Development Discourse and Its Critics
· Post development: an overview
Selama tahun 80an, banyak para ahli dan aktivis yang merasa tidak puas dengan konsep dan praktek dari ‘pembangunan’ yang secara eksplisit tidak membawa perubahan yang lebih baik. Banyak dari para ahli yang menjadi kecewa dengn kebijakan pembangunan, dan menyatakan bahwa ’40 tahun yang lalu bisa disebut sebagai era pembangunan’. Alasannya karena model indusrial yang ada di masyarakat tidak dapat membawa evolusioner di dalam masalh ekologi, tapi proyek pembangunan sendiri merupakan instrumen dari perang dingin yang telah terjadi sejak awal 80an dimana pembangunan yang ada bukannlah untuk membangun dunia namun lebih kepada menciptakan jarak yang besar dianatara negara miskin dan kaya.
· Critiques of post development: an overview
Salah satu bantahan post development berasal dari Stuart Corbridge yang mengatakan bahwa dibawah pondasi modernisasi, hanya ada tanah yang kasar dimana era pre modern ditemukan, cortbridge menuntut post development dengan mengabaikan potof aspek dari modernisme, pembangunan, sains, teknologi dan mengganti perbedaan antara Barat dan wilayah lainnya secara esensial.
Meskipun bermunculan kritikan pedas yang berasal dari oposisi terhadap post development, namun post development mempunyai dua fakta hipotesis yang sangat signifikan yang berfikir secara implisit menerima kritik, yaitu:
1. Konsep tradisional dari pembangunan dalah eurosentris. Konsep dimana pelabelan eropa barat dan amerika utara sebagai negara maju dan afrika, asia, serta amerika latin sebgaai negara bekembang.
2. Tradisional konsep dari pembangunan adalah otoriter dan teknokratik. Dapat dilihat secara jelas bahwa siapapun daapat mengartikan apa pembanguna itu dan bagaimana mendapatkannya, dan biasanya para ahli pembangunan berada di posisi yang memiliki power.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar