Jumat, 07 Oktober 2011

diana ratry/105120400111050

Minggu ke II
“What does development mean”
Penelitian membuktikan bahwa 1.9 juta oang termiskin di dunia bertambah miskin setiap tahunnya. Apakah yang salah dengan pembangunan dunia yang sekarang? Yang pertama, adalah ketidakberpihakan pasar kepada orang miskin. Pasar dan industri seakan-akan bekerja hanya untuk orang-orang kaya.  Kedua, ketidakmungkinan bagi negara berkembang untuk mencapai standar hidup yang sama dengan negara-negara maju. Dikarenakan jika negara berkembang mencapai sandar hidup yang sama dengan negara maju, sumber daya alam yang dihabiskan akan berkali-kali lipat dari apa yang dikonsumsi sekarang. Ini berarti bahwa pembangunan jenis konvensiona tidak akan berhasil untuk negara dunia ketiga. Hal yang paling mendasar adalah kepemilikan modal. Negara kaya yang memiliki banyak modal dengan mudah membangun inrastrukturnya, meningkatkan industrinya, menyediakan layanan kesehatan yang memadai, dan lainnya. Suatu hal yang susah dipenuhi oleh negara berkembang yang minim akan modal (dalam hal ini modal adalah uang, bukan sumber daya alam).
Berbagai pertanyaan muncul tentang pembangunan. Pembangunan seperti apa yang kita inginkan? Apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai pembangunan yang ideal? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Ironisnya hampir semua negara dunia ketiga memiliki segala suatu untuk mencapai pembangunan yang dimaksud. Mereka mempunyai cukup sumber daya untuk menghasilkan makanan, minuman, tinggal di rumah yang layak, memakai pakaian dan sepatu yang layak, dan sebagainya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki dengan efektif dan efisien

Minggu ke III
“Teori Pertumbuhan Rostow”
Rostow mengatakan bahwa ada 5 tahapan dalam pembangunan, yaitu traditional society, precondition for take off, take-off, the drive to maturity, dan yang teakhir adalah high mass consumption. Teori dari Rostow banyak dilirik oleh negara-negara yang merencanakan untuk menaikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Bagi Rostow, teknologi, tabungan, jiwa kewirausahaan,  dan sistem politik yang benar adalah kunci dalam kemajuan. Namun walaupun teori Rostow ini sangat berpengaruh, teori ini mendapat kritikan karena seakan-akan negara miskin menjadi kurang berkembang dikarenakan hanya oleh masalah internal.
Tahap pertama dari pertumbuhan adalah traditional society alias masyarakat yang masih tradisional. Salah satu ciri masyarakat tradisional adalah fungsi produksinya yang masih terbatas dengan cara berpikir yang masih sederhana serta teknologi yang belum tergolong tinggi. Kedua adalah tahap precondition for take-off  yaitu masa transisi dalam persiapan untuk menerima teknologi yang lebih maju. Ketiga adalah tahapan take-off yaitu tahapan dimana industri industri sudah mulai berkembang dan teknologi sudah dapat dikatakan cukup maju. Teknologi di bidang pertanian pun sudah mengalami pekembangan, sehingga sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang penting. Keempat adalah tahap the drive to maturity, di level ini pembangunan meluas ke bidang-bidang lainnya, serta penggunaan teknologi tinggi yang semakin meluas. Tahapan kelima adalah the age of mass consumption yaitu tahap dimana sektor jasa menjadi sektor yang dominan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar