Jumat, 30 Desember 2011

Prasetyani A.P/105120403111002 0

Minggu 9

Post development: ide tentang pembangunan merupakan representasi dari kolonialisme dan eurocentrism.

Teori post development menekankan pada pentingnya wacana pembangunan. Ini menawarkan jalan untuk pembangunan selalu didefinisikan dan didiskusikan. Teori ini berpendapat untuk memahami pembangunan mencerminkan keumuman hubungan kekuasaan dan pembenaran beberapa ide atas nama pembangunan yang selalu dibenarkan. 


Minggu 10


Neoliberalisme merupakan seperangkat kebijakan ekonomi yang telah meluas selama 25 tahun terakhir. 

Poin utama dalam neoliberalisme:

· Mekanisme pasar bebas dimana perusahaan-perusahaan swasta dibebaskan dari segenap keterikatan dan intervensi pemerintah.

· Mereduksi pengeluaran negara, terutama anggaran publik dalam hal pelayanan sosial.

· Melakukan deregulasi dengan menekan peraturan-peraturan pemerintah agar menguntungkan kalangan pengusaha.

· Privatisasi dalam bentuk penjualan aset-aset publik seperti BUMN kepada investor swasta.


Minggu 11


Harding menguraikan tiga set epistemologis sikap feminis

terhadap ilmu pengetahuan: empirisisme feminis berpendapat bahwa kepatuhan ketat untuk

norma-norma yang ada penyelidikan oleh para ilmuwan perempuan bisa benar bias sosial

dalam ilmu; teori sudut pandang feminis, yang berasal dari Hegelian dan Marxis

berpikir, berpendapat bahwa dominasi laki-laki menghasilkan parsial dan jahat

sedangkan pemahaman posisi ditundukkan perempuan memberi mereka

potensi untuk pemahaman yang lebih lengkap, dan feminis postmodernisme

menantang asumsi universalisasi dari dua posisi lainnya,

menekankan identitas retak diciptakan oleh kehidupan modern dan beberapa

sifat berteori.



Selengkapnya...

neoliberalisme dalam pembangunan global 0


Krisis finansial pada tahun 1998 telah menjadikan keadaan global saat ini riskan akan krisis-krisis selanjutnya. Hal ini juga menandakan akan adanya krisis yang sangat besar dalam penerapan teori dan praktik pembangunan internasional. Efek domino di perekonomian Asia , Amerika Latin dan Eropa Timur  mengindikasikan ketidakmampuan rezim ekonomi dunia untuk memprediksi, mempreventif dan mengelola banyaknya disfungsi yang ada. Institusi struktural yang terbentuk dari kesepakatan Bretton Wood tahun 1994 (IMF, WB, dan GATT yang saat ini menjadi WTO ) tidak bisa menjauhkan negara-negara dari keadaan yang sulit ini. justru menambah kesulitan yang ada. Semua krisis pembangunan yang melanda dunia ini berakar dari logika dalam perbedaan ideologi yang nyata dan kebijakan pragmatis yang merujuk pada kata 
“neoliberalism”

Pembangunan model neoliberal telah membawa keterpurukan massif dari standar kehidupan yang seharusnya terjadi, disparitas yang selalu meningkat, kerusakan lingkungan, pengikisan kedaulatan nasional dan melemahkan pembuatan kebijakan yang sarat keadilan sosial.  Yang paling penting, neoliberalism telah melakukan pendefinisian ulang dari “kontrak sosial”

Tujuan dari studi ini adalah menawarkan gambaran analitik dari konteks, kebudayaan, struktur, proses, dan konsekuensi dari neoliberalisme. Pertama, melibatkan penilaian dari sejarah dan evolusi neoliberalisme  sebagai fenomena sosial-politik dari dasar menuju keberadaannya saat ini.  Perspektif kedua melibatkan analisis sistematik dari teori dan praktik neoliberalisme , dari keadaannya saat ini dan efeknya.

Sejarah dan keadaan struktural dari “new economic order” saat ini adalah terdefinisi menjadi tiga parameter struktural yang fundamental  yang merupakan restrukturasi makro ekonomi global. Pertama, akhir Perang Dingin dan runtuhnya sosialis di Negara Kedua yang merupakan klaim kemenangan kapitalisme. Kedua, disintegrasi dan marginlisasi lebih dalam dari Negara Ketiga. Ketiga, terjadinya globalisasi ekonomi dalam skala global yang merupakan sesuatu yang sangat buruk dalam sejarah manusia. Hal terkrusial yang menandakan adanya global rezim ini adalah menyebarluasnya neoliberalisme sebagai hegemon dan diskursus homogenisasi global.

Struktur pembuat keputusan formal dalam rezim ekonomi global terlihat jelas dengan adanya organisasi-organisasi internasional saat ini, seperti GATT yang menjadi WTO, IMF, Bank Dunia, OECD, Group of 8, blok-blok regional seperti ASEAN, Uni Eropa, dan blok perdagangan bebas seperti NAFTA dan MERCOSUR. Hubungan formal antara global dengan pemerintahan domestik ini dihubungkan melalui kesepakatan internasional dan kondisi eksternal yang mempengaruhinya, seperti keadaan fiska, moneter dunia ,dan kebijakan kredit. Hubungan ini dipaksakan oleh ideology universal dan sosialisasi professional oleh orang-orang expert dari dalam negara maupun internasional. Dengan institusi-institusi pembuat kebijakan global ini, elite ekonomi dunia dapat mengelolal kepentingan mereka dan dapat menegosiasi peraturan dari struktur yang ada untuk mendapatkan kepentingannya dan memaksimalkan profit

Efek dari ketidakamanan ekonomi ini  termanifestasi menjadi kemiskinan, tingkat pengangguran yang tinggi dan tingkat ketimpangan strata ekonomi yang sangat besar. Globalisasi ekonomi di bawah formulasi neoliberal telah menjauhkan orang-orang dari pemenuhan kebutuhan dasar mereka sebagai manusia, seperti akses dalam mendapatkan makanan, rumah, dan pekerjaan. Hal ini terjadi karena polarisasi sosial dalam dan antar batasan-batasan yang harus dilakukan oleh negara, yang pada akhirnya berkontribusi menimbulkan status “new centre and periphery” yang tidak lagi berdasarkan wilayah geografi , tetapi dilihat dari ekonomi dan politik grup yang dibedakan menjadi negara-negara “Utara” dan negara-negara “Selatan”. Dengan melihat semua tinjauan di atas, neoliberalisme mungkin adalah salah satu penipuan terbesar dan terelaborasi dengan sangat baik di sejarah modern manusia.

Selengkapnya...

Minggu, 25 Desember 2011

KHARIS PRIMA ALMI 105120401111006 0


Minggu ke-10 Neoliberalism 

Konteks pembicaraan neoliberal sebenarnya berkiblat pada suatu kebijakan ekonomi. Neoliberal tidak berbeda jauh dengan pendahulunya liberal, jadi adanya pembaharuan teori tentang kebijakan ekonomi.
Adam Smith adalah tokoh penting dalam berkembangnya teori liberal (1776). Adam smith mengatakan jika akan dicapainya suatu pembangunan ekonomi , maka intervensi dari pemerintah harus direduksi, seperti dalam hal penghapusan tarif, perdagangan bebas, maupun hambatan-hambatan lainnya. Namun pada kenyataannya, dalam prakteknya kebijakan yang dilakukan berdasarkan teori ini menimbulkan masalah baru. Yaitu adanya ketimppangan antara yang kaya dan simiskin. Atau kaum kapitalis yanng menguasai sebagian besar keuntunga.
John Maynard Keynes adalah salah satu tokoh penentang dari praktek liberalisasi. Maynard mengatakan harus adanya intervensi dari pemerintah untuk mengatur ketenagakerjaan, karen faktor ketenagakerjaan juga hal vital yang harus dimiliki kapitalisme. Kemudian kritik tersebut juga mempengaruhi newdeal presiden Roosevelt.
Tetapi krisis kapitalis yang telah berlangsung lama telah mengilhami perusahaan-perusahaan untuk menggunakan kembali liberalisasi ekonomi. Sehingga terciptanya teori liberalisasi ekonomi baru , yaitu neo-liberal


Selengkapnya...

KHARIS PRIMA ALMI 105120401111006 0


Minggu ke-8
Exploring Post-Development
Pada awalnya pembangunan suatu yang diupayakan oleh berbagai pihak termasuk negara maju untuk meningkatkan intensitas pembangunan dinegara ketiga. Namun pada perkembangannya pembangunan dinegara ketiga menimbulkan beberapa masalah sepeti masalah kemiskinan yang semakin meningkat dinegara ketiga, kesenjangan ekonomi yang begitu terlihat anatar orang kaya dan orang miskin, disitegrasi sosial, maupun degradasi lingkungan yang disebabkan oleh industrialisasi yang menggunakan teknologi yang tidak bersahabat dengan lingkungan. Masalah-masalah yang timbul tersebut dapat dikatakan sebagai kegagalan dalam menciptakan pembangunan merata dinegara ketiga dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.
Kemudian muncul berbagai alternatif terhadap masalah pembangunan tersebut termasuk post-development. Teori ini secara tegas mengkritik teori pembangunan yang sedang berlangsung yaitu tidak adanya konstribusi dari pembangunan itu sendiri dalam membangun suatu negara. Kemiskinan dan keterbelakangan masih terlihat dinegara berkembang. pembangunan masih dinilai sebagai kendali negara barat.  Teori ini berkembang pada tahun 1980-an, pada teori ini mengatakan masalah pembangunan yang masih terlihat tersebut karena masih adanya perbedaaan dari pembangunan itu sendiri. Yang perlu diperbaiki adalah konsep pengertian dari pembangunan, bukan berdasarkan pengalaman dunia barat yang selalu diimplementasikan kedalam arti pembangunan dan penerapannya.

Selengkapnya...

KHARIS PRIMA ALMI 105120401111006 0


Minggu ke-7
POSTCOLONIAL WORLD
Pada umunya poskolonial muncul karena kondisi dunia yang semakin berbeda, Sama dengan teori-teori baru lainnya. Sudah tidak adanya penjajahan dan kondisi dunia yang sudah mementingkan aspek ekonomi dari pada kekerasan telah menjadi dasar timbulnya teori ini. telah usainya era kolonial telah memberikan konstribusi besar pada poskolonial. Walaupun penajajahn telah usai, namun negara-negara bekas jajahan tersebut masih dihegemoni oleh negara penjajahnya.
Yang paling terlihat adalah, pemaksaan budaya oleh negara-negara penajajah. Negara penajajah yang disebut juga negara barat telah memaksakan budaya mereka untuk diterapkan di negara-negara bekas jajahan atau negara timur. Orang negara barat beranggapan bahwa budaya mereka adalah yang paling baik sedangkan budaya lainnya tidak baik, sehingga timbul keinginan kuat bagi negara barat untuk memasukkan unsur budayanya kedalam budaya negara terjajah. Ketidaksesuain norma, prilaku, maupun kebiasaan yang terkandung dalam budaya negara terjajah menjadi dasarnya masih berlakunya era kolonial namun dalam konteks yang berbeda.
Selengkapnya...

KHARIS PRIMA ALMI 105120401111006 0


MINGGU 6 The End of Development, or a New Beginning?
               
Disini terjadi pertentangan atau perdebatan antara penggerakan populist dengan teoritis pembangunan. Pada dasarnya yang diperdebatkan adalah globalisasi yang terus berkembang seakan sudah tidak bisa dikontrol lagi. Populist yang beranggapan bahwa globalisasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi dunia harus dikembalikannya lagi kontrol yang telah hilang. Sednagkan teoritis beranggapan globalisasi ini sangat berperan besar pada pembangunan. Namun yang perlu digarisbawahi, arti dari pembangunann itu sendiri masih rancu, yang pertama pembangunan diartikan sebagai peningkatan dibidang sosial seperti taraf hidup, kesehatan, pendidikan, dll. Namun teoritis melihar arti dari perkembangan itu sendiri adalah hanya dilihat dari perkembangan statistik ekonomi. Jadi fokos teoritis ini tidak berdasarkana akan perkembangan didalam masyarakat.
Dalam teori postdevelopment terdapat teori-teori pembaharuan tentang bagaimana kita harus memandang pembangunan itu sendiri dan efek yang ditimbulkan.

Selengkapnya...

KHARIS PRIMA ALMI 105120401111006 0


Minggu ke-5
The Development of Underdevelopment

André Gunder Frank membagi negara menjadi dua yaitu negara metropolis dan negara satelit. Negara metropolis adalah penggolongan yang diberikan kepada neara maju sedangkan negra satelit adalah pada mumunya negra dunia ketiga yang terbelakang. Diamana diantara negara metropolis dan negara satelit akan terciptanya suatu hubungan dan ketergantungan satu sama lainnya. Kondisi negara satelit tidak lepas dari akibat yang dilakukan oleh negara metropolis dalam faktor kapitalisme. Hubungan tersebut suatu eksploitasi negara maju kepada negara satelit sehingga timbul ketimpangan yang sangat jauh antara negara metropolis yang semakin maju dengan negara satelit yang semakin tertinggal.

Dalam pendekatannya Frank mempunyai beberapa hipotesa untuk menggambarkan “fenomena The Development of Underdevelopment”yaitu :
1.      1. Hubungan yang timbul antara negara metropolis dengan negara satelit akan menimbulkan ketimpangan , yang maju akan semakin maju sedangkan yang terbelakang akan semakin tertinggal dengan negara-negara maju.
2.     2.  Industri dapat berkembang dinegara satelit , jika tidak adanya intervensi atau hegemoni negara-negara metropolis
3.      3. Kemudian timbul negara-negara terbelakang ini mengulang situasi sistem feodal dimasa lalu.
Selengkapnya...