Jumat, 16 Desember 2011


Adhitia Pahlawan Putra / 105120407111010
Globalization, Neo liberalism and the state of Underdevelopment in the new periphery
Runtuhnya sosialis dan menangnya kaptalis telah mempengaruhi system dan tatanan internasional.  Dari kapitalisme ke  globalisasi  dan Neo liberalism. mungkin hal itulah yang saya pahami. Setelah kemenangan kapitalisme dan demokrasi, globalisasi dan neoliberalism menjadi perdebatan yang muthakir khusunya dinegara periphery.
Institusi-institusi seperti WTO, IMF, World Bank yang merupakan bentukan dari Group Seven atau G7 merupakan tujuan dari mereka untuk menuntut kepada Negara periphery melakukan homogenisasi padahal hal tersebut yang diuntungkan dalah mereka karena merekalah siap dengan itu yaitu Negara core.
Artinya apa ? institusi-institusi itulah kemudian yang semakin merugikan Negara berkembang dan perphery dimana mereka terikat dalam sebuah regulasi global. Padahal resources dalam setiap Negara berkembang atau periphery itu berbeda tetapi regulasi yang ditetpkan sama. Sehingga, globalisasi ekonomi dan neoliberalism yang mengubah perimbangan politik global dan ketidak setaraan antara core dan periphery. Yang kemudian memuculkan negara periphery baru bagi negara core.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar