WEEK 7
Diantara pertengahan 1960 sampai dengan awal 1980, pemikiran kritis yang bersangkutan dengan studi pembangunan lebih dikuasai oleh teori-teori dari marxist dan juga neo-marxist. Teori ini berusaha untuk menempatkan setiap kejadian historis dan juga karakter-karakter sosial secara tepat di dalam sistem, pasar global, dan juga sistem kapitalis dunia. struktur-struktur sosial tersebut merupakan basis yang mendasari gerakan-gerakan politik dan juga gerakan sosial yang dapat memicu perubahan pembangunan sosial. Maka, pembangunan juga merupakan dasar yang dapat mengubah struktur sosial. Teori kritis ini, selalu menimbulkan kecurigaan, bahkan menyulut permusuhan dari sisi politik. Elemen dari teori kritis ini memicu munculnya pemikiran ‘poststructural’
Beberapa pemikir poststructural menganggap bahwa bentuk-bentuk perubahan model produksi dalam masyarakat telah berubah, dimana aspek metrial tidak lagi dijadikan sebagai bahan pemikiran yang utama, justru aspek kultur lah yang saat ini dijadikan sebagai bahan pemikiran yang utama. Misalnya saja, manusia lebih mengutamakan apa yang dipercayainya daripada apa yang diketahuinya. Memasuki abad pencerahan, eropa dijadikan semacam pusat dunia dan pemimpin dunia. Di eropa terjadi pembagian daerah berdasarkan apa yang dimilikinya, misalnya kebijaksanaa, pengetahuan, juga negara yang bahkan tidak mengetahui apa-apa. Pemikiran pada abad pencerahan ini sebenranya tidak terlalu jauh dengan pemikiran modernism, dimana kedua pemikiran tersebut lebih ‘menerima’ dibandingkan racism, dengan menganggap bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk berfikir rasional. namun pemikiran modern ini mendapatka kritik dari postructural, dimana post structural menganggap bahwa teori modern merupakan 'representasi dari suatu kebenaran', karena bisa saja apa yang diucapkan bukanlah cerminan asli dari keadaan sebenarnya.
selanjutnya, post kolonialisme merupakan suatu kritik yang saat ini menempati posisi penting di sejumlah cabang ilmu seperti bahasa, satra, sejarah dan lain-lain. pemikiran ini merupakan suatu pemikiran yang menganggap bahwa negara-negara dunia ketiga yang pernah dijajah, tidak akan bisa lepas begitu saja dari negara yang pernah menjajahnya. tentu terdapat pengaruh-perngaruh tertentu yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar