What Does Development Mean? (Week 1)
Pembangunan (development) merupakan satu-satunya jalan yang harus ditempuh negara miskin (underdeveloped) agar bisa menjadi negara maju, atau minimal lebih maju dari sebelumnya. Umumnya, di negara-negara maju, kebutuhan individu semakin meningkat. Setiap orang akan butuh sebuah hiburan. Di sebuah “desa yang maju”, individu tidak dituntut untuk mengeluarkan biaya extra untuk mendapatkan sebuah ketenangan pikiran, karena di desa telah tersedia semua kebutuhan hiburan tadi secara alami. Lain halnya dengan kehidupan di kota modern, individu harus mengeluarkan biaya lebih demi memuaskan kebutuhan tersebut. Sebenarnya, para ahli ekonomi masa kini masih belum bisa menentukan negara yang “developed enough” dan “over-developed”. Yang ada hanyalah negara “more developed” dengan cara menaikkan investasi, produksi dan konsumsi, serta pendapatan pajak, sehingga bisa dikatakan sebagai negara makmur.
Ladakh, salah satu tempat tertinggi di muka bumi. Disana, budaya dan kearifan lokal masih terjaga dengan baik. Ladakh bisa dikatakan sebagai desa modern. Negeri yang terletak di dekat Tibet ini sama sekali minim teknologi, sentuhan globalisasi masih belum begitu besar. Namun siapa sangka kehidupan disana sangat makmur. Ladakh yang bertahan hidup hanya dengan mengandalkan kekayaan alamnya saja bisa dikatakan sebagai negeri yang makmur.
5 Economic Growth Stages – Rostow (Week 2)
Menurut Rostow, perkembangan masyarakat itu linier. Teori dan studi pembangunan digunakan oleh negara berkembang yang dipelopori oleh negara maju melalui World Bank, IMF. Dalam pembangunan, ada faktor pendorong (a.l: modernisasi, teknologi, integrasi pasar internasional) dan faktor penghambat (a.l: masyarakat fatalist).
Tahapan-tahapan pertumbuhan ekonomi menurut WW Rostow (1960):
1. Tahap Masyarakat Tradisional (The Traditional Society): fokusnya masih dalam bidang agrikultur, dan minimnya pengetahuan menyebabkan proses produksi itu-itu saja (masih primitif) dan sulit berkembang.
2. Tahap Prasyarat Tinggal Landas (The Preconditions for Take-Off): mulai ada campur tangan ‘pihak luar’. Tahap ini merupakan tahap transisi dimana sudah mulai ada perombakan dari nilai dan struktur sosial, serta sistem politik.
3. Tahap Tinggal Landas (The Take-Off): cara-cara produksi lama ditinggalkan dan menggantinya dengan yang baru, teknologi modern yang lebih cepat menghasilkan keuntungan. Sendi-sendi kehidupan pun berubah modern dari yang sebelumnya masih tradisional.
4. Tahap Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity): terjadi efisiensi produksi, masyarakat mulai memproduksi barang-barang yang sebelumnya belum diproduksi. Namun, masyarakat mulai bosan dengan produk-produk yang serba instan hasil ciptaan teknologi.
5. Tahap Konsumsi Tinggi (The Age on High Mass Consumption): setelah melewati berbagai tahap produksi hingga ke modern, kebutuhan masyarakat akan beralih ke arah consumen goods and service, dimana produksi bukan tujuan utama lagi, melainkan peningkatan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar