Jumat, 25 November 2011

Yogie Siswo S / 105120401111022

Post Structuralism

Berbeda dengan strukturalis, pendekatan ini tidak hanya melihat dunia hanya pada faktor-faktor produksi ketika mengkritik kapitalisme, tetapi juga juga melihat budaya yang sebagai faktor penting yang menciptakan realitas politik yang diciptakan oleh modernisasi. Analisis pendekatan ini terhadap budaya berbeda dengan pendekatan modernisasi, bahkan mengkritik pendekatan modernisasi. Kritiknya adalah pendekatan modernisasi memandang budaya hadir di dalam masyarakat mempunyai tahap-tahap yang linear seiring dengan perkambangan ekonomi masyarakat tersebut, sedang pendekatan ini post-strukturalis memandang budaya tidak dapat dilepaskan dari wacana yang hadir, dimana wacana tersebut diproduksi dari hubungan antar pengetahuan dan kekuasaan. Dengan demikian, pendekatan post-strukturalis memandang wacana yang melahirkan budaya adalah produk dari hubungan pengetahuan dan kekuasaan.

Post Colonialism

Teori poskolonial merupakan suatu teori yang mempelajari kondisi dari keadaansesudahnya. Teori poskolonial terutama berkenaan dengan keadaan abad ke-18sampai abad ke-19. Teori ini memberikan perhatian kepada apa yang disebut budaya pribumi yang merupakan budaya tertindas dari kekuasaan kolonialisme, juga teori ini berkaitan dengan representasi ras, etnisitas dan pembentukannegara–bangsa. focus kajian poskolonial adalah masalah ketikadilan dalam bidang social budaya dan ilmu pengetahuan yang diakibatkan oleh hegemoni, kolonialisme serta narsisme dan kekerasan epistemology Barat yang sudah berkembang sejak awal abad modern . Dengan perkataan lain, kajian poskolonial “menawarkan” sebuahpemahaman kritis dan berupaya untuk mengungkap berbagai dimensi ideologis,hegemonis dan imprealis yang terdapat dalam ilmu social-budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar