WEEK 2: What Does Development Mean?
Apakah Arti dari pembangunan? Pembangunan yang diharapkan menjadi pengangkat derajat negara dunia ketiga justru memiliki sesuatu yang tak mendukung terjadinya pembangunan negara dunia ketiga itu sendiri dengan diterapkannya undimensional conception. Undimensional conception merupakan sebuah pemikiran dimana pembangunan hanya difokuskan pada cara bagaimana suatu negara dunia ketiga menjadi lebih maju dari tingkatan sebelumnya hanya dengan melihat dari upaya meningkatkan tingkat roduksi dan konsumsi. Di satu hal pembangunan yang dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan dalam bidang pasar malah menyebabkan ketimpangan antara yang miskin dengan yang kaya semakin besar disamping perubahan ekosistem yang terjadi akibat meningkatnya kegiatan produksi dan pengolahan SDA. Selain itu, poin-pon yang dijanjikan oleh pembangunan dengan cara tersebut dirasa terlalu susah untuk dicapai dalam tujuan peningkatan standar hidup negara dunia ketiga menjadi standar hidup negara maju. Pembangunan yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah, malah menciptakan masalah tersendiri bagi pemikir pembangunan tersebut dimana tercipta suatu perdebatan antara konsep alternatif dengan konsep konvensional tentang pembangunan. Terlepas dari perdebatan itu, pembangunan dirasa teah menjadi sesuatu yang merebut, bukan memberi. Pembangunan malah mendapat kritik dari para marxis karena malah menyebabkan ketergantungan baru dalam negara dunia ketiga.
Sebagai suatu masalah baru, pembangunan seharusnya diselesaikan dengan cara mencari solusi yang harus lebih dipertimbangkan dari sebelumnya sehingga solusi yang ada tak menjadi masalah baru. Solusi tersebut adalah untuk memprtimbangkan suatu daerah di Tibet yang bernama Ladakh sebagai acuan pembangunan. Ladakh dipertimbangkan sebagai acuan karena disana pembangunan tak membutuhkan segala hal yang bersifat dipaksakan seperti upaya peningkatan tingkat produksi dan konsumsi. Ladakh selama ini teah memenuhi kebutuhan mereka sendiri dengan tercukupnya sumber daya alam dan ekologi mereka yang terjaga dari pengaruh luar. Mereka terlanjur berpegang pada budaya untuk tidak berlebihan.Mereka hanya berusaha mencukupi kebutuhan mereka yang berkelanjutan dengan tetap menjaga sumber daya yang ada tanpa harus menambah kompleksitas baru seperti untuk meningkatkan daya produksi mereka yang ditujukan untuk daya konsumsi yang bertambah. Masyrakat Ladakh hanya berusaha untuk tetap sederhana dan meakukan pemenuhan kebutuhan dengan mudah dan tidak menambah kebutuhan yang sekiranya suatu hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Dengan begitu mereka bisa dibilang memiliki kualitas hidup yang baik dengan terjaganya kesinambungan ketersediaan sumber daya yang mereka miliki.
WEEK 3 : Teori Pertumbuhan Rostow
W.W Rostow menjelaskan bahwa terdapat 5 tingkatan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tingkatan-tingkatan tersebut adalah seperti berikut dengan penjelasannya. Tingkatan yang pertama adalah Traditional Society dimana masyarakat didalamnya masih melakukan produksi dengan fungsi produksi yang terbatas pada perkembangan teknologi mereka yang baru mencapai tingkatan pre-newtonian serta cara berpikir yang masih belum berkembang. Yang kedua adalah tingkatan Preconditions for Take-off dimana pada tingkatan ini masyarakat mengalami transisi karena teknologi dan budaya mereka telah cukup berkembang. Selain itu masyarakat mulai mengenal perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dengan begitu mereka akan siap menerima perubahan besar dalam hal ekonomi dan nilai-nilai sosial. Tingkatan ketiga adalah The Take-off yang merupakan tahapan dimana masyarakat telah berkembang dan menerima perubahan besar dalam hal politik serta ekonomi sehingga siap menerima modernisasi. Disana pula mulai terjadi ekspansi industrial yang besar. Tingkatan keempat adalah Drive to Maturity dimana pada tahapan ini teknologi telah bersatu dengan industri sehingga industri-industri baru berkembang dengan cepat. Dalam tahapan ini pula sisi ekonomi yang semula hanya berfokus pada industri dan teknologi secara sempit berubah menjadi industri yang lebih terbaharui serta dengan lebih banyak kompleksitas pada teknologi yang diterapkan. Dengan begitu efisiensi dapat dicapai hingga dapat diupayakan untuk mencapai stabiitas serta kematangan dalam ekonomi. Tingkatan yang terakhir atau kelima adalah The Age of High-Mass Consumption. Dalam tahapan yang terakhir ini ekonomi telah mencapai kematangan hingga tingkat konsumsi dari masyarakat pun semakin bertambah hingga mencapai tingkat yang sangat tinggi. Tingkatan ini merupakan tingkat post-maturity dimana melalui proses politik tingkat kesejahteraan dapat lebih ditingkatkan dengan mengalokasikan sumberdaya secara lebih. Kesejahteraan dapat dicapai tak hanya oleh para masyarakat urban tetapi juga masyarakat pekerja serta buruh yang terlatih. Karena pada masa ini telah dicapai kemantapan dalam hal teknologi, maka pertumbuhan ditujukan kepada hal-hal yang bersifat kesejahteraan sosial.
Tingkatan yang selanjutnya adalah suatu tingkatan yang belum dapat diprediksikan setelah tercapainya tahap The Age of High-Mass Consumption. Tetapi yang jelas mereka mencapai tingkatan-tingkatan tersbut untuk berkembang dan terus berkembang. Segala tingkatan diatas pun bukan hanya suatu deskripsi dari tingkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tingkatan-tingatan tersebut telah melalui analisa yang berakar pada The Dynamic Theory of Production.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar