Tampilkan postingan dengan label Minggu VI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minggu VI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

The End of Development, or a New Beginning? 0

Tulisan ini menjelaskan diskursus antara akhir dari pembangunan dengan awal dari pembangunan itu sendiri. Negara – negara yang telah maju merupakan pemimpin atas pembangunan yang berdasarkan kapitalisme, namun peran itu diduga menurun akibat dari populasi – populasi di negara lain yang menjadi model dari pembangunan saat ini. Hal ini berawal dari sistem pembangunan sebelum abad 20 hingga akhir abad 20.

Sebelum abad 20, pembangunan negara – negara diprioritaskan kepada kepentingan nasional, di mana setiap negara menginginkan negaranya lebih unggul dari negara lain terkait masalah ekonomi. Pada awal abad 20 hingga saat ini, paradigma pembangunan bergeser, yakni dari level negara menjadi level individu yang artinya aktor dari pembangunan tidak lagi hanya negara, tetapi juga individu. Kesamaan model pembangunan masih tetap sama, yakni peningkatan kualitas hidup manusia.

Tulisan ini juga membahas mengenai postdevelopment yang masih berhubungan dengan modernisasi. Postdevelopment ini dipengaruhi oleh poststrukturalisme dimana, krisis Asia pada tahun 1997 menjadi titik tolak bagi teori-teori pembangunan neoklasik. Postdevelopment berhubungan dengan pergerakan – pergerakan antiglobalisasi yang pada akhirnya memberikan wacana ulang terhadap tujuan pembangunan.

Selengkapnya...

Jumat, 28 Oktober 2011

Linda Octaviani Buanan K. / 105120407111014 0



Minggu 6
The End of Development, or the New Beginning?

Masyarakat memerlukan pembangunan. Salah satu dari teori pembangunan adalah teori post-development. Teori post-development mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan berkaitan erat dengan modernisasi, yang memerlukan perluasan kontrol dari dunia barat dan sekutunya di negara-negara berkembang. Dengan kata lain tujuan dari pembangunan bukanlah human development melainkan kendali oleh manusia dan penghapusan dominasi. Teori ini juga membuat beberapa klaim yang menarik, bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan peningkatan taraf hidup melainkan peralihan dari ekonomi yang sebelumnya bersifat informal ke dalam jaringan sirkulasi komoditas. Dalam teori ini negara dianggap semena-mena. Yaitu akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Post-development sendiri tidak menciptakan sebuah teori pembangunan, mereka hanya mengkritisi teori pembangunan sekarang. Post development meyakini adanya suatu new beginning dari pembangunan karena pembangunan pada dasarnya tidak pernah berakhir hanya berubah sesuai interpretasi masing-masing.

        
 Minggu 5

Ada yang beranggapan bahwa apa yang terjadi pada sebuah negara berkembang merupakan suatu efek yang ditimbulkan dari hubungan yang terjadi antara negara berkembang dengan negara-negara maju. Hubungan tersebut mengakibatkan munculnya istilah ‘metropolis satellite structure’. Istilah ini sendiri dimaksudkan kepada negara-negara maju yang disebut dengan metropolis dan juga negara-negara berkembang yang disebut satellite. Seperti yang kita ketahui, sekarang ini semakin banyak pengeksploitasian yang dilakukan oleh negara maju terhadap negara berkembang, yang merupakan praktek dari kapitalisme yang dilakukan oleh negara metropolis.

Kapitalisme sendiri adalah suatu paham yang berkonsentrasi pada kebebasan pasar yang tentu saja akan mempengaruhi struktur pembangunan dan politik. Sistem ini tampaknya cukup bagus karena akan meningkatkan daya saing perekonomian suatu negara dan akan membawa keuntungan ekonomi yang besar terhadap pembangunan suatu negara, namun disisi lain kapitalisme juga akan membawa kerugian bagi negara-negara berkembang, hal ini disebabkan adanya ketertinggalan teknologi pengolahan sumber daya yang ada, beberapa peneliti berpendapat bahwa negara-negara maju hanya memanfaatkan negara-negara berkembang sebagai sumber dari bahan mentah yang dari industri yang dimiliki negara maju, jadi bisa dianggap bahwa kapitalisme justru menghambat pembangunan bagi negara-negara berkembang karena mereka hanya di manfaatkan bagi kemajuan negara maju. Selengkapnya...

Dennis Wahyudianto (105120400111057) 0

Development and Underdevelopment
               
Sampai saat ini, mayoritas masyarakat masih menganggap bahwa kesuksesan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari tahap-tahap suksesi tingkatan yang diperenalkan oleh capitalism dan bagi negara-negara yang underdevelopment saat ini, mereka dianggap masih di tingkatan tradisional , yang sudah ditinggalkan oleh negara-negara yang sudah berkembang pada masa lalu. Begitu juga dengan pemahaman yang dibangun dimana untuk mencapai kemapanan pembangunan, suatu negara harus menyatukan pandangan terhadap modal, institusi dan nilai norma mereka dengan negara-negara kapitalis nasional dan internasional . Ternyata pemahaman kontemporer saat ini dapat melihat bahwa adanya kontradiksi jika ditelisik secara sejarah . Seperti , negara maju (metropolis) tidak pernah melewati fase underdevelopment ,walaupun pernah terdapat di posisi undevelopment, ataupun negara berkembang (satelite) dapat meningkatkan pembangunan ekonominya hanya dengan terlepas atau independent dari ikatan atau difusi dengan negara-negara metropolis.
                Terdapat tiga teori kontemporer yang muncul dari studi kasus yang berkisar tentang pembangunan negara berkembang, dengan Amerika Latin sebagai objek penelitannya (Brasil, Chili dan Argentina dalam artikel ini), antara lain :
  1. Berbeda dengan pembangunan negara-negara metropolis yang ada di dunia ini , dimana mereka tidak mendapat status satellite, pembangunan negara ataupun subordinat metropole terbatasi dan terbatasi oleh status satellite.a
  2. Negara satellite ternyata mengalami perkembangan ekonomi dan perkembangan industri yang sangat pesat justru disaat hubungan yang dibangun antara negara satellite  dengan negara metropolis dalam keadaan terlemah
  3. Negara-negara yang saat ini menjadi negara terbelakang dalam hal pembangunan negaranya ternyata merupakan negara-negara yang mempunyai hubungan terdekat dengan negara metropolis  pada masa lampau
Semua hipotesis dan penelitian memberi kesan bahwa the global extension and unity of the capitalist system memonopoli sturuktur sistem internasional dan juga pembangunan suatu negara melalui sejarah dan pengecapan status yang ditanamkan secara konsisten daripada melihat perkembangan industri kapitalis yang berkembang di negara underdeveloped itu sendiri.


The End Developpment , or  a New Beginning ?
                
Studi Pembangunan merupakan salah satu dari “benteng”  modernisme dalam ilmu sosial.  Dimana setiap teoritis mempunyai pemaknaan yag berbeda tujuan dari pembangunan dan juga beberapa permasalahan dalam isi dan hal yang diinginkan untuk didapatkan. Dalam teoritis yang meyakini “postdevelopment” , tujuan pembangunan lebih dekat kepada modernisasi  dimana dikontrol oleh negara-negara Barat dan aliansi nasional di negara-negara berkembang. Jadi , bisa dipastikan bahwa             kesejahteraan manusia bukanlah hakiki tujuan pembangunan , tetapi  penguasaan kontrol dan dominasi manusialah tujuan sebenarnya. Seperti halnya industri, pada dasarnya setiap pembangunan mengklaim bahwa perindustrian adalah indicator utama untuk membentuk suatu pembangunan dalam suatu negara, tetapi akhirnya menjadi dominasi terhadap manusianya sendiri dengan menjadikan manusia sebagai budak dengan label “buruh”, sehingga hal ini berkaitan dengan statement yang sudah diutarakan sebelumnya.

$0D

Selengkapnya...

Jumat, 21 Oktober 2011

DEVELOPMENT 0

Perdebatan antara kapitalisme dan development
Untuk memahami hubungan antara kapitalisme dan development pada saru sisi dan antara imperialism dan development pada sisi lainnya yaitu berkonsentrai pada bentuk analisis secara historis yang memakai perjuangan kelas pada poin local. Kontradiksi antara kapitalisme dan pusat revolusi di tempat dunia periphery dalam system kapitalis yang berdasarkan pada penggabungan imperialism dan kapitalisme.
Amir saman membagi 3 teori yang menjelaskan teori keterbelakangan.:
Pengumpulan primitive, spesialisasi internasional, dan tidak sepadannya tingkat penghasilan antar negara.

            Pembangunan semakin berkembang setelah Perang Dunia II berakhir. Institisi yang turut membantu proses pembangunan ini diantaranya ialah World Bank, IMF, yang diciptakan untuk melakukan pekerjaan ini.  Pada waktu itu pembangunan ditandai dengan adanya proses industrialisasi yang sangat pesat.


Selengkapnya...

irfan taufiq al f / 105120400111022 0

            Minggu 5
kapitalisme adalah suatu paham yang berkonsentrasi pada kebebasan pasar yang tentu saja akan mempengaruhi struktur pembangunan dan politik. sistem ini tampaknya cukup bagus karena akan meningkatkan daya saing perekonomian suatu negara dan akan membawa keuntungan ekonomi yang besar terhadap pembangunan suatu negara, namun disisi lain kapitalisme juga akan membawa kerugian bagi negara - negara periferi, hal ini disebabkan adanya ketertinggalan teknologi pengolahan sumber daya yang ada, beberapa peneliti berpendapat bahwa negara - negara core hanya memanfaatkan negara - negara periferi sebagai sumber dari bahan mentah yang dari industri yang dimiliki negara core, jadi bisa dianggap bahwa kapitalisme justru menghambat pembangunan bagi negara - negara periferi karena mereka hanya di manfaatkan bagi kemajuan negara core..
                selain membutuhkan bahan mentah yang didapat dari negara periferi, negara core juga membutuhkan pasar untuk pemasaran hasil – hasil industri yang mereka lakukan, hal ini tentu saja untuk memaksimalkan keuntungan mereka, oleh beberapa negara seperti singapura ataupun malaysia pemasaran hasil industri oleh negara – negara core tersebut bisa mendatangkan keuntungan bagi negara periferi tersebut, namun bagi negara lain hal tersebut justru akan menambah ketergantungan negara periferi terhadap negara core, karena sistem ekonomi negara tersebut sudah dikuasai oleh negara core.
Selengkapnya...