Globalization, Neoliberalism, and the State of Underdevelopment in the New Periphery
Krisis finansial 1998 telah menyebabkan sebuah efek domino terhadap perekonomian yang ada di asia, amerika latin, dan eropa timur, terlebih lagi ketidak mampuan pemerintahan ekonomi dunia untuk memprediksi, menghindari dan mengatur beberapa masalah yang ada. Salah satu yang terlihat aman adalah negara maju atau negara utara yang berusaha meningkatkan keamanannya terhadap masalah ini.
Krisis pembangunan tersebut berakar dari logika atau ideologi yang jelas dan kebijakan yang terencana yang biasanya dianggap neoliberalisme. Akhir akhir ini banyak yang menyinggung berbagai kepercayaan, doktrin dan kebijakan, yang menyokong kepentingan dari modal lintas negara dan mempengaruhi para pembuat keputusan. Dimana rezim ekonomi global sekarang dikuasai oleh IMF, WB, GATT dan berbagai organissasi ekonomi lainnya.
Model pembangangunan neoliberal telah membawa kemerosotan yang sangat drastis dalm hal standar kehidupan , pertumbuhan ekonomi yang timpang, kerusakan alam, erosi kedaulatan nasional. Neoliberalisme telah menyiratkan pendefinisian kembali secara implisit dari ‘social contract’ yang telah ada dalam hubungan sosial para buruh semenjak pasca PD II.
Adanay 5 poin utama dalam neoliberalisme, yaitu:
1. Adanya aturan pasar dimana terdapat aturan yang membuat pasar dapat bergerak lebih bebas
2. Memotong pengeluaran public untuk layan social, seperti untuk bidang pendidikan dan kesehatan.
3. Adanya deregulasi, mengurangi aturan pemerintah yang mengurangi keuntungan.
4. Privatisasi.
5. Serta Menghilangkan konsep barang umum menjadi tanggung jawab individual, dimana ditekankan pada kaum miskin untuk dapat menemukan solusi sendiri dalam mengatasi masalh pendidikan, kesehatan dll.
Ideologi dari neoliberalisme yang sangat penting adalah penyokong dari rezim global yang terjadi sekarang adalah mudah menyebarnya neoliberalisme sebagai hegemoni. Keadaan struktural dan sejarah dari orde ekonomi baru ini memiliki 3 hal yang sangat mendasar yaitu:
· Berakhirnya perang dingin dan runtuhnya sosialis yang ada di dunia ke 2, keadaan ini menunjukan keberhasilan dari kapitalisme.
· Parameter kontekstual dari orde ekonomi baru merupakan disintegrasi dan marjinalisasi dunia ke 3.
· Ekonomi global merupakan skala dan ukuran yang tidak dapat diprediksi dalam sejarah manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar