Jumat, 25 November 2011

Diana Ratry Purwa 105120400111050

Review Minggu 7


          Post-strukturalis

Dari pertengahan tahun 80-an sampai awal tahun 90-an pemikiran-pemikiran kritis mengenai pembangunan didomonasi oleh teori marxis dan neo-marxis. Kemudian muncul teori-teori alternatif baru seperti teori post-strukturalist dan post-colonialis. Teori post-strukturalis kebanyakan dianggap sebagai sebagai kelanjutan dari teori strukturalis. Namun post-strukturalis mempunyai beberapa perbedaan. Salah satunya adalah, jika strukturalis menggunakan kajian ekonomi untuk mengkritisi kapitalisme, post-strukturalis menggunakan kajian kebudayaan untuk mengkritisi modernitas. Strukturalis melihat emansipasi manusia sebagai potensi dalam pembangunan modern, sedangkan strukturalis melihat pembangunan sebagai strategi pembangunan modern dan kontrol sosial.

Post-kolonialisme

Teori post-kolonial sebagian besar lahir dari pemikiran kaum intelektual yang berasal dari negara bekas koloni. Dan ironisnya, pelajar yang berasal dari barat, maupun yang belajar di barat juga turut meramaikan teori ini. Ide dari teori kritik ini adalah untuk memaksakan “pemikirian kembali yang radikal mengenai ilmu pengetahuan dan identitas sosial yang dibentuk dari koloni dan kolonialisasi barat” . Menurut Prakash, teori kritik sebelumnya belum sepenuhnya bebas dari pengaruh Eurocentric. Contoh dari kritik pos-kolonialsme adalah mengkritisi apa yang disebut bangsa Eropa sebagai “the other”. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar