Jumat, 21 Oktober 2011

Ivory Kraska Taruna / 105120403111010

WEEK 5 : Development of UnderDevelopment

Andre Gunder Frank menyatakan bahwa keterbelakangan pembangunan yang terjadi di negara dunia ketiga adalah akibat dari semakin berkembangnya sistem kapitalisme dimana dalam prosesnya lebih mengarah pada komersialisme daripada industrialisme. Sistem kapitalisme yang semakin berkembang tak menciptakan suatu perkembangan pembangunan bagi negara dunia ketiga, malah yang tercipta adalah suatu struktur antara negara kapitalis sebagai negara metropolis dengan negara dunia ketiga atau negara berkembang sebagai satelit bagi para negara metropolis. Dalam struktur tersebut, negara metropolis menyerap dan mengeksploitasi sumber daya dan keuntungan yang dimiliki oleh negara-negara satelit. Hubungan tersebut menimbulkan suatu dependensi yang berujung pada kondisi underdevelopment di negara-negara dunia ketiga. Meskipun begitu negara satelit dapat berkembang tetapi untuk kemudian lebih diperas oleh negara metropolis. Dalam pemikirannya tentang hubungan negara metropolis dengan negara satelit, Frank memiliki tiga hipotesa yaitu:

  • Pembangunan negara metropolis berdasarkan keadaan negara satelitnya. Semakin berkembang negara satelit semakin eksploitatif negara metropolis terhadap negara satelit.
  • Negara satelit mengalami pertumbuhan pembangunan yang paling besar saat negara metropolis dalam keadaan yang lemah.
  • Negara yang saat ini terlihat paling terbelakang adalah negara yang dulunya merupakan negara satelit yang paling dekat relasinya dengan negara metropolis.

Dengan melihat paragraf diatas, pemikiran dari Andre Gunder Frank adalah pada penyebab keterbelakangan yang bersumber pada dependensi dari struktur hubungan negara metropolis dan negara satelit, bukan pada faktor “dualism society” yang bersumber pada faktor nilai budaya dan juga faktor institusi yang masih bersifat feodal atau tradisional. Dengan begitu para ilmuwan di negara-negara berkembang seharusnya lebih memperhatikan masalah tersebut daripada tetap berpikir dengan acuan bahwa kebijakan yang harus diambil dalam membangun negara adalah tentang difusi modal serta perbaikan nilai dan institusi. Selanjutnya pemikiran tentang dependensi yang menyebabkan underdevelopment tersebut diikuti oleh Samir Amin dengan tiga hipotesanya yang kemudian dilawan oleh Bill Warren yang beranggapan bahwa Kapitalisme merupakan suatu pendorong pembangunan yang bersifat dinamis.

WEEK 6 : Understanding Development

Pada akhir abad ke-20 muncul kekecewaan pada bentuk neoklasik dari pembangunan sehingga saat itu muncullah sebuah kritik baru yang berusaha mengatasi masalah pembangunan. Pemikiran yang masih berupa kritik tersebut adalah teori post-development yang lebih menekankan tujuan pembangunan yang mengarah pada ekstensi kontrol dan dominasi negara barat terhadap negara yang berkembang daripada meningkatkan standar hidup masyarakat luas. Mereka menginginkan masyarakat lebih banyak terjun ke dunia formal untuk memenuhi tujuan pembangunan menurut mereka sehingga tercipta suatu sirkulasi komoditi. Bahkan apabila terjadi suatu peningkatan taraf hidup, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak sengaja dan bukan bagian dari tujuan pembangunan itu sendiri.

Dalam prakteknya, memang para teoris pembangunan tak dapat mengentas kemiskinan yang justru berubah menjadi perlawanan rakyat dan terjadinya krisis. Mereka pun mencoba untuk membuat strategi baru diluar pemikiran post-development meskipun sebenarnya mereka bisa bekerjasama dalam hal tersebut. Dan meskipun para teoris pembangunan mengatakan tak akan memperhitungkan teori post-development, tak menutup kemungkinan suatu saat mereka akan menggunakannya tanpa sepengetahuan teoris post-development.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar