Week 5
THE DEVELOPMENT OF UNDERDEVELOPMENT (PEMBANGUNAN DARI KETERBELAKANGAN)
Pada umumnya pembangunan ekonomi terjadi melalui rangkaian kegiatan kapitalisme dan sekarang negara-negara belum maju pun masih tetap dalam keadaan yang sama seperti sebelumnya. Negara maju saat ini tidak pernah mengalami keterbelakangan, dan juga dipercaya bahwa ketidakmajuan suatu negara merupakan semata-mata hasil dari struktur ekonomi,politik, sosial dan budayanya sendiri. Ada pandangan salah yang menyebar dengan luas bahwa pembangunan dari negara tidak maju ini harus dengan cara membangkitkan pemberian modal, institusi,nilai,dll kepada mereka dari dunia internasional atau kota kapitalis yang kaya. Namun pembangunan dari negara-negara yang tidak maju saat ini dapat terjadi hanya dengan kemandirian mereka atas modal dari negara maju.
Bahwa ketidakmajuan suatu negara bukan disebabkan oleh peninggalan cara-cara kuno yang mereka anut atau karena kekuarangan modal tetapi ketidakmajuan masih dibangkitkan oleh proses sejarah yang sama, yang juga membangkitkan pembangunan ekonomi sehingga pembangunan adalah kapitalisme itu sendiri. Pendekatan secara struktural dan sejarah yang sama bisa mengarahkan menuju kebijakan dan teori pembangunan yang lebih baik lagi dengan mengembangkan beberapa hipotesis tentang pembangunan dan keterbelakangan yang sedang diteliti oleh penulis. Semua hipotesis itu menyarankan bahwa perluasan global dan penyatuan sistem kapitalis, memonopoli struktur dan dan menciptakan pembangunan yang tidak merata melalui sejarahnya sendiri dan menghasilkan keberlanjutan dari perdagangan daripada kapitalisme industri dibanyak negara tidak maju yang sebenarnya layak untuk mendapatkan banyak perubahan daripada apa yang mereka dapatkan selama ini.
Week 6
THE END OF DEVELOPMENT OR A NEW ERA BEGINING?
Dalam struktur dan tujuan posmodernisme, pergerakan perubahan globalisasi sudah bergaser dari level nasional ke level global yang kemudian meprovokasi berbagai gerakan pembaharuan yang diwujudkan dalam tujuan pembangunan PBB atau dalam propembangunan WTO. Inilah yang kemudian mengubah konteks dari studi pembangunan dalam menemukan dirinya sendiri. Studi pembangunan selalu menerima dengan benar keberadaan dari ekonomi nasional dan nation state. Dari pemikiran pembangunan yang konvensional lalu ada beberapa pemikiran baru dalam studi pembangunan yang disebut postdevelopment. Postdevelopment menantang untuk memikirkan kembali pembangunan secara keseluruhan. Menurut Teori posdevelopment, tujuan pembangunan sangat erat terkait dengan modernisasi, yang dari mereka pinta perluasan dari kontrol negara barat dan musuh nasional mereka di negara maju.
Ini dapat dibantah dan memunculkan konsensus baru dalam studi pembangunan. Badan-badan seperti WTO dan IMF yang menjadi pendukung model neoklasik, menjadi sadar bahwa pembungan tidak meningkatkan kehidupan orang miskin hanya akan menimbulkan perlawanan dan krisis. Dan sekali lagi, individu menjadi menjadi fokus studi pembangunan yang nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar