Bacaan minggu 10
Analisa budaya, struktur, proses, dan konsekuensi dari neoliberalisme adalah fokus dari dibuatnya studi ini. Krisis 1998 memberi dampak yang sangat besar terutama bagi tatanan global saat ini. Hal ini juga menandakan krisis yang mendalam dalam teori dan praktek pembangunan internasional. Teori-teori pembangunan belum mampu memprediksinya karena maslah ini masih kompleks..
Esensi dari Neo-liberalism adalah :
1. membangun kembali kekuasaan dan kekuatan pasar
2. menghilangkan pajak
3. mengurangi pengeluaran publik/APBN
4. deregulasi sektor swasta
5. privatisasi
6. menghilangkan konsep kolektivis
Minggu 9
Jika Negara dunia ketiga ingin dianggap maju, maka mereka harus menerapkan konsep pembangunan bagi negaranya. Konsep ini dibawa oleh Negara barat untuk menggunakan kekuasaannya terhadap Negara lain. Pembangunan Negara dilakukan agar ekonomi Negara dunia ketiga selalu berada dipuncaknya. Pengimplementasian pembangunan suatu Negara ditunjukkan dengan berdirinya institusi-institusi yang bertugas membantu negara dunia ketiga untuk keluar dari permasalahan dunia.
Kesenjangan sosial dan angka kemiskinan penduduk yang masih merajalela adalah contoh dari permasalahan yang terjadi pada Negara dunia ketiga. Alih teknologi dan ilmu pengetahuan yang digencarkan oleh para pihak barat nyatanya hanya bualan semata walaupun ada tetapi masih sangat minim sekali transfer teknologi dan ilmu pengtetahuannya. Kaum post development mengkritisi hal ini karena menganggap hal baru yang dibawa oleh Negara barat hanya digunakan untuk pengeksploitasian terhadap Negara lain.
Minggu 11
Perspektif feminisme adalah perspektif yang mengkritik tentang ketidaksetaraan gender antara kaum laki-laki dan wanita dalam hal pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan, politik, kekuasaan, dan seksualitas, ketidakseimbangan porsi kerja antara laki-laki dan perempuan.
Teori ini mengkritik posisi wanita dalam sistem produksi yang dinilai terlalu menekan mereka sehingga tidak bisa bekerja, terutama wanita di negara dunia ketiga sehingga mereka harus mengubah status sosial terutama keadaan ekonomi mereka. Kaum ini juga tidak mendapatkan upah yang layak sebagai imbalan dari kerja keras mereka. Kaum ini memiliki anggapan bahwa perempuan seharusnya berproduktif dalam setiap masalah pembangunan dan juga lingkungan.
Minggu 12
WCED memiliki pernyataan mengenai tujuan fundamental dari sustainable development, mereka menyatakan bahwa tujuan kritis yang mengikuti dari konsep SD, adalah:
1. Mengembalikan pertumbuhan
2. Mengubah kualitas pertumbuhan
3. Reorientasi hubungan ekonomi internasional
4. Mengorientasi kembali teknologi dan berani hadapi risiko
5. Menggabungkan environtment dan ekonomi dalam pengambilan keputusan
6. Meningkatkan populasi
7. Memenuhi kebutuhan penting untuk pekerjaan, pangan, energi, air, sanitasi
8. Melestarikan dan meningkatkan basis sumber daya
1. Mengembalikan pertumbuhan
2. Mengubah kualitas pertumbuhan
3. Reorientasi hubungan ekonomi internasional
4. Mengorientasi kembali teknologi dan berani hadapi risiko
5. Menggabungkan environtment dan ekonomi dalam pengambilan keputusan
6. Meningkatkan populasi
7. Memenuhi kebutuhan penting untuk pekerjaan, pangan, energi, air, sanitasi
8. Melestarikan dan meningkatkan basis sumber daya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar