Jumat, 07 Oktober 2011

andil yudha sakti / 105120400111056

Andil Yudha Sakti / 105120400111056
Minggu  ke 2
What Does Development Mean
Selama kurang lebih dalam waktu 20 tahun,  teori pembangunan sudah tidak asing lagi di belahan dunia yang di sebabkan karena prakteknya tidak pernah memuaskan negara. Di satu sisi, kwantitas pembangunan malah menjadi semakin bertambah buruk. Ada dua argument yang dapat dijelaskan  mengapa hal tersebut dapat terjadi. Yang pertama adalah distribusi sumber penghasilan dan pembangunan kekuatan pasar  negara harus lebih ditingkatkan agar negara-negara tersebut menjadi kaya. Hal tersebut didukung dengan posisi duina saat ini yang berada di era ekonomi rasional dan globalisasi dimana terdapat kebebasan yang meningkat secara cepat demi  kekuatan pasar untuk menentukan ekonomi  terutama untuk kekuatan pembangunan. Kedua adalah teori pembangunan konvensional. Teori ini sepertinya tidak mungkin bagi orang-orang/negara-negara di dunia ketiga untuk menaikkan standar hidup mereka dalam negara kaya. Karena tidak dapat di sangkal, sangat sulit untuk mensejajarkan dengan negara superpower. Kalaupun di paksa maka hanya akan menguras sumber daya alam negara tersebut akibatnya ekosistem dapat terganggu. Karena biar bagaimanapun  banyak asumsi yang tidak dapat disangkal bahwa tujuan dari pembangunan adalah untuk menjadi negara kaya.
            Sayangnya  Marxis dan Dependency ahli teori pengembangan berlangganan asumsi unidimensional sama seperti secara menyeluruh ahli ekonomi pengembangan seperti semua kapitalis ahli. Kepada pengembangan Marx pada dasarnya masalah daya produksi pembebasan untuk menghasilkan lebih banyak kekayaan.  Mengingat bahwa "hukum dari sejarah" Marx yang mengklaim untuk memiliki, Penganut paham marksisme kebanyakan melihat pengembangan seperti tidak terelakkan menyertakan suatu panjang dan proses menyakitkan di mana kapitalisme lebih diagungkan. Sebenarnya beberapa Marxists yang terkemuka seperti Warren menjelaskan apa yang sedang terjadi di dalam Dunia Yang Ketiga karena itu melambangkan gerakan sepanjang dimensi pengembangan yang tak terelakkan. Salah satu contoh pembangunan yang efektif adalah pembangunan ekonomi internasional Ladakh, daerah dekat Tibet dimana orang-orang hidup dengan kondisi kesulitan yang ekstrim. The Ladakhis adalah tipikal baik hati dan murah hati. Mereka memiliki komunitas yang luas untuk mendukung system yang mereka anut. Dan itu membuat pembangunan mereka bertambah sedikit demi sedikit.


Miinggu ke 3
Tahapan pertumbuhan ekonomi menurut Rostow

1.      Traditional society
Traditional society adalah yang pembangunannya dibatasi dengan produksinya karena terbatasnya pengetahuan tentang struktur pembangunan dan teknologi. Jadi dapat dikatakan bahwa masyarakat ini lebih mengutamakan produksi agrikulturnnya. Fenomena yang tampak jelas disini adalah masih adanya istilah ‘Trah” dan tuan tanah. Bahkan tuan tanah masih menjadi pemimpin dan berhak mempersenjatai anak buahnya demi mempertahankan tanahnya.

2.      Pre-conditions take off
Setelah traditional society tahap selanjutnya adalah pre-conditions take off. Dalam keadaan seperti ini campur tangan dari pihak ‘luar’ yang menjadi faktor utama. Dimana kemudian disatukan dengan budaya sebelumnya. Meskipun masi dalam transisi antara masyarakat sosial dengan perkembangan ekonomi dari luar, tetapi masih berusaha mengimbangi nilai sosial

3.        The  Take-off
Tahap selanjutnya adalah masyarakat sosial yang modern. Hal ini disebabkan karena proses Pre-conditions take-off. Dalam tahap ini, cara-cara lama mulai ditingalkan dan diganti dengan cara-cara modern. Dimana produksi agrikultur diganti dengan industri dengan meningkatkan banyak keuntungan.

4.      The drive to maturity
Setelah mengalami perkembangan cukup lama proses yang naik turun dari tahapan-tahapan sebelumnya. Perumbuhan ekonomi telah menjadi sangat modern dalam seluruh aktivitas ekonomi. Investasi dan tabungan meningkat hingga 10-20% dari pendapatan nasional.

5.      The Age of high mass-consumption
Di tahap ini adalah tahapan tertinggi dari masyarakat sosial. Dimana semua masyarakatya adalah konsumtif. Sehingga proporsi ketenagakerjaan menjadi tinggi di bidang jasa. Hal ini mengakibatkan peningkatan atas jasa-jasa kemakmuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar