Jumat, 07 Oktober 2011

MIFTAHUL SA’ADDAH 105120401111020

MINGGU KE 3

The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto (1960)/Teori Pertumbuhan Rostow

Rosto membagi 5 tingkatan dari pertumbuhan/pembangunan yaitu:

  1. Masyarakat Tradisional

Masyarakat Tradisional yaitu dimana struktur yang berkembang diantara fungsi pembangunan yang terbatas atau produktivitasnya terbatas, harus mengorbankan proporsi yang sangat tinggi dari sumber dayanya untuk pertanian, dan bergeraknya sistem pertanian adalah suatu struktur hirearki sosial dengan mempersempit bidang lapangan. Disamping itu, fungsi keluarga dan masyarakat berada dalam peran yang besar dalam organisasi sosial

  1. The Preconditions For Take Off

Tingkatan kedua dari pertumbuhan melibatkan masyarakat di dalam proses perpindahan yang melalui periode persiapan untuk membuka dari masyarakat tradisional sebagai jalan penting untuk dimanfaatkan oleh hasil ilmu moderen.

  1. The Take Off

Tingkatan ketiga yaitu mulai masuk kedalam batasan masyarakat moderen. The Take off adalah ketika penghalang lama dan hambatan untuk perkembangan yang bagus akhirnya dapat diatasi .

  1. The Drive to Maturity

Setelah melalui proses take-off yang lama,maka secara teratur mulai menumbuhkan ekonomi dan mengatur teknologi moderen didepan aktivitas ekonomi, menginvestasikan 10-20 persen pendapatan nasional, mengijinkan output secara teratur untuk meningkatkan populasi

  1. The Age of High Mass Consumption

Selanjutnya yaitu,tahap Konsumsi yang tinggi, dimanapun, kapanpun masing-masing sektor terpimpin mengalihkan ke arah hidup konsumeris dari barang dan jasa.


MINGGU KE 2

WHAT DOES DEVELOPMENT MEAN?


Konsep “Unidimensional” yaitu pembangunan dengan alur tunggal dari negara yang belum berkembang menjadi negara yang lebih berkembang dimana kita dapat menenmpatkan semua negara atau daerah. Ketika situasi setiap negara diuji oleh ahli ekonomi konvesional yang akan memfouskan hal-hal kebutuhan atau sesuatu yang diperlukan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi jadi banyak pekerjaan yang akan tersedia dan mereka membutuhkan lebih banyak pesaing jadi pendapatan dari ekspor dapat diraih. Serta lebih banyak investasi modal menjadikan banyak pabrik dan infrastruktur dapat dibangun.

Namun,teori ‘Unidimensional” ini mendapat kritikan atau penolakan. Ada yang menganggap hal tersebut bukan sebagai teori pembangunan tetapi sebagai “teori pembangunan kapitalis” dimana pembangunan banyak ditujukan atau menghasilkan banyak tujuan yang berbeda-beda. Seperti contohnya, pembangunan candi dimana-mana dan mengurangi pekerjaan mingguan untuk berdoa dan beribadah. Sehingga, pembangunan tersebut dapat berarti atau bertujuan untuk agama. Selain itu, pembangunan konvensional hanya sebagai jalan untuk kapitalis yang menguntungkan kaum teknokrat, manajer dan pengacara. Pembangunan sebagai jalan untuk mrngambil keuntungan yang sebesar-besarnya dimana memperkaya diri sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar