Jumat, 21 Oktober 2011

Sam Horry Bio (105 120 403 111 004)


The Development of Underdevelopment (Pertemuan 5)

Pada bacaan ini, penulis memiliki keyakinan yang disertai dengan tesisnya bahwa di negara-negara miskin (underdevelopment) adalah hasil dari proses kapitalisme dari negara-negara maju (development). Proses kapitalisme telah menciptakan negara miskin ini. Secara spesifiknya dan sejarahnya, berdasarkan hasil laporan jurnal dari sekjen pusat penelitian di Amerika Latin menyimpulkan bahwa “the privileged position of the city has its origin in the colonial period” yang artinya suatu daerah yang saat ini memang menjadi pusat pemerintahan/ central sebuah provinsi/bahkan negara memang sudah sejak dahulu atau pada masa colonial daerah-daerah tersebut sudah istimewa/menjadi pusat segala aktivitas politik. Hal ini dibuktikan pada observasi-observasi yang dilakukan oleh “The Instituto Nacional Indigenista of Mexico tentang Mestizo yang kaum metropolis/urban yang mana mereka juga berhubungan erat dengan kaum miskin (satelit). Lalu penelitian ini menghasilkan kesimpulan baru bahwa sesuatu yang pusat adalah juga pusat eksploitasi.

Jadi pada akhirnya berdasarkan kenyataan-kenyataan yang terjadi , negara berkembang walaupun terdapat industry di Sao Paulo di Brazil yang notabene adalah negara berkembang masih belum cukup untuk menyaingi bahkan setara dengan negara metropolis (maju). Dengan kata lain, negara berkembang selama ini memang terus dan kemungkinan akan terus menjadi negara berkembang. Hal ini membuat para pelajar di amerika latin berusaha mengembangkan konsep,teori,dan kebijakan baru demi memecahkan masalah apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata ada 3 hipotesis yang dibuat oleh para peneliti, yaitu : negara metropolis adalah negara yang dibatasi oleh negara satelit, hubungan perindustrian dari negara/daerah satelit ke daerah metropolis sangat lemah, dan negara yang saat ini merupakan negara miskin dan feodal adalah negara yang sesungguhnya mempunyai hubungan dekat dengan negara metropolis pada masa lalu.


The End of Development, or a New Beginning (pertemuan 6)

Bacaan ini menjelaskan tentang apakah pembangunan dan apa yang terjadi dalam pembangunan itu berdasarkan alasan dan teori yang ada, khususnya post-development yang penuh dengan perdebatannya tentang konsep pembangunan. Berdasarkan teori postdevelopment tujuan yang sebenarnya yang ingin dicapai dari pembangunan adalah pencapaian standar hidup yang tinggi. Namun,pada kenyataannya teori ini terus mengelaborasikan hal-hal yang sifatnya kapitalisme. Namun, teori ini menciptakan sebuah keprovokasian bahwa pembangunan hanya mengkontribusikan perekonomian dan komoditas-komoditasnya suatu negara terhadap jaringan ekonomi dunia,namun standar hidup tetap pada standarnya/tidak maju (stuck) akibat ketidakpedulian negara dalam hal ini yang menjadi penyebab.

Para teoris tidak seakan tidak puas akan hasil dari teori post-development.Setelah itu, theorist mengembangkan sebuah konsensus baru yang mana adanya modernitas dan hasil dari modernitas yang menyebabkan sebuah kemiskinan. Walaupun jika kita bicara kembali tentang negara, pasti ada sesuatu yang dinamakan globalisasi dan secara tidak langsung modernitas muncul disini. Teori post-modernisme menganggap bahwa teori mereka tidak pernah absen dari teori post-development. Pada akhirnya,para teoris tetap tidak menyangkal keberadaan teori post-development ini walaupun kemodernisasian akan tetap diteguhkan oleh para teoris ini dalam mengukur studi pembangunan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar