Jumat, 21 Oktober 2011
Dwita Kurnia Mahardhika - 105120401111028
· Review Minggu ke-5
Satellit Underdeveloped dan Developed Metropolitan Countries
Penelitian historis masih menunjukkan bahwa contemporary underdevelopment masih merupakan bagian besar dari produksi masa lalu dan melanjutkan ekonomi dan relasi lain antara satellite underdeveloped dan developed metropolitan countries. Lebih lanjut, relasi ini menjadi bagian penting dari struktur dan pembangunan dari sistem kapitalis. Relasi dan juga sebagian besar pandangan yang salah adalah pembangunan dari underdeveloped countries yang harus digeneralisasikan atau distimulasi melalui diffusing capital, institutons, values,dll.
Terdapat tiga hipotesis bahwa didalam struktur metropolis-satellite, metropoles cenderung berkembang (develop) dan satellite cenderung kurang berkembang (underdevelop):
· Hipotesis pertama :
Bahwa dalam kontras terhadap perkembangan world metropolis yang tidak terdapat satelit, perkembangan dari metropolis dibatasi oleh status satelit mereka.
Contoh yang paling penting dan yang paling dapat diterima adalah wilayah metropolitan Buenos Aires dan Sao Paulo yang pertumbuhannya hanya dimulai pada abad kesembilan belas, karena sebagian besar terhalang oleh warisan kolonial, tetapi tetap, pengembangan satelit sebagian besar tergantung pada outside metropolis, pertama Inggris dan kemudian Amerika Serikat.
· Hipotesis kedua :
Negara-negara satelit akan mengalami pembangunan ekonomi terbesar, terutama pembangunan industri kapitalis klasik ketika hubungan mereka dengan kota metropolis melemah. Hipotesis ini hampir bertentangan dengan tesis yang diterima secara umum bahwa pembangunan di negara-negara terbelakang tergantung pada relasi dan difusi dengan negara-negara metropolitan
· Hipotesis ketiga :
Hipotesis ketiga berasal dari struktur metropolis-satelit adalah bahwa daerah yang paling terbelakang saat ini adalah yang memiliki hubungan paling dekat dengan kota metropolitan di masa lalu. Mereka adalah daerah yang merupakan eksportir terbesar untuk produk primer dan sumber terbesar dari modal untuk metropolis dan yang kemudian ditinggalkan oleh metropolis untuk suatu alasan tertentu. Hipotesis ini juga bertentangan dengan tesis umum bahwa sumber keterbelakangan suatu daerah adalah isolasi dan pre-capitalist institutions.
Semua hipotesis dan studi menunjukkan bahwa global extension dan unity of the capitalist system, adalah suatu struktur monopoli dan merupakan suatu pembangunan yang tidak merata dan lebih condong kepada alasan komersial daripada kapitalisme industri di dunia berkembang.
· Review Minggu ke-6
The End of Development, or a New Beginning ?
Diawali dari munculnya golongan postdevelopment yang mengkritisi mengenai teori pembangunan yang banyak diterapkan oleh negara-negara. Kritikan tersebut antara lain :
Teori postdevelopment menyebutkan bahwa tujuan dari pembangunan mempunyai hubungan yang erat dengan modernisasi, yang bagi mereka memerlukan perluasan kontrol dari dunia Barat dan sekutunya di negara-negara berkembang. Untuk tujuan ini, proyek pembangunan telah menjadi tujuan utama mereka. Setiap perbaikan dalam standar hidup yang mengikuti proyek ini merupakan epiphenomenal ke tujuan utama dari hegemoni bangunan.
Pemikiran Postdevelopment membuat beberapa klaim yang menarik dan provokatif. Secara khusus, mereka berpendapat bahwa pembangunan tidak selalu mewakili suatu perbaikan standar hidup, melainkan penggabungan ekonomi yang sebelumnya informal menuju ke dalam jaringan sirkulasi komoditas.
Oleh karena itu, teori postdevelopment menyarankan, human improvement bukanlah tujuan sebenarnya dari pembangunan, melainkan kontrol manusia dan dominasi.
Pada akhirnya, golongan postdevelopment tidak menciptakan suatu teori baru mengenai pembangunan melainkan hanya mengkritisi teori pembangunan yang sekarang. Postdevelopment meyakini akan adanya suatu new beginning dari pembangunan. Karena pada dasarnya pembangunan tidak akan pernah berakhir, melainkan hanya berubah (baik cara ataupun bentuknya) sesuai definisi pembangunan yang diyakini seseorang, masyarakat, ataupun negara.
Postdevelopment menantang kita untuk membayangkan suatu strategi baru dalam pembangunan, dan memikirkan kembali secara keseluruhan apa itu yang dimaksud dengan pembangunan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar