Jumat, 09 Desember 2011

novia primaditya, 105120400111036

week 9, exploring post development

Pada sekitar tahun 1980-an, terdapat banyak sarjana dan juga aktifis yang merasa tidak puas terhadap konsep dan juga praktek dari ‘pembangunan’. Pembangunan ini tidak dianggap memperbaiki keadaan, namun justru makin memperburuk keadaan ekonomi dimana jurang pemisah antara kaya dan miskin justru semakin lebar. Hal ini terlihat dari bukti nyata atas embangunan di negara dunia ketiga yang cenderung terlampau jauh dengan negara lainnya. Kritik-kritik dari para sarjana dan juga aktifis inilah yang akhirnya memunculkan sebuah ide pemikiran baru yang bernama post-development.

selanjutnya, kaum post-development sendiri mempunyai dua poin yang menjadi alasan utamanya mengkritik pembangunan :

  • Konsep tradisional dari pembangunan merupakan eurosentris. Pemikiran ini didasarkan kepada labelling dimana negara-negara seperti Amerika dan juga Eropa Barat merupakan negara yang maju, sementara negara seperti Asia, Afrika dan juga Amerika Latin merupakan negara yang underdevelop. Sehingga peraturan-peraturan di negara ‘maju’ tersebut tampaknya harus juga diterpkan kepada negara lainnya.
  • Konsep tradisional dari pembangunan memiliki implikasi dari otoriter dan juga teknokratik. Dari sini dilihat bahwa biasanya pembangunan sangat berhubungan dengan power. Dimana pada prakteknya, pembangunan sendiri didapatkan oleh orang-orang yang memiliki power yang besar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar