Review materi "WEEK 7"
Pada tahun 1960an hingga 1980an studi tentang pembangunan dianggap telah didominasi oleh para kaum marxis yang strukturalis dimana pembangunan dianggap sebagai suatu cara untuk merestrukturisasi masyarakat. Dalam perkembangannya anggapan tersebut mendapat reaksi yang negatif dan mendapatkan kritik dari kaum pemikir baru yang disebut dengan pemikir post-strukturalis. Dalam pemikirannya para post-strukturalis tetap berpikir secara struktural dengan apa yang dimaksud dengan pembangunan, hanya saja mereka menggunakan cara yang lain dalam berpikir secara struktural. Yang dimaksud dengan cara lain tersebut adalah para post-strukturalis lebih menekankan pada aspek kultur dalam struktur masyarakat daripada aspek ekonomi masyarakat itu sendiri, lebih jelasnya para post-strukturalis memandang pembangunan sebagai modern power dan social control.
Pemikiran Marxis merupakan produk dari era pencerahan di Eropa pada abad ke-18 yang kemudian berlanjut kepada munculnya kaum postivis di abad ke-19 dan pemikir modernis pada abad ke-20. Argumen diatas dapat dilihat dari cara berpikir para Marxis yang selalu rasional dan mengesampingkan hal yang bersifat mistis ataupun yang berhubungan dengan agama karena pada era pencerahan ilmu pengetahuan telah menggantikan posisi agama. Selain itu Marxis juga berpikir sebagai positivis yang selalu berpikir ilmiah. Dan yang terakhir adalah bahwa Marxisme sebagai suatu bentuk pemikiran yang modernis dalam bentuk kritik yang tinggi dimana Marxisme menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa masyarakat kepada suatu kesejahteraan yang kemudian terancam oleh penyalahgunaan hal tersebut oleh para aktor yang mengejar profit. Pemikiran Marxis tersebut akhirnya mendapatkan perlawanan dari para pemikir kritis lainnya dengan pemikiran-pemikiran post-strukturalis, post-modernis, dll yang menanyakan kembali apakah arti dari pembangunan yang sesungguhnya dimana perlawanan tadi merupakan bentuk kritik dari para pemikir era setelah masa pencerahan. Tokoh-tokoh perlawanan tersebut antara lain adalah Foucault, Nietzsche, Vico, Heidegger, Husserl dll. Disamping pemikiran post-strukturalis dan post-modernis, muncul pula pemikiran post-kolonialisme yang mengkritik secara keras bentuk pendudukan masyarakat ‘barat’ atau lebih jelasnya bangsa eropa terhadap bangsa ‘timur’ yang kelak akan menimbulkan banyak efek negatif yang berkelanjutan terhadap pandangan akan bangsa ‘timur’. Tokoh- tokoh yang terkenal dalam poskolonialisme adalah Franz Farnon, Edward Said, Homi Bhabha, dan Gayatri Spivak. Mereka berpikir dengan menggunakan pemikiran para pemikir kritis sebelumnya seperti pemikiran, post-strukturalis milik Foucault hingga pemikiran Marxis. Bentuk-bentuk pemikiran kritis tadi merupakan beberapa dari pemikiran yang mempertanyakan kembali apakah sebenarny arti pembangunan yang selama ini selalu disumsikan sebagai suatu kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar