mampu mengatur sumber daya lokal mereka untuk menghasilkan apa yang mereka butuhkan melalui teknologi yang relatif sederhana. Sebagian besar dari mereka dapat dicapai hanya dengan mengorganisir untuk menempatkan tenaga kerja yang ada dan keterampilan untuk bekerja pada lahan yang ada dan sumber daya lainnya.

Untuk mencapai kesejahteraan sebenarnya tidak diperlukan pembangunan signifikan. Sebagai contoh di daerah Ladakh yang masih mengandalkan produksi mereka padat karya, namun kecepatan kerja dan kehidupan pada umumnya adalah santai, dengan banyak waktu untuk upacara dan perayaan keagamaan. Tidak ada yang terisolasi atau kesepian, mereka tidak membuang tapi mendaur ulang segalanya, mereka tidak memiliki kepentingan dalam kekuasaan, dominasi atau kompetisi. Mereka sangat sadar akan ketergantungan mereka pada alam, mereka multiskilled dan praktis, dan mereka hidup sederhana. Tidak ada kejahatan dan tidak ada kemiskinan dan tidak ada masalah narkoba dan tidak ada gangguan sosial. Di atas semua mereka adalah orang-orang terkenal bahagia.

Review Materi Minggu III

Lima tahap perkembangan masyarakat ( W. W. Rostow ):

1. The Traditional Society, masyarakt masih menggunakan fungsi produksi yang terbatas karena menyesuaikan dengan tekonologi pada masa itu. Masyarakat pada tahap ini juga belum mengetahui tentang hukum ilmu alam. Konsep klan juga masih kuat dalam bidang politik.

2. Pre – condition take off, pada masa ini industri-industri pertambangan mulai berdiri. Masyarakt mulai mengenal penggunaan modal dalam pertanian dan perlunya pendanaan asing. Masyarakat mulai mengenal sistem ekonomi yang lebih baik.

3. The Take Off, pada tahap ini terjadi pergeseran basis ekonomi dari pertanian menuju industry akibat meningkatnya fungsi dari teknologi. Tingkat masyarakat dalam menabung juga semakin bertambah.

4. The drive to maturity, mulai ada diversifikasi produksi dan pembangunan di sektor-sektor baru.

5. The age of high mass-consumption, adalah tahapan tertinggi dari masyarakat sosial dimana sektor utama akan bergeser ke arah barang dan jasa. Masyarakat mulai menjadi konsumtif sehingga meningkatkan produksi jasa.

Selengkapnya...