What Does Development Mean? A Rejection of the Unidimensional Conception
Dalam bab ini kita akan membahas tentang teori konvensional dari pembangunan. Teori pembangunan konvensional mengatakan bahwa goal dari pembangunan adalah menjadi seperti negara kaya. Untuk menjadi seperti negara kaya tersebut dibutuhkan uang atau modal, sehingga uang dan modal menjadi dimensi utama dari pembangunan konvensional. Konsep-konsep dominal dalam pembangunan menurut teori konvensional ada 9 pokok yang berkaitan dengan faktor produksi dan pelaksanaan pembangunan dilihat dari sisi ekonomi. Ada 2 alasan menurut teori pembangunan konvensional mengenai mengapa tetap ada kemiskinan yaitu; pertama, semakin banyak sumber daya dan pembangunan yang diserahkan kepada pasar maka hasil tersebut hanya mengalir kepada orang kaya saja. Kedua, tidak mungkin bagi negara ketiga untuk meningkatkan taraf hidup mereka mengikuti seperti negara-negara kaya.
Namun dari pernyataan tersebut tidak pernah ada yang tau bahwa ternyata pernyataan itu bukanlah teori pembangunan, melainkan teori pembangunan kapitalis. Melakukan pembangunan bisa dengan berbagai cara dan dengan tujuan yang berbeda-beda, pembangunan kapitalis hanyalah salah satunya. Adanya teori lain seperti teori marxist dan teori ketergantungan malah seakan-akan mendukung teori pembangunan ekonomi kapitalis tersebut. Dimana menurut marxist, pembangunan pada dasarnya adalah masalah mengenai kebebasan kapasitas produksi untuk menghasilkan lebih banyak kekayaan. Dari pembahasan mengenai teori pembangunan konvensional yang menekankan pada uang dan modal, ada pengecualian seperti kasus di daerah Landakh, daerah yang terletak di Tibet ini mempunyai”pembangunan” yang maju mesti hanya dengan peralatan hidup yang sederhana dan tingkat penghasilan yang sedikit.
The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto (1960)
Ada 5 tahap pembangunan menurut W.W. Rostow yaitu masyarakat tradisional, pra-kondisi lepas landas, lepas landas, jatuh tempo, konsumsi tinggi. Masyarakat tradisional memiliki ciri-ciri struktur produksinya terbatas-karena faktor produksi yang terbatas makanya mereka memanfaatkan sumber daya mereka untuk keigatan agrikultur. Di dalam sistem agrikultur tersebut berlaku hirarki menurun dimana keadaan keluarga memerankan peran penting dalam kehidupan sosial. Kedua merupakan pra-kondisi lepas landas, di daerah Eropa barat pada akhir abad 27 dan awal abad 18, pengetahuan modern diartikan sebagai fungsi baru dari agrikultur dan industri. Dengan ekspansi dari pasar dunia untuk berkompetisi bersama mereka. Kemudian juga mulai munculnya Bank dan institusi lainnya dibidang penyimpanan modal, mengakibatkan investasi emningkat di bidang transportasi, komunikasi dan bahan baku. Tahapan ketiga adalah tahapan lepas landas, adalah interval yang muncul dalam pertumbuhan yang akhirnya bisa diatasi. Pertumbuhan menjadi berlangsung dengan kondisi normalnya. Kondisi lepas landas ini tidak hanya membangun modal dari sisi teknolog di bidang industri dan agrikultur tetapi juga di sisi ekuatan politik sebagai kelompok yang telah siap menghadapi modernisaasi ekonomi secara serius.
Tahapan keempat merupakan tahapan jatuh tempo, fokus ekonomi di tahapan lepas landaas hannya mebahas bagian kecil dari industri dan trknologi, namun saat ini proses teknologi menjadi lebih rumit. Tahap ini jelaskan sebagai tahapan dimana perekonomian menunjukan kemampuan bergerak dan dapat menyerap serta menerapkan efisiensi. Industri pada saat ini tidak hanya dapat memproduksi segalanya, tetapi menjadi dapat memproduksi apa yang mereka pilih untuk diproduksi. Tahapan terakhir adalah tahapan konsumsi tinggi, merupakan tahapan tertinggi di sektor barang dan jasa. Pada abad 21 ini, 2 hal terjadi yaitu, cara bagaimana orang memenuhi kebutuhan hidupnya dan struktur pekerjaan yang menyebabkan orang melakukan urbanisasi. Pada tahap ini, maasayarakat barat telah mengalokasikan kenaikan sumber daya untuk menjadi kesejahteraan sosial dan keamanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar