Jumat, 21 Oktober 2011

andil yudha sakti (105120400111056)

minggu ke 5 

pada kenyataannya mustahil bagi negara maju untuk mendapatkan ‘status’ yang seperti dengan negara berkembang, walaupun standar hidup negara maju tersebut tidak berbeda jauh dengan negara berkembang. terdapat pula anggapan bahwa apa yang terjadi pada sebuah negara berkembang merupakan suatu efek yang ditimbulkan dari hubungan yang terjadi antara negara berkembang dengan negara-negara maju. 
Hubungan tersebut mengakibatkan munculnya istilah ‘metropolis satellite structure’. Istilah ini sendiri dimaksudkan kepada negara-negara maju yang disebut dengan metropolis dan juga negara-negara berkembang yang disebut satellite. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini, semakin banyak pengeksploitasian yang dilakukan oleh negara maju terhadap negara berkembang, yang merupakan praktek dari kapitalisme yang dilakukan oleh negara metropolis. ini menyebabkan munculnya beberapa hipotesis. Yang pertama adalah terdapatnya suatu perbedaan yang mencolok diantara negara metropolis dengan negara satelit, hal ini disebabkan karena pergerakan negara satelit sendiri agak dibatasi karena status yang telah dipikulnya (negara berkembang. Hipotesis yang kedua adalah negara satelit cenderung memiliki perkembangan ekonomi yang cukup pesat pada saat hubungan diantara negara satelit dan negara metropolis mengalami surut. Hal ini setidaknya bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dimana disebutkan bahwa perkembangan yang terjadi di negara berkembang dipengaruhi oleh hubungan yang dimilikinya dengan negara maju. Hipotesis yang ketiga sendiri lebih meraju kepada struktur yag dimilik oleh masing-masing negara tersebut, dimana negara satelit yang memiliki suatu hubungan dengan negara-negara maju di masa lampau cenderung memiliki perkembangan yang lambat.



minggu ke 6 

 the end of development or a new begining?

Negara berkembang mungkin telah menjadi representasi  dari avatar yang menjadi subjek dalam pembangunan model tradisional yang cenderung dikuasai oleh negara-negara  yang memiliki basis kapitalis. Perdebatan-perdebatan yang terjadi menyebabkan munculnya pandangan-pandangan baru dalam memandang pembangunan, diantaranya adalah, post-strukturalis yang menganggap bahwa pembangunan merupakan sebuah konsep sewenang-wenang yang pada akhirnya hanya menguntungkan kepentingan dari pihak-pihak tertentu. Sementara itu, post-development menganggap bahwa tujuan-tujuan dari pembangunan yang dipegan oleh negara-negara barat terhadap negara berkembang merupakan tujuan asli dari pembangunan itu sendiri.
Menurut pandangan post-development, pembangunan sendiri tidak bisa dilepaskan dari modernisasi. Modernisasi sendiri identik dengan westernisasi, hal ini berarti bahwa pembangunan cenderung dimonopoli oleh negara-negara barat yang terkadang memiliki seistem kapitalis. Namun padangan ini mendapatkan banyak kritik dari teori-teori lain, karena hal itu justru menyebabkan pembangunan yang tidak merata dan menyatakan bahwa modernisasi justru dapat menyebabkan kemiskinan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar