Tidak kurang dari 20 tahun telah mengakui teori pembangunan dalam paraktinya membuat ketidakpuassan negara. Pendapatan perkapita 19 negara pada 1960 menurun sehingga Terjadi kemiskinan pada 1.6 milyar penduduk dunia. Terdapat beberapa argument terhadap masalah teori pembangunan dan praktiknya. Pertama, sumber distribusi dan pembangunan yang hilang dari kekuatan pasar dan beberapa sumber lainnya telah mengalir kepihak terkaya. Kedua, sama sekali tidak mungkin terjadi kenaikan pada mata pencaharian pada negara-negara kaya. Dalam situasi global seperti itu, terdapat peran sentral dari ekonomi lokal. Disuatu negara kaya maupun miskin, ekonomi lokal cukup mandiri dengan mempunyai lahan pertanian sendiri sampai bank lokal. Hal tersebut dapat membayar manfaat impor dengan melakukan ekspor. Dengan begitu ekonomi lokal dapat mendapatkan keuntungan maksimal dan mempengaruhi ekonomi global.
Terdapat konsikuensi dari unidimensional pembangunan. Yaitu pembangunan yang sedang berlangsung belum tentu dpat dilanjutkan (cukup). Dalam konsep pembangunan konvensional, suatu wilayah dapat lebih dikembangkan jika terdapat investasi, peningkatan produksi dan konsumsi. Pada konsep alternatif pembangunan, reorganisasi menjadi inti dari konsep tersebut. Reorganisasi terdapat dalam masyrakat dalam aktivitasnya. Reorganisasi mengatur bagaimana masyarakat melakukan aktifitasnya untuk mencapai tujuan bersama. Mereka mendapatkan makanan yang baik dengan lahan yang telah terorganisir, mereka mempunyai kebudayaan hidup dengan terorganisir. Masyarakat secara tidak langsug mempunyai hak untuk mengatu sendiri kekayaan mereka dengan lahan, pengetahuan, dan akal budi mereka.Terdapat perbedaan yang kontras antara teori pembangunan konvensional dan unidimensional. Teori pembangunan konvensional menegaskan orang-orang dunia ketiga harus menunggu untuk mendapatkan barang dan jasa dasar. Pemerintah cendrung menghalangi dan lebih memprioritaskan pihak kaya. Teori bahkan telah dianggap sebagai ideologi yang kuat dan ganas . pembangunan dunia ketiga berpusat pada industri dan teknologi, dan menyebabkan kemiskinan. Kaum marxis melihat ini sebagai pro-kapitalis, karena hal tersebut tidak dapat dihindari dari pembangunan dan hanya orang kaya yang menguasai aktifitas ekonomi.
week III
week III
Walt W. Rostow
Rostow mempunyai pandangan terhadap ekonomi pembangunan. Para planers dan negara mempunyai keinginan untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai pertumbahan ekonominya. Anggapan rostow, teknologi,penyelamatan, pengusaha, dan sistem politik yang benar menjadi garis besar untuk mencapai produktivitas. Dalam teorinya, Rostow menyadarkan nega-negara miskin tentang kesalahan hanya datang dari kondisi internal atas kekurangan dalam pembangunan. Rostow membagi pertumbuhan ekonomi menjadi 5 tingkatan yaitu, masyarakat tradisional, persiapan take-off, take-off, perjalanan kedewasaan, konsumsi .
Tahap Masyarakat tradisional adalah suatu struktur yang mempunyai fungsi produksi terbatas. Terbatas dalam bidang pengetahuan dan teknologi,. Konsep terhadap masyrakat tradisional bagamaiana masyarakat tersebut masih menggunakan hal-hal sederhana dalam kelangsungan hidupnyadibidang pengetahuan maupun budaya, contonya pengetahuan irigasi tanah.
Tahap prasyarat take-off. Pada tahap ini telah terjadi beberapa perubahan dalam struktur masyarakat. Seperti sistem politik, struktur sosial, maupun struktur ekonomi. Namun perubahan tersebut belum secara total. Perubahan-perubahan tersebut telah dapat dikatakan masyarakat telah pada sarat siap tinggal landas.
Tahap take-off. Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi baik karena faktor politik maupun inovasi baru yang tercipta. Pada tahap ini , pertumbuhan ekonomi mengalami pertumbuhan dengan laju yang cukup cepat sehingga dikatakan masa transisi. Terciptanya inovasi baru membuat nilai investasi yang akan makin meningkatkan pendapatan nasional. Peran negara sangat penting dalam memanfaatkan peluang sumber-sumber ekonomi. Jika negara telah mendapatkan modal, maka langkah take-off telah dapat dilakukan.
Tahap menuju kedewasaan, maksud rostow pada tahap ini adalah setelah take-off sudah waktunya bagi masyarakat untuk menggunakan dan mengganti teknologi yang lama dengan mengunakan teknologi modern yang lebih canggih untuk menunjang faktor produksi sehingga menghasilkan outout secara maksimal.
Tahap konsumsi tinggi, pada tahap terakhir ini rostow menekankan masyarakat lebih berkosentrasi dengan faktor konsumsi dan kesejahteraan. Dengan kata lain proses produksi mulai dikesampingkan. Pertumbuhan ekonomi terakhir mencapai nilai konsumsi yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar