Jumat, 07 Oktober 2011

Chrisant Raisha / 105120400111030

Minggu 2
What Does Development Mean?


Dalam praktek dan teorinya, pembangunan menuai banyak argumen. Pertama, distribusi sumber daya yang kebanyakan malah mengalir pada negara kaya yang jumlahnya sedikit bukan ke negara miskin yang lebih membutuhkan untuk pembangunan mereka. Kedua, Teori Pembangunan Konvensional yang dalam prakteknya tiidak mungkin bagi masyarakat dunia ketifa untuk menaikkan standar hidup mereka. Masalah sumber daya manusia dan modal yang minim menyebabkan ini terjadi.
Bab ini juga menceritakan fakta bahwa pembangunan bukan berarti memodernisasi karena pada kenyataannya masyarakat yang sudah nyaman dengan kondisi mereka, tidak memerlukan adanya pembangunan.


Paradigms Lost, Paradigms Regains

Kehilangan paradigma tentang pembangunan terjadi pada masa setelah Perang Dunia II. Saat itu terdapat 3 karakter pembangunan. Pertama, Inti dari Dunia Ketiga yang memunculkan kritik tentang homogenitas dalam Dunia Ketiga. Kedua, Akhir dari Kepercayaan Terhadap Kemajuan dikarenakan jurang antara negara kaya dan miskin semakin besar sehingga pembangunan di negara miskin hampir tidak mungkin terjadi karena pembangunan juga menyebabkan bencana ekologi, dll. Ketiga, pentingnya Negara Bangsa sebagai kerangka analisis kepercayaan politikal dan saintifik dari peran negara dalam menyadari kemajuan.

Munculnya kembali paradigma pembangunan. Pada masa ini ada beberapa pertentangan. Pertama, tentang Perbedaan vs Ketidaksamarataan yang seharusnya menjadi fokus studi pembangunan karena membahas tentang kesetaraan peran gender, toleransi dan perbedaan lainnya. Kedua, tentang Kemajuan vs Pengaturan Resiko yang dihadapi negara yang melakukan pembangunan. Ketiga, tentang peran Negara vs Masyarakat Sipil dalam studi pembangunan dimana ada pemikiran bahwa terlalu dini untuk menggantikan peran negara oleh masyarakat sipil dalam pembangunan.

Minggu Ke 3

Teori Pertumbuhan Rostow

Terdapat 5 tahap pertumbuhan ekonomi. Pertama, Masyarakat Tradisional dimana struktur ekonmi masih terbatas dalam produksi dan tidak memikirkan kenaikan output. Kedua, Pra-Kondisi Kenaikan atau masa transisi menusi modernisasi. Ketiga, Kondisi Masyarat Modern ketika pertumbuhan ekonomi terlihat signifikan, peningkatan investasi dan tabungan dan keuntungan diutamakan lewat industri. Keempat, Perjalanan Menuju Kedewasaan saat terjadi fokus pada industri dan teknologi dan ekonomi mendemostrasikan bahwa negara bisa memproduksi apapun selama ada permintaan pasar. Kelima, Terjadinya Konsumsi Massal dimana sektor-sektor diarahkan untuk kebaikan dan pelayanan para konsumer, peningkatan income dan perubahan stuktur kota dimana makin banyak pekerja dan naiknya jumlah penduduk kota.

Dinamika teori pertumbuhan produksi terus terjadi. Berawal pada Teori Produksi Klasik yang terbentuk dibawah asumsi statis akan Pertumbuhan ekonomi. Tahap selanjutnya pada keadaan dimana terjadi fokus terhadap komposisi dari investasi dan pembangunan dalam sektor ekonomi. Terkahir, pada batas konvensionall teori produksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar