Perspektif feminisme adalah perspektif yang mengkritik tentang ketidaksetaraan gender dalam hal politik, hubungan kekuasaan, dan seksualitas. Dalam perspektif feminisme juga membahas mengenai pembangunan, yang didalamnya dipaparkan mengenai ketidaksetaraan gender, ketidakseimbangan porsi kerja antara laki-laki dan perempuan, dan absennya perempuan dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan maupun perumusan kebijakan secara umum.
Perkembangan teori feminisme pembangunan tidak lepas dari perkembangan perspektif feminisme itu sendiri. Diakuinya teori feminisme pembangunan bersamaan dengan berjalannya gelombang kedua dan ketiga dalam pergerakan feminisme, di mana ketidaksetaraan, kemisikinan, dan hubungan antar gender memunculkan kritik terhadap pembangunan. Teori feminisme pembangunan memberikan pandangan baru mengenai posisi perempuan dalam sistem produksi global. Teori feminisme pembangunan mengkritik posisi perempuan dalam sistem produksi global dinilai memberikan tekanan terhadap perempuan, terutama terhadap perempuan di negara dunia ketiga sehingga memaksakan mereka mengubah status sosial dan keadaan ekonomi mereka. Mereka mengkritik ketidakadilan yang diterima perempuan negara dunia ketiga dalam proses produksi global, di mana mereka tidak mendapatkan upah yang layak yang sesuai dengan tanggung jawab mereka.
Selain itu teori feminisme pembangunan juga melihat pembangunan berkelanjutan dari kacamata feminisme. Kaum feminist beranggapan bahwa perempuan seharusnya tidak hanya bertanggung jawab merawat alam, namun juga perlu produktif dalam pembangunan dan lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar