Jumat, 09 Desember 2011

GIFTSON RAMOS DANIEL 105120407111006/B.HI.3

POST DEVELOPMENT

Selama tahun 1980 an beberapa pelajar dan aktivis mengemukakan ketidakpuasan terhadap konsep dan perlakuakn konkret dalam pembangunan karena tidak membawa perubahan yang baik. Focault, Gandhi dan Polanyi berkolaborasi untuk membuat The Development Dictionary, dimana dijelaskan bahwa 17 pengarang terutama dari selatan telah dikecewakan oleh aturan dalam pembangunan dan menyatakan bahwa 40 tahun lalu dapat disebut sebagai age of development karena pada masa perang dingin muncul isu-isu tentang senjata ekologis yang dinilai berbahaya.

Kedua adalah Encountering Development dari Escobar dimana ia membuat peralatan yang efisien untuk memperkenalkan pengetahuan mengenai kekuasaan diatas negara dunia ketiga. Ia mengklaim bahwa bentuk pengetahuan dan subjektivitas berhubungan dengan sistem kekuasaan. The Post Development Reader menganalisis bahwa adanya ancaman terhadap otonomi manusia dan menganggap bahwa pembangunan telah gagal terhadap negara-negara utara.

Kritik terhadap post development

Beberapa ahli telah mengemukakan beberapa poin untuk mengkritik post development, salah satunya berasal dari Stuart Corbridge dimana ia menyatakan bahwa kemiskinan merupakan sebuah pukulan telak bagi orang yang kaya dan memiliki kekuasaan dan disebabkan oleh kesombongan post modernism. Kiely juga berpendapat bahwa terdapat sedikit perbedaan yang diperlihatkan antara kebaikan dan keburukan dari post modernism. Kritik terhadap post develoment memunculkan dua hipotesis yaitu :

  1. Konsep tradisional dalam pembangunan adalah Eurocentric. Konsep ini berasal dari Eropa Barat, Amerika Utara dan Afrika. Konsep ini membahas mengenai kemakmuran dan kesehajteraan dalam standar kehidupan layak.

  2. Konsep tradisional dalam pembangunan memiliki implikasi otoriter dan teknokratik. Dimana dijelaskan bahwa untuk mencapai sebuah pembangunan dibutuhkan suatu usaha.

Teori : Dalam bagian ini dijelaskan bahwa adanya hubungan antara teori dengan pembangunan dimana teori menjadi tolok ukur dalam melakukan pembangunan.

Problems/ Masalah : Bagian ini menjelaskan bahwa adanya masalah-masalah dalam berbagai aspek yang terjadi dalam tubuh post development yaitu aspek politik, ekonomi, budaya dll.

Practice/ Praktek : Yaitu dimana post development practice seperti misalnya konsep ekonomi yang tidak berjalan dengan baik seperti di Fillipina bahwasanya terjadi transaksi yang bukan pasar dan tenaga kerja yang tidak dibayar.

Perspektif : yaitu bagaimana teori post development eksis dalam dunia yang telah terpengaruh globalisasi dan dalam bagian ini dijelaskan bahwa post development mengkontribusikan perumusan dan alternative.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar