REVIEW MINGGU KE 7
Antara pertengahan tahun 1960an dan awal 1980an, pemikiran kritik pembangunan didominasi oleh teori Marxis dan neo-Marxist. Pada teori ini lebig menunjukkan dominasi dari model produksi, sistem kapitalis dunia, ataupun pasar dunia. Teori strukutral merupakan dasar politik dan pergerakan sosial yang disebut transformasi masyarakat dengan perkembangan, perkembangan yang dimaksud disini adalah dengan jalan merenstruktur masyarakat. Selama dekade 1970an dan awal 1980an, structural explanation dan transformasi masyarakat mendapat kecurigaan dari para pemikir kritik, dan bagian pengkritik tersebut disebut dengan poststructural. Bentuk dari poststruktural ini antara lain adalah Orientalism. Poststrukturalis melihat potensi emansipasi manusia dalam perkembangan modern, melihatnya sebagai strategi kekuatan modern dan kontrol sosial.
Teoritikus modern melihat alasan manusia dan kelakuan rasional sebagai dorongan utama dari kemajuan sosial. Modernist melihat produksi ilmu dan teknologi sebagai sumber baru bagi kemajuan materiil dan menjadi manusia yang baik; ilmu menggantikan kepercayaan sebagai cara pemahaman yang utama. Modernist menganggap jika etika itu bisa dirasionalisasikan. Modernist menganggap jika alasan membuat ilmu pasti yang memungkinkan perkembangan atas nama kemanusiaan. Dalam pandangan poststruktural, klaim modernist pada kebenaran universal adalah penolakan sebagai sesuatu yang tidak mungkin secara prakteknya tapi juga motivasi yang berbahaya.
Foucault mempunyai 2 jenis kritik ke filosofi dari humanisme rasional modern. Pertama, dia mengatakan, alasan modern secara metafisik berdasar pada citranya atas kemanusiaan universal dalam sikapnya, yang secara kultural lebih spesifik pada bangsa Eropa. Kedua, nilai dan ide emansipasi dari European Enlightenment (otonomi, kemerdekaan, HAM, dll) merupakan ideologi dasar untuk “menomalisasi” disiplin yang memaksakan sebuat identitas yang tepat bagi masyarakat modern. Foucault yakin jika rasionalitas modern menjadi lebih koersif daripada membebaskan, serangan terfokus pada mengontrol pikiran individu daripada membuka pikiran mereka terhadap segala kemungkinan. Faoucault menganggap jika suatu discourses dapat diambil kebenarannya karena episteme (pengetahuan yang sesungguhnya) dipercaya mempunyai kapasitas untuk memisahkan kebenaran dari fiksi. Dalam geneologi, Foucault memeriksa sekali lagi aspek ganda, relasi, dan jenis dominasi. Menurutnya, isu bukan hanya dominasi global¾suatu kumpulan masyarakat yang mengontrol lainnya, terutama periphery. Tapi bentuk ganda dari dominasi muncul menjadi banyak bentuk yang berbeda: power dalam regionalnya dan bentuk lokal dan institusi; power di level lain yang sadar tujuan; power sebagai sesuatu yang bersirkulasi layaknya rantai dan jaringan; power dimulai dari bentuk hubungan personal sangat kecil dan kemudian menjajah lebih banyak mekanisme umum ke dalam bentuk global dominasi; power yang mencoba formasi dan akumulasi dari akreditasi pengetahuan dan begitu selanjutnya. Bagi Nietzsche dan Foucault, setiap interaksi manusia mengandung power. Ini merupakan dasar dari sistem power.
Ide dari kritis postkolonialisme adalah pemikiran kembali yang radikal tentang pengetahuan dan identitas sosial yang dikarang dan disahkan oleh kolonialisme dan dominasi western. Pada dasarnya merupakan eurosentris, dan merupakan pengalaman mereka sendiri untuk menjadi suatu kebenaran global dan membentuk identitas dari beberapa Third World. Dalam postkolonialisme terdapat relasi yang jelas antara power dan knowledge
Tidak ada komentar:
Posting Komentar