Minggu Ke-5
The Development of Under the Development
Dapat dilihat bahwa dewasa ini, pembangunan khususnya dalam bidang ekonomi terjadi dalam dan dikuasai ke-kapitalisasi-an. Keterbelakangan pembangunan meskipun dalam sejarah menunjukkan bahwa bukan tradisi ataupun asal dan bahwa baik masa lalu maupun masa kini menyerupai negara-negara keterbelakangan pembangunan dalam setiap aspek penting masa lalu negara-negara yang sekarang sedang berkembang.
Selama Perang Dunia I, bahkan lebih pada Great Depression dan Perang Dunia II, Sao Paulo memulai untuk membangun pembangunan industrinya dimana yang kini paling besar di Amerika Latin. Bukti eksternal, walaupun awal pembangunan dari Sao Paulo relatif otonom itu semakin dikendalikan oleh dunia kapitalis metropolitan dan kemungkinan pada ke depannya pembangunan akan semakin dibatasi.
Pendekatan historis dan struktural yang sama juga dapat memimpin ke teori dan kebijakan pembangunan yang lebih baik dengan menghasilkan serangkaian hipotesis mengenai pembangunan dan keterbelakangan pembangunan. Hipotesisnya sendiri berasal dari penelitian empiris dan asumsi teoritikal yang bahwa dalam kota metropolis dunia ini merangkul struktur satelit. Kaum metropolis cenderung untuk mengembangkan dan satelitnya untuk kaum yang keterbelakangan pembangunan. Yang terdapat ditemukannya 3 (tiga) hipotesis di dalamnya
Minggu Ke-6
The End of Development or a New Beginning?
Negara yang berkembang mungkin dapat mewakili avatar terakhir dari model tradisional yang dipimpin oleh negara pembangunan berbasis kapitalis. Di akhir abad kedua puluh, populisme - didorong oleh ketidakpuasan yang populer dari model pembangunan neoklasikal - telah dibuat kemunculan kembali di banyak negara, khususnya di Amerika Latin. Bagaimanapun juga kritik baru pasti muncul. Berasal dari batas pemikiran pembangunan yang pada waktu itu berpikir akan berakhirnya komunisme, yang sejak saat itu meningkat tajam dalam popularitas. Dan inilah yang menjadi topik utama dalam diskusi saat ini. Ini dinamakan pemikiran postdevelopment.
Mungkin kecemasan terbesar teori pembangunan memiliki kepedulian terhadap postdevelopment secara praktiknya. Dalam disiplin dimana kebutuhan selalu pragmatis, ini selalu mengingatkan kita bahwa teori postdevelopment dapat menawarkan kita segala hal yang dapat dilihat dengan berbagai sudut pandang menarik untuk memandang dunia.
Kecacatan yang fatal dalam pemikiran postdevelopment adalah kritik-kritiknya itu sendiri yang menentang lebih efektif ketimbang usulan mereka itu sendiri. Mengingatkan dari ini semua, beberapa teori pembangunan telah memulai penginvestigasian kemungkinan dari pembangunan desentralisasi dan partisipator. Beberapa menemukan penegasan kembali kontrol lokal dari gerakan anti-globalisasi itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar