Exploring Post-Development
Review Minggu ke-IX
Konsep tentang pembangunan sekitar tahun 1980an mendapat banyak kritikan dari para ahli.Terutama karena konsep tentang pembangunan tersebut berbeda dengan implikasinya dan tak terlihat memberikan perubahan yang lebih baik. Para penulis Post-Development seperti Escobar,Rahnema,Nandy,dll,menganggap bahwa pembangunan pada saat itu dianggap hanyalah strategi dari negara-negara barat untuk menguasai negara-negara dunia ketiga (asia,afrika dan amerika latin).Beberapa ilmuwan tersebut kemudian sepakat untuk mencari “alternatif bagi pembangunan” daripada “pembangunan alternatif”.Dalam kritiknya Escobar mengungkapkan seharusnya strategi pembanguna dilakukan dunia pertama adalah guna membangun pembangunan negara dunia ketiga yang tertinggal dan bukan hanya merupakan suatu eksploitasi alam dan sosial dari negara-negara dunia pertama terhadap negara-negara asia,afrika dan amerika latin saja.Bagi Escobar masalah pembangunan saat itu adalah pembangunan yang dilakukan dengan model industri Barat.
Kritik-kritik post-development terhadap pembangunan tak bisa dipisahkan oleh pemikiran post-modernisme terhadap modernitas.Para penulis post-development setuju terhadap pemikiran Foucault yang melihat pembangunan dipengaruhi oleh kekuasaan.Berdasarkan wacana kekuasaan Foucault ini Escobar menyatakan bahwa pembangunan adalah ciptaan modernitas oleh Barat yang dilandasi kekuasaan Barat dan menciptakan hubungan Barat dengan negara-negara dunia ketiga.Sedangkan menurut penulis post-development lain seperti Rahnema pembangunan adalah perpanjangan logika kolonial Eropa yang dilandasi oleh kepercayaan bahwa kemajuan ekonomi negara-negara Barat merupakan hasil mekanisme ilmiah,hal ini kemudian menimbulkan hegemoni Barat terhadap negara dunia Ketiga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar