Jumat, 25 November 2011

Chrisant Raisha / 105120400111030

POSTSTRUCTURALISM, POSTCOLONIALISM, AND POSTDEVELOPMENTALISM


Antara pertengahan 1960-1980, kritik terhadap pembangunan didominasi oleh teori Marxisme dan Neo-Marxisme yang mengambil bentuk sistematik dan struktural. Salah satu caranyanya adalah jika kita menjelaskan sesuatu hal, berarti memasukkan hal tersebut kedalam konteks yang hal yang lebih umum atau terkait dengan strukturnya. Post-strukturalisme adalah teori kelanjutan perbaikan dari strukturalisme. Beberapa perbedaanya adalah post-strukturalisme menggunakan bahasa budaya untuk mengkritisi modernitas. Post strukturalis melihat pembanguan sebagai strategi dari kekuatan modern dan kontrol sosial.

Abad pencerahan yang terjadi di Eropa pada abad ke 18 menghadirkan pola pemikiran masyarakat. Awalnya masyarakat yang terlalu percaya hal-hal gaib, tahayul, berorientasi pada kehidupan setelah kematian dan berpegang sepenuhnya pada agama, kini berubah menjadi penngutamaan pada rasionalitas, sains, teknologi dan adanya sekulerisme. Dalam pandangan poststrukturalisme, alasan modern direinterpretasikan dengan kritik sebagai model dari kontrol sosial yang bertindak secara terbuka lewat institusi disiplin ilmu (sekolah, dll).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar