Globalisation, neoliberalism and the state of underdevelopment in the new periphery_bacaan utama
tulisan ini berbicara mengenai neo-liberalisme yang dihasilkan. Pada sejarahnya sendiri, neo-liberalisme adalah sebuah konsep yang dicetuskan dari Eropa dan Amerika Latin pada tahun 1950an dan 1960an. Pada pasca perang dingin konsep ini mulai dijadikan pedoman ideologi global (Sklar 1980). Setidaknya ada 5 konsep yang keluar dari neoliberalisme kontemporer, yaitu 1.ekonomi neoklasik (berakar dari Von hayek yang mengintrepretasi konsep Adam Smith) 2. Moneter dan sebuah preskripsi/konsep/resep dari pengekangan fiskal, 3.politik neokonservatif, 4. merubah versi dari teori sosial darwin pada abad 19, dan ke 5.objektifitas individu.
Untuk efeknya sendiri, dalam buku ini dituliskan bahwa implementasi konsep ini (neo-liberalisme) adalah adanya kontrak sosial yang mana meregulasi pola hubungan buruh (dan pendapatan distribusi) dalam masyarakat. Sejak ada banyaknya area peripheral dengan akses mudah dalam memurahkan bahan baku dan dengan pemerintahan yang tidak representatif yang langsung meminta permohonan dari investor asing, sebuah garis pekerja dan upah pada titik itu tidak akan menciptakan sebuah dana untuk berinvestasi, atau menaikkan produktivitas dalam negara-negara berkembang. Sejak produksi, distribusi, dan akumulasi menjadi lebih global, globalisasi neoliberal adalah seolah-olah menuntun kepada situasi pengangguran yang permanen.
Jumat, 16 Desember 2011
Sam Horry Bio (105 120 403 111 004) II
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar