week 7 (Post-Colonialism )
Pemikiran dari Edward Said "Orientalism" (1979) adalah momen penting dalam penerapan ide-ide poststructural dengan hubungan antara Dunia Pertama dan ketiga . Dan dari pertengahan 1980-an dan seterusnya.
ide poststructural mulai muncul dalam studi perkembangan kritis dan berpikir postdevelopmental. Beberapa pemikir ternyata poststructural sebenarnya terus berpikir struktural, tetapi dalam cara-cara baru. Banyak pemikir poststructural lain menyerang pemahaman struktural sama sekali bukan hanya menggeser penekanan, melihat peristiwa seperti yang terjadi di dunia yang jauh lebih anarkis dari pendapat strukturalisme.
Sedangkan strukturalisme melihat makna transenden sistem pinjaman kepada individu, banyak poststructualist ingin kembali signifikansi ke tunggal yaitu, sesuatu yang tidak penting. Sedangkan strukturalisme, dalam bentuk kritis, biasanya mempekerjakan bahasa ekonomi untuk mengkritik kapitalisme, poststrukturalisme menggunakan bahasa budaya untuk mengkritik modernitas, poststrukturalisme melihat pembangunan sebagai strategi pembangunan modern dan kontrol sosial.
Sesungguhnya, sebagai wacana postcolonial telah muncul pada era penjajahan. Namun teori poskolonial mewujud untuk memberikan kritik lama setelah itu. Perspektif postkolonial memberikan kesadaran akan pentingnya identitas kebangsaan, pentingnya nilai-nilai kemerdekaan dan juga humanisme. Jadi, teori ini lahir untuk membongkar relasi kuasa yang membungkus struktur yang didominasi dan dihegemoni oleh kolonial.
Inti kritik dari postkolonial (terhadap kolonialisme) sesungguhnya bukan dalam bentuk penjajahan secara fisik yang telah melahirkan berbagai kesengsaraan dan penghinaan hakekat kemanusiaan, melainkan pada bangunan wacana dan pengetahuan termasuk bahkan bahasa. Postkolonial juga mengritik pendekatan dikotomi yang merupakan simplifikasi yang menyesatkan.
Terpusat pada eurosentris karena hampir semua Negara penjajah merupakan berasal dari Negara-negara eropa.. adanya studi subaltern pada awal tahun 1980an yang dapat diartikan bawahan dalam hal ini yang berkaitan dengan kelas social,kasta,jenis kelamin dan ras serta budaya.dalam hal ini biasanya seorang petani dan kaum jelata. Kebanyakan paham ini pendukungnya berasal dari Negara yang pernah terjajah.
Jumat, 25 November 2011
Aghata Nindya Hasan (105120400111054)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar