Jumat, 21 Oktober 2011

Adha Panca Wahyu Adika/105120400111040

MINGGU 5
The Development of Underdevelopment
                Perkembangan yang terjadi sekarang ini merupakan kesuksesan dari tahap kapitalisme. Namun adanya negara berkembang dalam suatu proses, merupakan sesuatu tahap yang wajar dimana negara maju pun juga pernah mengalami sebelumnya. Kurang berkembangnya suatu negara dapat dilihat dan dimengerti dari hasil ataupun refleksi dari ekonomi, politik, sosial, dan karateristik budaya atau struktur dari negara itu sendiri. Ada penelitian yang menyebutkan suatu tesis jika ekspansi dari sistem kapitalis dari beberapa abad yang lalu dengan efektif dan secara keseluruhan telah menembus secara jelas kebanyakan sektor yang terisolasi dari dunia ketiga.
                Di Amerika Latin terdapat sebuah analogi struktur yang hampir sama dengan toeri The development and Underdevelopment, yaitu struktur metropolis-satellite, dimana ada negara maju dan negara berkembang dan kaitan sistem kapitalis di dalamnya. Pendekatan sejarah dan struktural bisa juga mengarah ke teori perkembangan yang lebih baik dan kebijakan  yang memunculkan seri hipotesis tentang perkembangan dan juga ketidakmajuan. Hipotesis yang pertama menyebutkan terdapat perbedaan yang mencolok perkembangan yang terjadi pada dunia metropolis (negara maju) yang tidak memiliki satellite, perkembangan nasional dan bawahan mereka terbatas pada status satellite mereka. Kebanyakan perkembangan negara satellite bergantung pada metropolis. Hipotesis kedua bahwa satellit mengalami perkembangan ekonomi terbesar mereka dan terutama perkembangan industri mereka yang sangat kapitalis klasikal jika dan ketika mereka mengikatkan diri ke metropolis mereka sebagai sesuatu yang paling lemah. Ketergantungan perkembangan satellite sangat terlihat terhadap metropolis. Hipotesis ketiga yang dapat diperoleh dari struktur metropolis-satellite adalah wilayah yang paling tidak berkembang dan nampaknya feodal pada saat ini merupakan satu-satunya yang mempunyai ikatan terdekat kepada metroplois di masa lampau. Semua hipotesis dan studi tersebut mengesankan jika perluasan global dan kesatuan sistem kapitalis merupakan struktur monopoli dan keganjilan perkembangan dalam sejarahnya.

MINGGU 6
The End of Development, or a New Beginning?
                Munculnya golongan poitik menjadi perdebatan. Perdebatan trjadi antara pergerakan populist yang memaksakan pembatasan globalisasi dan untuk mengembalikan kontrol yang hilang beberapa waktu lalu. Namun disisi lain para teoritis pembangunan mendukung konsepsi mereka tentang pembangunan atau kemajuan dan juga modernisasi. Pembangunan ataupun perkembangan sendiri sudah mempunyai arti ambigu, yang pertama perkembangan dipahami sebagai peningkatan kesejahteraan hidup, yang dalam hal ini berarti peningkatan dalam berbagai hal, yaitu peningkatan kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan otonomi personal. Namun para teoritis melihat perkembangan dari indikator ekonomi seperti statistik World Bank, dan juga indikator sosial seperti pada United Nations Development Programme’s Human Development Index.
                Namun lama kelamaan terjadi perubahan sendiri dalam studi pembangunan tersebut. terdapat konteks yang berbeda dalam pembangunan. Postdevelopment mengajak kita memikirkan kembali tentang apa itu pembangunan. Kita harus dapat menguasai globalisasi layaknya populist movement dan mempelajari taktik postdevelopment dalam globalisasi. Para teoritis dan praktisi pembangunan diharapkan memindah fokus disiplin mereka kepada masyarakat. Mungkin perpaduan antara pikiran dan ideologi dari masing-masing aliran dapat memberi keuntungan bagi kebanyakan masyarakat miskin di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar