Jumat, 21 Oktober 2011

Briansyah S. P. 105120400111044


Dalam perspektif Bill Warrent, kapitalisme yang dilakukan oleh suatu negara secara implisit ataupun eksplisit akan menghasilkan pembangunan pada negara yang dikapitalisasi. Hal ini dikarenakan negara-negara yang mengkapitalisasi negara lain telah memberikan pengaruh besar dalam beberapa aspek, artinya negara pengkapitalisasi telah memberikan alih peradaban kepada negara yang dikapitalisasi.
Sedangkan menurut Haldun Gulalp, pembangunan yang ideal dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pendidikan dan ideologi pembangunan itu sendiri yang digolongkan oleh perspektif penggolongan kelas oleh Marxisme dan perubahan struktur pekerja dalam suatu negara.
Saat ini pembangunan dalam kapitalisme nyatanya melalui sisitem global, adalah monopoli struktur dan pembangunan tidak rata, lebih dari itu, pembangunan pada negara ketiga adalah sejarah serta presistensi hasil komersialisasi dari pada kapitalisme industrialisasi di negara underdeveloping (termasuk kemajuan industrialisasi dalam negara) tidak disajikan lebih banyak.
Dongeng dari developing dan dongeng dari underdeveloping nyatanya menunjukkan adanya sebuah jimat dalam industrialisasi. Industrialisasi saat ini yang ditopang oleh agrikultur dan kapasitas nyatanya digunakan untuk mekanisasi. Saat ini ada proyek yang dilakukan oleh negara maju untuk menentukan nilai jual sumber daya yang berupa minyak. Negara maju akan menentukan nilai jual minyak di pasaran dunia. Akhirnya timbullah suatu pertanyaan kapan imperialisme akan berakhir dalam peradaban dunia ini. Karena imperialisme sejatinya lebih memberikan beban kepada negara berkembang ketimbang faedahnya. Karean sejatinya selama imperialisme tetap ada maka pembangunan dirasa menemui jalan buntu, karena ada negara pengekakang penentuan kebijakan yang berusaha untuk tetap mempertahankan kekuasaannya sebagai negara maju dalam berbagai dimensi saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar