Jumat, 16 Desember 2011

DWI FEBRI O - 0911240048

WEEK 10: Neo-Liberalism

Neo-liberalisme ramai dibicarakan pada selama 25 tahun terakhir. Gagalnya kapitalisme menjaga keuntungannya memunculkan neo atau pengembangan jenis baru dari liberalisme yang beranggapan bahwa intervensi negara terhadap pasar harus dihapuskan. Dengan kata lain, pasar bebas adalah satu-satunya cara yang paling efektif, dengan dihapuskannya batasan terhadap manufaktur, tarif, dan hambatan dagang lainnya. Dua prinsip sentral dari neo-lib ekonomi yang cukup berpengaruah sejak 1980an adalah bahwa faktor-faktor produksi (tenaga kerja dan modal) harus terbayar dan pasar bebas harus efisien, artinya tidak menanggurkan kedua faktor produksi tersebut. Lebih jauh lagi, menurut Washington Consensus, untuk menjamin keefektifan operasi pasar bebas, maka peran negara dalam pembangunan harus diminimalkan dan hanya boleh bertindak untuk mendukung mekanisme pasar. Washington Consensus juga menawarkan peran baru negara, diantaranya: (a) mengurus stabilitas makroekonomi dengan mengontrol inflasi dan mengurangi defisit keuangan, (b) membuka pasar bebas, (c) menganjurkan privatisasi dan deregulasi sebagai elemen utama untuk meliberalisasi ekonomi domestik. Implementasi Washington Consensus yang dikhususkan untuk negara Dunia Ketiga, tersebar luas di Amerika Latin, dimana Meksiko dan Brazil sedang mengalami krisis. Menurut para pendukung Washington Consensus, masalah di kedua negara tersebut bisa diselesaikan dengan memperbaiki pertumbuhan ekonomi dengan meliberalisasi ekonomi.

Neolib menawarkan resep kebijakan ekonomi yang saling berhubungan, diantararnya:
(1) Menyusun ulang peran pasar, yaitu membebaskan perusahaan privat dari ikatan yang dibuat pemerintah dan lebih membuka lebar pintu kepada perdagangan dan investasi internasional.
(2)Pengurangan pajak. Penghasilan masyarakat, khususnya pajak langsung terhadap pemasukan dan kesejahteraan harus benar-benar dihapus.
(3)Pengurangan pengeluaran sosial-publik, diantaranya bantuan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dana asuransi dan pensiun adalah bertentangan dengan efisiensi ekonomi
(4)Deregulasi sektor privat. Segala regulasi pemerintah yang akan mengurangi keuntungan privat harus benar-benar diturunkan.
(5)Privatisasi sektor publik. Perusahaan-perusahaan negara dan sektor publik yang menghasilkan barang dan jasa harus dijual kepada investor privat.
(6)Penghapusan konsep ‘public goods’, dan menggantikannya dengan tanggung jawab individual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar