Review Minggu ke 7
Di pertengahan tahun 1960 dan awal 1980, pemikiran kritis tentang pembangunan didominasi oleh teori marxis dan neo marxis. Teori ini lebih dijelaskan dalam posisi sejarah seperti sistem kapitalis dunia atau pasar global. Teori struktual selalu disambut dengan kecurigaan, bahkan antagonisme dari hak hak politik. Meskipun penjelasan struktural dan bahkan transformasi sosial menjadi penuh kecurigaan oleh para pemikir kritis pada tahun 1970an dan awal 1980. Elemen dari kritikal teori ini menjadi sebuah post struktural. Kemudian dengan munculnya sebiah buku yang berjudul Orientalisme menjadi moemn yang sangat berpengaruh dalam pengaplikasian post struktural dalam hubungan antara negara dunia pertama dan ketiga.
Kemudian pada masa pencerahan terdapat pembagian negara antara negara eropa yang menjadi pusat alasan, pengetahuan dan kebijaksanaan dan negara peripheri merupakan negara yang tidak tahu apa apa, barbar. Dan eropa ditakdirakn untuk memimpin dunia. Pemikiran pada masa pencerahan hampir sama dengan pemikiran modernisme karena masa pencerahan merupakan basis filosofi dari teori modernisme.
Filososfi post struktural dan post modernisme mencoba untuk mengungkap kecacatan yang melekat pada keseluruhan modernisme. Post struktural berfikir, khususnya dalam bentuk post modern, menegaskan sisi lain dari rasionalitas meodernisme yaitu tentang para kuli, perempuan dan korban kolonialisasi, institusi modern, serta dibawah tekanan yang menyebabkan hilangnya emosi serta kesenangan.
Foucoult berbagi dengan Nietzsche tentang pesona dari power-truth-knowledge yang kompleks dan dengan husserl dan heidegger yang mengkritisi secara mendalam tentang rasionalisme, kepercayaan dan semua proyek dari modernisme.
Post kolonialisme adalah sifat skeptis yang ekstrim tentang proyek barat mengenai alasan, kepercayaan dan kemajuan. Pemikiran ini dirumuskan secara umum di paris yang merupakan puast dari dunia pada masa pencerahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar