Week 2: “What Does The Development Mean? A rejection Of The Unidemintional Conception”
Teori pembangunan konvensional berada dalam kadaan yang tidak memuaskan selama 20 tahun terakhir karena kemiskinan tidak teratasi bahkan semakin menjadi masalah utama dunia. Alasannya adalah; 1. Semakin banyak distribusi sumber daya yang dialokasikan pada pasar maka semakin banyak pula sumber daya yang mengalir pada orang kaya. 2. Sangat tidak dimungkinkan bagi negara dunia ketiga untuk menaikkan taraf hidupnya setingkat negara maju. Konsepsi pembangunan tradisional disebut konsepsi unideminsi bahwa cara bagi negara tidak berkembang untuk menjadi negara maju adalah dengan uang/kekayaan dan negara yang tidak punya banyak kekayaan tidak usah mengharap pembangunan yang banyak.
Sebenarnya teori diatas hampir menyerupai teori kapitalisme. Sedangkan masyarakat konservatif menawarkan pandangan alternative tentang teori pembangunan yaitu re-organisasi atau pengaturan kembali. Ada sebuah daerah di Tibet benama Ladakh, yang mempunyai daerah geografis yang sangat sulit dan kehidupan disana sangat tradisional. Namun mereka dapat hidup nyama dan sejahterah dengan nilai-nilai tradisional yang mereka anut. Mereka sama sekali tidak tertarik dengan kekuasaan ataupun kompetesi. Sehingga muncullah pertanyaan pada makna pembangunan itu sendiri,”pembangunan macam apa yang mereka butuhkan?”. Teori pembangunan konvensional bukan hanya memperparah kemiskinan tapi juga bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan masalah sosial lainnya, seharusnya mereka mulai memikirkan teori alternative.
Week 3: “The Stage Of Economic Growth: A Non- Communist Manifesto.”
Seorang pakar ekonomi WW Rostow mengemukakan sebuah teori bahwa semua bangsa di dunia melelwati 5 tahapan pembangunan ekonomi. Tahap 1: masyarakat tradisional,merupakan masyarakat dimana strukturnya dibangun dengan keterbatasan fungsi produksi. Sistem ekonomi masyarakat tradisinal adalah pertanian yang tradisional. Struktur masyarakat pada jaman ini tidak berbeda antara generasi ke generasi. Namun faktanya pada masyarakat tradisional,pendapatan tertinggi ada pada level yang dapat dicapai oleh semua orang. Tahap 2:prakondisi tinggal landas,adalah periode transisi dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang lebih menggunakan ilmu pengetahuan dan mulai ada pembangunan yang dinamis. Tahap 3: tinggal landas, dimana pertumbuhan ekonomi sudah dinamis. Pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan dari dalam yang berkelanjutan dan tidak membutuhkan dorongan dari luar. Adanya perubahan dalam masyarakat misalnya revolusi polutik dan banyak tumbuhnya industri-industri baru. Tahap 4:menuju kedewasaan, dimana 10-20% dari pendapatan nasional diinvestasikan dan mengalami kenaikan populasi penduduk. Banyak muncul industri dengan tehnologi baru dan memproduksi barang yang bermacam-macam. Thap 5: masa konsumsi tinggi, dimana pendapatan asli seseorang meningkat pada titik dimana orang dapat menkonsumsi lebih dari apa yang mereka butuhkan . masyarakat sudah hidup makmur. Maslaah bukan lagi seputar produksi tapi seputar kesejahteraan dan konsumsi.
Rostow memfokuskan teori ini pada negara yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Yang mendukung proses dari tahahan-tahapan itu adalah tehnologi, tabungan, jiwa entrepreneur yang berani mengambil resiko dan sistem politik yang tepat. Namun teori Rostow mendapatkan kritik bahwa membuat negara lebih miskin terlihat sama dan hanya menyalahkan masalah internal negara tersebut yang menyebabkan kurangnya pembangunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar