Sabtu, 31 Desember 2011

Diana Ratry Purwa 105120400111050


     
Minggu 11 "Feminist Theory of Development"

       Konsep feminisme dibentuk dari berbagai teori sosial, filosofi, dan pergerakan politik yang berbeda. Feminisme mengkritisi hubungan sosial yang ada, khusunya hubungan gender. Teori feminis melihat asal usul, karakterisitik, dan bentuk dari ketimpangan dalam fokus politik gender, hubungan kekuatan, dan seksualitas. Feminisme adalah politikal dan aktivis. Pusat politisnya adalah isu-isu terbaru seperti hak reproduksi, kekerasan rumah tangga, cuti hamil, kesetaraan gaji, pelecehan seksual, diskriminasi, dan kekerasan seksual. Feminisme juga membahas isu-isu yang sudah lama berkembang seperti patriarki, stereotiping, dan penindasan. Feminisme mengkritisi pembangunan berkaitan dengan ketimpangan gender, pekerjaan wanita yang dianggap tidak proporsional, dan juga keabsenan wanita dalam pembangunan politik atau dalam membuat keputusan kelompok. Secara umum, semua itu berkontribusi dalam pelemahan status wanita.
            Aktivitas dan politik feminis mulai menjadi pergerakan yang terorganisir pada akhir abad 19. Gelombang pertama fokus pada kesamaan hak kepemilikan untuk wanita termasuk dalam hak memiliki harta pernikahan. Akhir abad 19, feminisme berkonsentrasi pada menghimpun kekuatan politik, khususnya dalam hak pilih wanita. Tahun 1918-1928 akhirnya wanita mendapatkan hak suaranya untuk memilih di Amerika dan Inggris. Gelombang kedua mulai pada awal 1960 sampai pada akhir 1980, yang saaat itu feminis mengkritisi kapitalisme sebagai bias, diskriminatif, dan tidak adil. Gelombang ketiga yang tejadi tahun 1990an menekankan pada konsep feminisme dunia modern, dengan kaitannya pada antirasisme, teori postkolonial, ktirikal teori, transnasionalisme, ekofeminisme, feminisme liberal, dan teori feminis baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar