Jumat, 07 Oktober 2011

Zuma Qoyuma / 105120400111006

Minggu 2

What Does Development Mean?

                Sekitar 20 tahun lalu terdapat pernyataan bahwa pembangunan dalam teori dan praktek sangat tidak memuaskan. Dalam sistem praktek yang telah lampau pun dijelaskan bahwa sistem pembangunan semakin memburuk. Ini sangat berlaku pada dunia ketiga yang dominan dikuasai oleh dunia pertama dan kedua sehingga sulit untuk mendapatkan kemajuan dalam bidang pembangunan. Namun tetap ada suatu negara yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar adat mereka dan tidak  terlalu mementingkan akan pembangunan besar-besaran yang kini sedang dilakukan tiap di negara di belahan dunia manapun, yaitu: negara Ladakh.
            Dalam konsepsi pembangunan konvensional, terdapat konsepsi-konsepsi dalam pembangunannya yaitu: kemajuan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengembangan omset usaha, peningkatan investasi dalam produksi, menumbuhkan kapasitas ekspor. Namun terkadang ada kekurangannya yaitu: pembangunan sangat lambat dan tidak merata. Tetapi bagaimanapun juga akan bermanfaat bagi generasi selanjutnya. Permasalahan yang terjadi dalam konsepsi pembangunan konvensional ini adalah sulit sekali bagi Dunia Ketiga untuk menyamai ke standar khas hidup negara-negara yang telah kaya.

Paradigma Hilang, Paradigma Kembali
Studi Pembangunan di Abad ke Dua Puluh

50 Tahun Pemikiran Pembangunan: Hilangnya Paradigma
Setelah Perang Dunia II paradigma pengembangan memberikan sedikitnya 3 karakteristik, yaitu:
1.      Esensialisasi dari Dunia Ketiga sebagai entitas penduduk homogen.
2.      Keyakinan tanpa syarat dalam membuat konsep kemajuan dan kemampuan masyarakat.
3.      Pentingnya nation-state sebagai bingkai analisis dari referensi dari kepercayaan politik dan ilmiah dalam peran negara untuk mewujudkan kemajuan.

Kembalinya Paradigma
            Tiga paradigma setelah Perang Dunia II dalam pembangunan berpikir bahwa mereka telah kehilangan status hegemoni. Menurut Scholte, kapitalisme dewasa ini masih terikat perusahaan nasional, mata uang nasional dan pasar nasional. Juga perselisihan etnis dan gerakan masyarakat adat cenderung untuk mereproduksi kebangsaan dalam skala yang lebih kecil. Jadi, Scholte menyimpulkan ‘globalisasi bergandengan tangan dengan renasionalisasi’. Globalisasi bukan hanya menghilangkan bangsa, merumitkan konstruksi identitas kolektif, menyebabkan hibridisasi. Scholte menyatakan bahwa globalisasi adalah inti fitur dari akhir modernitas.

Minggu 3

TAHAPAN dari PERTUMBUHAN EKONOMI:
Sebuah Non Komunis Manifesto

Seorang ekonomis Walt W. Rostow (1916) bekerja di ke-administrasian Kennedy dan Johnson, dimana ide miliknya memiliki banyak mata uang dengan banyak rencana. Menurut teorinya bahwa semua bangsa melewati 5 tahap yang sama dalam pembangunan ekonominya, yaitu: preconditions for take off, take-off, the drive to maturity, the age of high mass consumption and beyond consumption.

Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi
            Masyarakat tradisional merupakan salah satu yang strukturnya dibangun dengan fungsi produksi yang terbatas, berdasarkan dengan teknologi dan pengetahuan pre-Newtonian, dan di perilaku para pre-Newtonian mengarah kepada dunia fisik. Dalam pembicaraan umum, masyarakat ini (karena keterbatasan dalam produktivitasnya) menyediakan proporsi yang tinggi dari sumber pertanian mereka; dan mengalir dari sistem pertanian terdapat struktur sosial yang hierarki, dengan lingkup yang relatif sempit tapi dalam beberapa lingkup untuk mobilitas vertikal. Keluarga dan klan koneksi memainkan peran paling besar dalam organisasi sosial. Sedangkan untuk the preconditions for take off, tahap kedua dari pertumbuhan masyarakat mencakup dalam proses dari transisi. Membutuhkan waktu untuk mentransform masyarakat tradisional dalam arah kebutuhan untuk pengetahuan modern, untuk menangkis pengurangan pengembalian dan untuk menikmati pilihan dengan barisan bunga yang berlipat ganda.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar