Review minggu ke 5
Andre Gunder Frank, dalam tulisannya yang berjudul “The Development of Underdevelopment” mengemukakan tentang metropolis-satellite relations, yang artinya hubungan yang terjadi antara Negara metropolis – dalam hal ini Negara-negara maju – dengan Negara satellite atau Negara-negara terbelakang.
Ia kemudian juga mengemukakan tiga hipotesis mengenai metropolis-satellite relations ini, dengan menggunakan asumsi tersebut:
1. Pembangunan di suatu Negara tidak akan berjalan lancer karena terhalang oleh statusnya sebagai Negara satelit, contohnya seperti yang terjadi di Buenos Aires atau di Sao Paulo
2. Pembangunan ekonomi di Negara-negara satelit baru akan mencapai puncaknya ketika hubungan mereka dengan Negara-negara metropolis melemah. Hipotesis ini sempat dianggap bertentangan dengan pendapat publik yang menyatakan justru adanya pembangunan di Negara-negara terbelakang disebabkan oleh kontak yang intensif dengan Negara maju. Meski begitu hipotesis ini tetap diakui karena mungkin dapat menjelaskan isolasi yang dialami Negara-negara Amerika latin yang dilakuka oleh Negara maju akibat, krisis perang atau keadaan sulit yang dialami Negara maju
3. Menurut penelitian yang dilakukan, daerah-daerah yang terbelakang saat ini adalah yang justru memiliki hubungan paling erat dengan Negara-negara maju. Mereka lah yang menjadi penyuplai utama bahan-bahan ke Negara maju. Mereka lah yang menjadi sumber modal bagi Negara-negara maju. Tetapi ketika industrinya kolaps, mereka ditinggalkan begitu saja oleh Negara-negara maju
Review minggu ke 6
Penganut teori postdevelopment beranggapan bahwa tujuan dari pembangunan sangat berkaitan erat dengan modernisasi, dengan kata lain untuk melakukan pembangunan maka dibutuhkan perluasan kekuasaan Negara barat di Negara-negara berkembang. Mereka juga beranggapan, perbaikan taraf hidup yang ada saat ini hanyalah efek samping – atau bisa dikatakan sebagai sebuah kebetulan, dari tujuan pokok mereka yakni membangun sebuah hegemoni.
Dalam kenyataannya, teori postdevelopment ini hanyalah memberikan kritik terhadap teori-teori pembangunan yang telah ada. Inilah yang menyebabkan penganut teori-teori lain kadang tidak setuju dengan penganut teori postdevelopment. Studi pembangunan adalah lebih ke soal praktek, sementara mereka beranggapan postdevelopment hanya bagus di teori, tidak demikian halnya dalam prakteknya dalam studi pembangunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar