Week 6
The End of the Developmental State
Negara yang mana pembangunannya paling rendah tidak lain adalah Afrika, dimana diragukan adanya penanganan dari negara terhadap adanya proses pembangunan. Dimana pemerintahannya, kehilangan esensi fitur dari pembangunan negaranya; kehilangan kekuatan.
The Crisis of the State in Africa
Negara yang penerapkan sistem pembangunan maka ia harus mempunyai otoritas untuk memaksakan dirinya di dalam sektor privat. Dia harus mempunyai sumberdaya seperti orang-orang terlatih, kantor dan perlengkapan komunikasi untuk informasi yang lengkap untuk mengurus masyarakatnya. Secara umum, dia harus memiliki kekuatan untuk mengarahkan, efektif dan membuat keadaan yang dinamis. Di Afrika, kaum skeptis meragukan bahwa akan adanya pembangunan apabila negara dalam keadaan krisis atau mendekati kolaps. Kebanyakan birokrasi Afrika kekurangan staff dengan pembayaran yang rendah dan rendahnya kualitas pelayanan masyarakat disamping itu keterbatasan sumberdaya dan perlengkapan yang kurang memadai.Ditambah dengan maraknya korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan terjadi dimana-mana. Hal tersebut tidak hanya akan terjadi di Afrika, seluruh negara dunia ketiga akan mengalami penyusutan terhadap perlindungannya disaat yang bersamaan akan memperburuk distribusi pendapatan sehingga berefek pada supplai politik yang diturunkan.
State Streght
Negara-negara yang sukses dalam pembangunannya dalam esensinya memiliki karakteristik khusus yaitu; untuk bisa memandu secara efektif dari pembangunan negara, negara harus menikmati kekuatannya untuk mengarahkan masyarakat dan memimpinnya melalui hambatan perubahan. Secara relatif membatasi masyarakat dan memberikan teknorat yang memiliki skill yang bagus dan otonomi birokrasi untuk menciptakan disiplin dalam sektor privat.
Week 5
The Development and Underdevelopment
Dalam hal ini dijelaskan tentang hipotesa-hipotesa dari pembangunan negara berkembang atau terbelakang menjadi negara maju/ development. Keterbelakangan pembangunan tidak ditujukan untuk mempertahankan institusi lama dan eksistensi dari kekurangan modal di daerahnya dimana tinggal yang terisolasi dari aliran sejarah dunia. Dimana negara yang terbelakang dituntut untuk bisa berkembang seperti negara maju.
Pada hipotesis-hipotesis secara singkat dijelaskan bahwa pembangunan di negara yang keterbelakangan merupakan kesatuan dari sistem kapitalis dimana adanya struktur monopoli dan ketidak seimbangan pembangunan sepanjang sejarah. Hal tersebut bukan malah membawa kebaikan namun semakin tergerus oleh industri kapitalis di dalam negara terbelakang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar