Dalam perspektif Bill Warrent,
kapitalisme yang dilakukan oleh suatu negara secara implisit ataupun eksplisit
akan menghasilkan pembangunan pada negara yang dikapitalisasi. Hal ini
dikarenakan negara-negara yang mengkapitalisasi negara lain telah memberikan
pengaruh besar dalam beberapa aspek, artinya negara pengkapitalisasi telah
memberikan alih peradaban kepada negara yang dikapitalisasi.
Sedangkan menurut Haldun Gulalp,
pembangunan yang ideal dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pendidikan dan
ideologi pembangunan itu sendiri yang digolongkan oleh perspektif penggolongan
kelas oleh Marxisme dan perubahan struktur pekerja dalam suatu negara.
Saat ini pembangunan dalam kapitalisme
nyatanya melalui sisitem global, adalah monopoli struktur dan pembangunan tidak
rata, lebih dari itu, pembangunan pada negara ketiga adalah sejarah serta
presistensi hasil komersialisasi dari pada kapitalisme industrialisasi di
negara underdeveloping (termasuk
kemajuan industrialisasi dalam negara) tidak disajikan lebih banyak.
Dongeng dari developing dan dongeng dari underdeveloping
nyatanya menunjukkan adanya sebuah jimat dalam industrialisasi. Industrialisasi
saat ini yang ditopang oleh agrikultur dan kapasitas nyatanya digunakan untuk
mekanisasi. Saat ini ada proyek yang dilakukan oleh negara maju untuk
menentukan nilai jual sumber daya yang berupa minyak. Negara maju akan
menentukan nilai jual minyak di pasaran dunia. Akhirnya timbullah suatu
pertanyaan kapan imperialisme akan berakhir dalam peradaban dunia ini. Karena
imperialisme sejatinya lebih memberikan beban kepada negara berkembang
ketimbang faedahnya. Karean sejatinya selama imperialisme tetap ada maka
pembangunan dirasa menemui jalan buntu, karena ada negara pengekakang penentuan
kebijakan yang berusaha untuk tetap mempertahankan kekuasaannya sebagai negara
maju dalam berbagai dimensi saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar