Minggu ke – 2
Selama lebih dari 20 tahun teori pembangunan drasa kurang dapat menjelaskan pembagian kesejahteraan karena teori yang ada saat ini lebih mementingkan kaum borjuis dari pada kaum proletar, hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya pembagian antar kaum, sebaiknya distribusi pasar harus diratakan agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi yang terlalu dalam. Teori kedua teori pembangunan konvensional namun tampaknya hamper tidak mungkin dilakukan untuk Negara dunia ketiga karena hampir mustahil bagi Negara tersebut menyamai Negara superpower dan apabila dipaksakan untuk menyamai maka kemungkinan besar akan menguras sumber daya alam dari Negara tersebut dan merusak ekosistem dari sumber daya tersebut.
Namun disisi lain kalangan marxisme tidak dapat menjelaskan secara menyeluruh perkembangan ekonomi dunia karena kebanyakan kalangan ini mengambil data – datanya dari hukum dan sejarah yang ada sehingga tidak bisa meramalkan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Dalam buku ini juga disebutkan salah satu contoh pembangunan yang efektif yang walaupun memiliki kesulitan yang ekstrim karena daerah pengembangan yang sulit namun karena adanay sebuah sistem yang mendukung hal tersebut dapat diatasi.
Minggu ke – 3
Tahapan pertumbuhan dilihat dalam perspektif ekonomi
1. Traditional society
Merupakan bentuk masyarakat yang paling awal dari sebuah perkembangan masyarakat , ditandai dengan produksi yang terbatas dan teknologi serta pengetahuan yang rendah , secara umum dapat dikatakan bahwa masyarakat ini karena keterbatasan produksinya mengutamakan produksinya pada agrikultur , disisi lain masih sulitnya mobilitas sosial vertikal karena masih dipegang teguhnya fungsi dari klan. Sedangkan dari sisi politik tuan tanah masih menjadi pemimpin dari masyarakat tersebut dan tuan tanah dapat mempersenjatai anak buahnya demi mempertahankan tanahnya. Pada saat itu system ekonomi yang dikenal adalah system barter
2. Pre – condition take off
Merupakan perkembangan selanjutnya dari masyarakat tradisonal, dalam kondisi ini masyarakat mulai mengenal institusi yang merupakan invasi dari luar yang kemudian mulai mengintergrasi dengan budaya dan hierarki sosial sebelumnya. Ide dasar yang disebarkan sebenarnya adalah masalah ekonomi , pada kondisi ini masyarakat mulai mengenal bentuk ekonomi yang lebih baik, selain itu mulai dikenal adanya system pertambangan sehingga meningkatkan pendanaan dan tabungan di masyarakat tersebut.
3. The take off
Adalah tahap selanjutnya dari pre – condition take off, dalam tahap ini terdapat berbaga perkembangan yang cukup mencolok seperti industrialisasi meningkat dan jumlah masyarakat yang melakukan agrikultur semakin menurun hal ini diikuti dengan semakin meningkatnya penguasaan teknologi, dari sisi ekonomi dapat dilihat adanya pertambahan investasi dan tabungan sekitar 5 – 10% dari pendapatan nasional
4. The drive to maturity
Adalah perkembangan selanjutnya dari kondisi take off, dalam kondisi ini terdapat perkembangan ekonomi yang berkelanjutan sehingga pada suatu waktu dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri (swasembada), dan investasi dan tabungan meningkat sekitar 10 – 20%, dan sektor – sektor lain mulai dikembangkan untuk dikelola.
5. the age of high mass-consumption
Adalah perkembangan selanjutnya dari kondisi drive to maturity Di tahap ini adalah tahapan tertinggi dari masyarakat sosial. Dimana semua masyarakatya adalah konsumtif. Sehingga proporsi ketenagakerjaan menjadi tinggi di bidang jasa. Hal ini mengakibatkan peningkatan atas jasa-jasa kemakmuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar