WEEK 5: The Development Of Underdevelopment (Andre Gunder Frank)
Bagi Andre Gunder Frank, keterbelakangan hanya dapat diatasi dengan revolusi, yakni revolusi yang melahirkan sistem sosialis, tanpa harus melalui tahapan revolusi (revolusi borjuis dulu yang akan melahirkan masyarakat kapitalis, lalu melakukan revolusi sosialis). Andre Gunder Frank menyatakan bahwa yang layak melakukan pembangunan adalah negara-negara maju, tidak ada kesempatan bagi negara miskin untuk melakukan pembangunan. Negara-negara dunia ketiga akan selalu mendapat julukan “underdevelopment”. Modernisasi yang dibawa Barat hanya akan menyebabkan negara miskin tetap menjadi negara underdevelop. Frank juga merumuskan apa yang dikenal dengan struktur model satelit-metroplis (a metropolis-satelitte model) untuk menjelaskan bagaimana mekanisme ketergantungan dan keterbelakangan negara-negara Dunia Ketiga terwujud.
- Satelite → ekspor untuk pembangunan → negara tidak maju / terbelakang
- Metropolis → keuntungan ekonomi global → negara maju.
Konsep satelit-metropolis sebenarnya telah terjadi pada masa kolonial, dimana penjajah membangun kota-kota di negara jajahan (negara dunia ketiga) dengan maksud untuk mempermudah akses pengambilan surplus ekonomi untuk penjajah, negara Barat.
WEEK 6: The End Of Development, Or A New Beginning?
Post-development muncul di awal 1990-an (post Cold War) dan menjadi isu sentral dalam studi pembangunan. Menurut kaum post-development, pembangunan berkesinambungan dengan modenisasi yang identik dengan penyebaran nilai-nilai yang dipegang oleh negara Barat terhadap negara-negara berkembang. Pembangunan manusia bukan tujuan sesungguhnya dari pembangunan, kendali oleh manusia yang setara dan penghapusan dominasi adalah tujuan yang sesungguhnya. Mereka menganggap bahwa dibalik peningkatan taraf hidup saat ini terdapat suatu proses hegemoni terhadap negara-negara berkembang oleh negara-negara maju tersebut. Kaum post-development memandang bahwa pembangunan bersifat terlalu elitis, Eurosentris, melibatkan hubunga dengan kekuasaan, dan tidak menghargai adanya pluralitas. Badan seperti WB dan IMF, menurut John Rapley jelas-jelas bahwa pembangunan tidak meningkatkan taraf hidup negara miskin, hanya akan memprovokasi krisis perlawanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar