Jumat, 16 Desember 2011

Ivory Kraska Taruna / 1051 2040 3111 010

Review Materi Minggu ke-10

"Globalization, Neoliberalism, and the State of Underdevelopment in the New Periphery"

Neo Liberalisme mulai muncul sebagai sebuah ideologi pada era perang dingin dan pada akhirnya mulai menampakkan dirinya secara penuh pada tahun 1970-an. Kemunculannya diprakarsai oleh 7 negara yang kemudian diperkuat oleh berbagai institusi bentukan mereka yang kelak dapat menghegemoni dunia dan dapat memengaruhi kebijakan suatu negara secara langsung ataupun tidak langsung. Dalam menyebarkan hegemonnya, neo liberalisme tak lepas dari aspek demokratisasi pada negara-negara berkembang. Disitu paham tersebut dapat memengaruhi kebijakan negara tersebut bahkan hingga negara tersebut dapat mengeluarkan kebijakan yang sesungguhnya berlawanan dengan konstituennya.

Neo Liberalisme yang inti pemikirannya berupa pada aspek ekonomi mulai terikat kepada aspek lain yaitu politik yang kemudian akan berpengaruh kepada kebijakan yang dikeluarkan suatu negara. Bahkan dalam aspek hubungan ekonomi dan politik, neo liberalis telah menetapkan enam hal berupa saran kebijakan yang akan diterpkan suatu negara yang diharapkan akan mendukung kegiatan mereka. Enam hal tersebut adalah: 1. Mengatur kembali peraturan pasar; 2. Mengurangi pajak; 3. Mengurangi pengeluaran sektor publik; 4. Mengendorkan peraturan sektor swasta; 5. Privatisasi sektor publik; dan yang ke-6. Menghapuskan konsep kebaikan bersama. Pada akhirnya neoliberalis akan sangat menguntungkan sektosr swasta dan mengurangi peran negara. Dan akibatnya terjadi pada kebanyakan negara berkembang adalah kemunduran, ketidakseimbangan, hingga depresi ekonomi. Dengan adanya hal-hal tersebut, neo liberalisme akan semakin merugikan negara berkembang atau negara periphery dan semakin menimbulkan kemunculan negara peryphery yang baru. Dan dengan dibantu oleh institusi-institusi serta rezim bentukan neoliberalis, paham tersebut semakin cepat menyebar dan menhegemon dengan penyebarluasan yang dibantu oleh globalisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar