Jumat, 07 Oktober 2011

Fitrotin Azizah (105120401111026)

What does development mean?
(Minggu ke 2)

Pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara berdasarkan teori pembangunan konvensional ternyata tidak semuanya berjalan seperti yang diharapkan dalam prakteknya. Beberapa negara, terutama negara-negara dunia ketiga, tidak merasakan peningkatan dalam pembangunan mereka, melainkan justru perekonomian mereka semakin menurun. Para pengamat memandang ada dua alasan yang melatarbelakangi hal tersebut yaitu adanya keberpihakan pasar pada negara-negara kaya dan teori pembangunan konvensional tidak mendukung negara dunia ketiga memiliki standar hidup seperti negara-negara kaya.
Adanya fenomena tersebut cukup menggambarkan bahwa pemahaman mengenai pembangunan tak ubahnya dengan pertumbuhan ekonomi. Negara-negara berlomba-lomba untuk meningkatkan perekonomian demi kemakmuran hidup rakyatnya. Negara kaya bisa jadi tidak menemui kesulitan untuk itu, akan tetapi hal ini ternyata tidak memungkinkan untuk dicapai oleh negara dunia ketiga. Keinginan mereka untuk memiliki standar hidup yang sama seperti negara kaya mendorong mereka untuk meniru segala aspek yang dibangun oleh negara kaya tersebut, bahkan jika aspek-aspek tersebut tidak begitu diperlukan di negaranya sendiri. Singkatnya, terjadi semacam disorientasi terhadap makna pembangunan itu sendiri.
Solusi untuk mengatasi hal tersebut bisa dilakukan dengan cara memisahkan konsep antara pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan tetap bisa dijalankan terlepas dari pendapatan per kapita negara. Pembangunan lebih efisien jika dijalankan dengan cara bagaimana rakyat bisa mengelola sumber daya lokal untuk memproduksi apa yang mereka butuhkan dengan teknologi sederhana sekalipun. Modal secukupnya juga dibutuhkan untuk mencapai tujuan dasar pembangunan dan itu bisa diraih dengan mengorganisir tenaga kerja terlatih untuk mengelola sumber daya yang ada.
Menurut saya untuk mencapai tujuan pembangunan yang diinginkan, selain seperti yang tersebut di atas, negara juga perlu memfokuskan kembali seperti apa pembangunan yang mereka harapkan. Negara harus benar-benar memahami apa saja yang dibutuhkan oleh rakyatnya sehingga bisa meminimalisir aspek-aspek yang sekiranya tidak begitu diperlukan. Seperti suku Ladakh, yang bisa bertahan hidup meski tinggal di wilayah pedalaman tanpa teknologi-teknologi canggih namun hidup mereka sangat makmur. Hal itu tak terlepas dari keahlian mereka dalam mengorganisir rakyatnya untuk mampu mengelola sendiri sumber daya yang mereka miliki serta adanya rasa persatuan dan saling memahami satu sama lain.


Teori Pertumbuhan Rostow
(Minggu ke 3)


Seorang ahli ekonomi, Walt W. Rostow, memandang bahwa identifikasi dimensi ekonomi terhadap seluruh masyarakat bisa dilakukan untuk menunjang pembangunan. Ia pun mengemukakan adanya tahapan-tahapan yang mampu menciptakan perubahan struktural dari tradisionalitas menuju modernitas. Tahapan ini terdiri dari lima kategori yaitu masyarakat tradisional, prasyarat lepas landas, lepas landas, pergerakan menuju kematangan ekonomi dan era konsumsi massal tingkat tinggi.
Karakteristik pada tahapan masyarakat tradisional yaitu adanya inovasi produksi dalam bidang perdagangan, industri dan pertanian serta produktivitas dapat ditingkatkan dengan pengembangan sistem irigasi atau penemuan serta difusi hasil panen. Tahapan prasyarat lepas landas memiliki karateristik berupa pengenalan ilmu modern untuk menawarkan fungsi produksi yang baru terhadap pertanian dan industri, karena itulah tahapan ini juga dikenal dengan nama periode transisi.
Pada tahapan lepas landas terjadi peningkatan industrialisasi, tabungan dan investasi serta diiringi berkembangnya teknis baru dalam pertanian serta industri yang membawa ke perubahan revolusioner. Sementara itu, yang dimaksud dengan kematangan dalam tahapan pergerakan menuju kematangan ekonomi yaitu tahapan di mana ekonomi menunjukkan kapasitas untuk bergerak melewati industri orisinil dan menahan serta menggunakan sumberdaya dalam jumlah besar secara efisien. Tahap era konsumsi massal tingkat tinggi ditandai dengan ciri-ciri meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa serta meningkatnya belanja jasa-jasa kemakmuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar