Jumat, 07 Oktober 2011

Adha Panca Wahyu Adika/105120400111040

Minggu ke 2
WHAT DOES DEVELOPMENT MEAN? A REJECTION OF THE UNIDIMENSIONAL CONCEPTION
                Teori pemerintahan konvensional memunculkan 2 kritik pokok. Pertama, distribusi sumber daya dan pemerintahan akan lebih condong pada orang/negara kaya, produksi lebih diprioritaskan untuk orang/negara kaya. Kedua, praktek dan juga teori pemerintahan konvensinal sangatlah tidak mungkin untuk dunia ketiga untuk menaikkan standar hidupnya seperti layaknya negara-negara kaya. Tujuan dan pokok-pokok dari pembangunan masih sulit diimajinasikan, sehingga tujuan ekonomi masih sulit untuk dicapai. Teori konvensional berfokus pada konsumsi dan produksi, ekspor dan investment.
The "Conserver Society" Vision. Inti dari pandangan ini adalah secara material yang mirip dengan gaya hidup yang kecil dan kecukupan akan dirinya yang tinggi serta kerjasama ekonomi lokal. Namun efek dari pemerintah konvensional adalah tidak ada kata cukup untuk suatu negara dalam bidang ekonomi. Dalam pandangan sangatlah mungkin bagi negara yang memperkaya masyarakatnya ataupun wilayahnya namun akan menjadi lebih miskin dalam sistem pemerintah konvensional.
Reorganisation, inti dari konsepsi alternatif ini adalah masyarakat diminta untuk menata ulang sumber daya fisik dan biologisnya untuk akhirnya bersama-sama menyediakan untuk mereka sendiri kondisi dan sistem ang diperlukan untuk memenuhi persyaratan untuk satisfactory development.
Consider Ladakh. Ladakh, daerah dekat Tibet yang berada pada ketinggian 14.000 kaki yang hidup dengan peralatan tradisional, jauh dari kata modern. Namu mereka bisa hidup dengan nyaman dan bahagia, karena mereka menjaga nilai-nilai sosial mereka, dan juga mereka memiliki kehidupan spiritual yang kaya. Mereka tidak tertarik akan powe, dominasi, dan juga kompetisi. Mereka hidup bersama untuk kepentingan bersama, mereka mengelola sumber daya alam secara bersama. Disini tidak ada masalah sosial seperti yang terjadi pada dunia modern saat ini. 

Minggu ke 3
5 Tahap Pekembangan ekonomi :
1.       The Tradisional society. Struktur yang dikembangkan dengan fungsi produksi terbatas. Konsep dasarnya selalu berubah dan tidak meniadakan peningkatan output. Pada dasarnya perubahan pada masyarakat akan secara otomatis merubah teknik perekonomian mereka.
2.       The preconditions for take-off. Bisa disebut sebagai masa transisi. Perubahan ada pada perekonomian itu sendiri, namun tetap menjaga kesetabilan nilai sosial. Satu hal yang paling tegas adalah politik. Secara politik, bangunan utama yang menjadi pusat negara bangsa sebagai basis koalisi dengan nasionalisme baru, di oposisi berlandskan kepentingan tradisional, kekuatan kolonial ataupun keduanya.
3.       Take off, dimana terdapat jarak antara blok lama dan perlawanan yang tumbuh bersama yang akhirnya bisa teratasi. Banyak teknik dan metode baru dalam pengembangan ekonomi. Investasi dan tabungan juga akan meningkat dari sebelumnya.
4.       The Drive to Maturity. Setelah melewati tahap take-off­ yang mengalami perubahan tidak tetap, seperti sekarang arah pertumbuhan ekonomi secara regular adalah mengedepankan teknlogi modern dalam setiap aktifitas  ekonominya. Maturity disini bisa diartikan sebagai tahap pada ekonomi menunjukkan kemampuan maju melebihi industri original yang melalui kekuatan take-off nya dan untuk menyerap serta memakai secara efisien sumber daya yang ada dan ini merupakan buah dari sebuah teknologi modern. Dalam tahap ini teknologi dan keahlian wirausaha untuk berproduksi bukanlah segalanya, namun pilihan ekonomi ataupun politik untuk memproduksi yang lebih diutamakan.
5.       The Age of High Mass Consumption. Pada tahap ini sektor yang memimpin adaalah sektor barang dan jasa. Meningkatnya angka permintaan atas barang primer secara otomatis akan mengubah jumlah pekerja dalam memproduksi barang-barang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar